
🌻🌻🌻🌻🌻🌻
Diana...
Adam diam terpaku di tempatnya, ada gemuruh dalam dadanya kini saat melihat wanita yang bagai hilang ditelan bumi ternyata bersama dengan putranya.
"Itu Diana, Ren!" Sentak Adam pada Reno yang mencekal tangannya agar tak mendekat kearan Langit dan juga Diana
"Lepas!"
"Tuan, Mohon jaga sikap Anda. Disni pasti banyak para penjaga Tuan Langit. Kita sudah tahu kan jika semua anak menantu Rahardian selalu dalam Pengawasan ketat" kata Reno mengingatkan pada Adam bagaimana Reza sangat menjaga semua putranya meski dari kejauhan. namun pantauannya tak pernah bisa di ragukan lagi.
"Tapi itu Diana! kamu tahu bagaimana aku mencarinya selama belasan tahun ini, Ren!"
Reno tertunduk, ia merasa kali ini cara kerjanya tak bisa di andalkan oleh sang bos.
"Maaf, Tuan!"
Adam nengusap wajahnya kasar, ia begitu frustasi saat ini, sebelum hal yang tak di inginkan terjadi Reno langsung membawa Bosnya kembali kedalam mobil.
BUGH...
Keduanya masuk kedalam mobil setelah menutup pintu.
Adam membuka Jas hitam dan dua kancing kemejamya yang berwarna navy.
"Reza benar-benar begitu rapih menyembunyikan semuanya dariku!" rutuk Adam sangat marah.
"Mereka tak main main, Tuan." timpal Reno yang takjub dengan cara keluarga Rahardian menutupi semuanya serapih ini selama belasan tahun.
__ADS_1
"Jika dia mempertahankan Langit aku masih bisa terima, tapi jika ia sudah berani menyentuh Diana tentu aku tak akan tinggal diam!"
Reno langsung menoleh, ia menggelengkan kepalanya kearah bos besarnya pertanda jika Adam sepertinya terlalu jauh jika berpikir seperti itu tentang Reza dan Diana.
"Tak ada yang tak mungkin, Ren!"
.
.
******
Langit yang datang usai rapat di sebuah restruran memang menyempatkan sedikit waktunya bertemu dengan ibu kandungnya di lobby apartemen tempat Diana tinggal, selama ini hanya itu yang bisa Langit lakukan ia belum berani memberikan banyak waktu untuk orang yang sudah melahirkannya itu. Melisa yang sudah hafal betul tentang jadwal dan kebiasaannya tentu akan curiga jika Langit sampai tak ada kabar.
"Maaf, Mami pasti udah nunggu lama ya" ucap sang putra yang langsung membuat tangan diana menguasap pipi Langt dengan begitu lembut.
"Hem, baiklah lain kali aku takan membuat Mami menungguku lagi, bagaimana?"
Keduanya tertawa bersama lalu berbincang sebentar sampai akhirnya Langit pun berpamitan untuk kembali ke ke kantornya karna begitu banyak pekerjaan yang belum ia selesaikan.
"Hati-hati di jalan, dan kalau kamu bisa nanti malam datanglah bersama cahaya, mami ingin jauh lebih mengenalnya. dia gadis yang baik dan begitu manja padamu" titah diana yang tak pernah mempermasalahkan hubungan putranya itu dengan anak bungsu dan cucu satu-satunya Rahardian itu.
"Dia malaikat kecilku, apapun akan kulakukan untuknya. Aku sangat mencintainya, Mam" Langit berbicra dengan meraih tangan diana seakan ia meminta restu untuk hubungannya dengan cahaya.
"Mami akan doakan yang terbaik untuk kalian, kebahagianmu adalah hal yang paling utama"
Langit berhambur memeluk Diana, wanita itu tak kalah baikknya dengan Melisa yang sudah merawatnya sedari ia kecil.
"Aku pamit ya, Mam. Nanti akan aku kabari bisa atau tidakya datang bersama Cahaya karna kesehatannya yang tak bisa terlalu lelah.
__ADS_1
" Ya, Gadis itu begitu lemah, kamu harus bisa menjaganya sebaik mungkin. Jaga cinta dan juga kehormatan kalian selama bersama"
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Apa Mami mengizinkan ku untuk menikahinya?
🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟
Bewh.. jangan cari gara-gara ya Dee 😏😏😏😏
Talo rapia udah ada nih buatg gantung lo di pohon kedongdong..
Like komen yuk ramaikan
__ADS_1