
π»π»π»
Reza berjalan gontai di tengah lorong rumah sakit milik keluarganya yang nampak sangat sepi, tak ada seorangpun disana kecuali dirinya yang harus berkali-kali menghela nafas berat dan membuangnya secara kasar dengan sesekali menghapus kebasahan di kedua pipinya yang banjir air mata saat di ruangan dokter Rissa.
Ceklek..
Pintu berwarna coklat itu dibukanya dengan pelan, senyum tipis istrinya langsung bisa ia tangkap dikedua manik matanya.
"Ko lama?" tanyanya kemudian saat langkah kaki Reza terus mendekat.
"Iya, maaf. nungguin banget ya" sahut Reza sambil mencium kening istrinya lama, ya lama tak sekilas seperti biasanya.
"Mas Reza kenapa? kaya abis nangis?" tanya Melisa saat mata mereka saling bertemu.
"Enggak, Ra. aku abis ngetawain Rissa aku abis abisan ledekin dia sampe ketawa nangis gini, Haha"
"Ledekin apa sampe segitunya?"
"Lucu aja godain calon pengantin, Ra" jawabnya sambil menarik kursi.
"Aku mau pulang" pinta Melisa yang sudah merasa bosan terlebih tadi ia di tinggalkan sendiri.
"Tunggu habis ya, nanti aku tanya Caca dulu"
Melisa mendengus kesal, moodnya benar benar down jika sudah dirumah sakit karna ia tak suka tempat ini walau ruangan yang ia tiduri bak hotel bintang lima tetap saja ini adalah gedung bertingkat dimana berisikan orang orang sakit.
CEKLEK..
Lagi lagi pintu terbuka kini dokter Rissa yang datang bersama satu perawat di belakangnya.
"Enakan gak,Mel?" tanya Rissa saat sudah berdiri di sisi ranjang.
"Lumayan, aku bisa pulang?"
"Bisa dong, mau sekarang?" Rissa justru balik bertanya yang hanya di balas anggukan oleh Melisa.
__ADS_1
"Sus, tolong di lepas ya, hati hati juga pelan pelan" titah Rissa pada seorang perawat yang tadi ikut bersamanya.
"Baik, dokter" jawabnya yang langsung berjalan mendekat kearah infusan yang bergantung di sisi Melisa.
"Mulai sekarang kontrolnya dua Minggu sekali ya, harus sering dirasa rasa, kalau mules mules dikit harus tarik nafas pelan pelan ya dan jangan panik, OK" pesan Caca.
"Iya, dok"
"Kamu gak masalah kan apapun tindakan team dokter saat kamu melahirkan nanti?" tanya Rissa serius.
"Hem, gak apa-apa, aku gak masalah"
"Bagus, gak boleh cape ya dan jangan terlalu banyak fikiran. semua udah kami siapkan dari sekarang jadi kamu gak perlu khawatir"
"Oh, ya box baby yang lo pesen dari Jerman besok nyampe" kini matanya menoleh kearah Reza yang sedari tadi hanya diam melamun menatap istrinya lekat lekat.
"Za, ih. ko diem sih?"
"Ah, iya apa Ca?" sahut Reza saat bahunya di pukul oleh Caca.
"Box bayi besok nyampe kerumah Lo" Rissa mengulang ucapannya.
"Diapain?" tanya Melisa bingung.
"Mau di satuin kamar sebelah sama kamar kita," jawab Reza.
"Kamar kita aja udah luas banget, Mas gak usah sampe di gedein lagi"
"Gak apa-apa, biar kita bisa leluasa Pikniknya tanpa ganggu baby-nya tidur kalo jauhan, haha"
"Gak banget sih Alesan Lo!" cibir Rissa sambi memutar bola matanya jengah.
"Suka suka gue lah"
*****
__ADS_1
"Mas, Aku mau bubur ayam sama telor puyuh"
"Ok, kita cari ya"
Reza melihat jam di pergelangan tangan nya masih belum terlalu sore karena waktu masih menunjukkan pukul tiga.
"Dimana ya?" gumam reza sambil terus memutar stir mobilnya.
"Cari di pasar lama aja, sekalian aku pengen kue juga"
"Ya udah, aku puter arah dulu"
Suami siaga itu terus menjalankan kereta besinya dengan kecepatan sedang, sambil terus mengedarkan pandangannya mencari kedai bubur yang di inginkan istrinya.
"Didepan deh kayanya" unjuk Melisa pada Sebuah tulisan besar terpanjang jelas.
Reza hanya menangguk lalu memasukkan mobilnya diarea parkir sebuah ruko berlantai tiga.
"Wangi Banget ya, Mas" ujarnya saat memasuki kedai tersebut.
"Aku yang pesen, kamu mau apa?" tanya Reza setelah keduanya sudah mendapatkan tempat duduk.
"Bubur biasa aja, jangan pake kacang" sebutnya.
Tak sampai lima menit Reza kembali, ia langsung merogoh kantong celananya untuk meraih ponsel, entah apa yang ia ketik dengan wajah yang sangat serius.
πππππππ
Othor sedih banget...
Aku cuma minta like loh ππ
teken π di akhir bab cuma satu detik kayanya ya..
Ayo dong, jangan pelit like π₯Ίπ₯Ί..
__ADS_1
Bikin down kadang, jadi gak semangat
Di like ya tiap bab..π