
🌻🌻🌻🌻
Air menaiki tangga kampus menuju kelasnya sambil merangkul kekasihnya yang entah urutan keberapa, gadis itu sedang merajuk karna seminggu ini Air sama sekali tak ada waktu jalan bersamanya.
Sebagai gantinya sang kekasih meminta Air untuk mengantarnya sepulang kuliah nanti untuk menemani membeli beberapa barang.
"Iya cantik"
"Hem, iya.... iya!"
"Siap!"
Hanya itu yang di ucapkan Air sepanjang mereka berjalan.
Meski disisinya ada wanita Cantik, bukan Air namanya jika ia tak tebar pesona pada yang lainnya juga.
"Ay, besok jangan lupa!" kata satu gadis saat berpapasan dengannya.
"Ingetin aja, gue suka lupa" jawab Air.
Pemuda itu mendapat cubitan dari wanita di sebelahnya karna tak suka.
"Gak usah protes!" seru Air mengingatkan.
Keduanya masuk kedalam kelas yang sudah lumayan ramai karna memang beberapa menit lagi dosen akan datang, Air duduk paling depan seperti biasanya berdampingan dengan Bumi.
.
.
.
Dua jam berlalu, semua mahasiswa keluar kelas dan meneruskan aktivitasnya masing-masing.
Bumi langsung meraih Ponselnya begitupun dengan Air, kedua anak kembar itu kompak menghubungi para gadisnya.
Senyum tak lepas dari wajah Bumi tapi tidak dengan Air, kakaknya itu terus mengumpat pada ponselnya.
"Kenapa?" tanya Bumi.
"Dari semalem balesnya cuma iya sama enggak doang!" jawab Air.
Hujan yang mengabaikannya dua hari ini sepertinya masih merajuk padanya Karna masalah Guling pisang Kesayangannya.
__ADS_1
"Emang kakak tanya apa?" tanya Bumi lagi.
"Banyak!" sahutnya kesal.
Bumi tak lagi menghiraukan kakaknya, ia kembali sibuk dengan ponselnya lagi.
Air yang sadar hal itu langsung meringsek duduk mendekati sang adik.
"Dek, kamu yakin mau lanjut sama Yayang?" tanya Air yang di jawab anggukan mantap oleh Bumi.
"Sakit loh" ucapnya lagi.
Bumi hanya tersenyum kecil, iapun bingung harus bagaimana jika menuruti hatinya tentu ia akan terus bersama Kahyangan tapi jika ia menuruti akal sehat dan logikanya sudah sejak kemarin ia melepas gadis itu.
"Aku mau bertahan dulu, meski entah sampe kapan"
"Kakak gak akan larang kamu maju atau mundur, cuma sebelum semuanya terlambat kamu lebih baik pikirin lagi karna ada keluarga yang akan terlibat juga kalau kamu milih lebih serius" pesan Air.
"Setidaknya aku punya kenangan terindah saat nanti melepasnya di ujung jalan, kak" lirih Bumi.
Hatinya masih saja terasa sakit jika mengingat kejadian malam kemarin saat di rumah Kahyangan.
Tubuhnya yang langsung melemas ketika begitu banyak ornamen dan hiasan Tuhan dari gadisnya itu.
"Terserah kamu, menghindari sakit jauh lebih baik dari pada mengobatinya, Bu"
"Kakak mau ke panti dulu ya" pamitnya pada Bumi karna memang hari ini jatahnya ia menjenguk para lansia.
.
.
.
Air melajukan motornya dengan kecepatan Sedang menuju sebuah minimarket pinggir jalan untuk membeli beberapa cemilan agar Mbak Aish dan Nisa semakin semangat mengurus para kakek dan nenek disana tanpa harus mengeluh susah keluar panti jika tak ada orang lagi.
Ditangannya kini penuh makanan dan minuman yang sudah ia masukkan kedalam keranjang berwarna kuning.
Serasa semua sudah cukup ia pun berlalu ke arah kasir untuk melakukan transaksi pembayaran.
"Pake ini, Mbak" ujarnya sambil menyerahkan satu kartu pada kasir.
Wanita berseragam merah itupun mengambilnya sembari menatap Air tanpa berkedip.
__ADS_1
"Terima kasih" ucapnya lagi.
Air menenteng tiga kantong plastik berukuran besar menuju pintu keluar dari kaca.
Namun langkahnya terhenti saat ia melihat Hujan baru saja turun dari mobilnya.
.
.
.
"Ay..."
Gadis itu tersentak kaget melihat pemuda tampan yang sedang ia hindari itu justru berjalan mendekat kearahnya.
"Lo lagi apa?" tanya Hujan basa basi.
Air tak menjawab, ia malah membuka pintu bagian belakang mobil Hujan untuk meletakan barang belanjaannya, kemudian dengan cepat menarik tangan gadis itu agar masuk kembali kedalam mobil setelah merebut kuncinya dari tangan Hujan
"Eh, Lo mau bawa gue kemana, Sih?"
.
.
.
.
.
.
.
***K.U.A....
🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻***
Ngapain kak? 🤣🤣🤣🤣🤣.
aku tuh belom punya baju Balu.. Mamang kriditnya belom Dateng 😭😭😭
__ADS_1
jangan dulu kawin ya ganteng 😂😂
Like komen nya yuk ramai kan ♥️