
🌻🌻🌻
Reza duduk di tepi ranjang masih menggunakan handuk yang terlilit di pinggangnya memainkan ponsel sambil menunggu KHUMAIRAHnya datang untuk menyiapkan kebutuhan nya pagi ini sebelum berangkat ke kantor.
"Udah mandinya?" tanya Melisa saat masuk kedalam kamar.
"Udah, lama banget sih aku sampe kedinginan" Reza langsung memeluk pinggang istrinya dan menenggelamkan wajahnya di Perut ratanya itu.
"Udah cepet pake bajunya sini"
Melisa membuka pintu lemari kemudian mengambil satu stel baju kantor suaminya.
"Nanti pulang kantor sore kan?" tanya Melisa sambil mengancingkan kemeja.
"Iya, kenapa?" Reza balik bertanya.
"Huft, aku kan udah bilang hari ini jadwal checkup Cahaya"
"Ya ampun, aku lupa, Ra. otak aku tuh di penuhin kamu semua jadi gak bisa inget yang Laen" kekehnya sambil mencium pipi istrinya yang sudah merah merona.
"Gombal terus!" sahut Melisa sambil memukul dada bidang suaminya.
Selesai urusan baju kini keduanya keluar kamar menuju ruang makan untuk sarapan lebih dulu.
"Aaaaaaaaaa" Teriak Ay, seperti biasa suara si sulung selalu menggelegar keseluruh ruangan.
"Apa lagi sih kak?" Tanya Melisa.
"Sendok kakak diambil, mah" adunya dengan mata mulai berkaca-kaca tapi langsung berhambur memeluk Reza.
"Kakak jangan cengeng dong, kakak Bu ngapain ambil sendok kakak Ay" tanya Reza.
"Gak apa-apa!" jawabnya, Santai dan simpel.
__ADS_1
"Udah, jangan nangis ayo sarapan" Reza mendudukkan kembali si sulung ke kursi makannya.
Tidak mudah untuk Reza dan Melisa mengurus ketiga buah hatinya yang kini menginjak usia tiga tahun secara bersamaan termasuk membagi kasih sayang secara adil dan merata, apalagi sekarang mereka memilih untuk lebih mandiri dengan cara kembali ke apartemen, tanpa suster dan hanya satu ART yang membantu.
Si sulung Ay lebih dominan di banding kedua adiknya, karakternya tak berubah sedari bayi yaitu berisik dan tak mau diam, cenderung cengeng namun kuat.
Sedangkan Bu termasuk anak yang introvent, lebih banyak diam dan dingin, bicara seperlunya dan tak suka keramaian tapi hobinya selalu mengganggu sang kakak.
Dan untuk si bungsu, jangan tanyakan tentang kemanjaannya, ia lah ratu di keluarga Rahardian, semua perhatian selalu tertuju padanya, bukan karna Cahaya memang tak sehat tapi si cantik ini bagaikan malaikat, hatinya lembut dengan sorot mata yang selalu meneduhkan setiap orang yang melihatnya.
"Adek kemana?" Melisa baru menyadari princess kecilnya tak ada di meja makan.
"Tadi di kamar mandi" jawab Ay.
"Ngapain?" Melisa Langsung bangun dari duduknya menuju arah kamar mandi.
"Dimakan sayurnya, jangan di sisihin gitu"
Kebiasaan Ay yang tak suka sayur selalu menjadi Perdebatan antara Reza dan Ay.
"Biar Kaka sehat, ayo dimakan gak boleh pilih pilih, di luar sana banyak yang gak bisa makan jadi kakak gak boleh buang buang makanan, ngerti?" si sulung yang mempunyai hidung mirip papanya itupun mengangguk, mengambil satu potong wortel dan mulai memakannya.
"N'Da enak papah" rengek nya lagi sambil memejamkan matanya.
"Ada apa, Mas?" tanya Melisa sambil menuntun Cahaya.
"Kakak makan wortel nangis" sahut Bu.
"Papaaaaaa" Cahaya Langsung duduk di pangkuan Reza.
"Adek Abis apa di kamar mandi?"
"atit pelut, Pah" jawabannya manja.
__ADS_1
"Kakak makannya barengin sama nasi jadi rasa wortelnya gak berasa" kata Melisa mengajarkan si sulung untuk berani menelan makanannya.
"Aku selesai" Bu meletakan sendoknya dengan sangat rapih diatas piring yang sudah kosong tanpa sisa sedikitpun
"Minum air putih yang banyak" titah Reza sambil mengusap kepala anak kebanggaannya itu.
"Udah ah" Ay mendorong piringnya yang masih tersisa setengahnya makanannya.
"Habis kan, Ay, kalau gak mau sayurnya habiskan nasi dan ikannya" titah Reza kali ini sangat tegas.
"Bu, bantuin kakak" Rengek Ay pada adiknya itu.
"Aku kenyang"
"Adek mau di suapin kakak Ay" kata si bungsu sudah membuka mulutnya.
"Ok!" Dengan senang hati Ay Langsung menyuapkan nasi dan sayur serta lauk ke dalam mulut adiknya, Cahaya Langsung bertepuk tangan saat sendok sudah masuk dengan sempurna.
Reza menggenggam tangan istrinya, keduanya tersenyum bahagia melihat tiga buah hatinya yang selalu bersikap menggemaskan. mengisi satu sama lain melengkapi kekurangan dan juga siap berbagi.
"Terimakasih sudah melahirkan anak anak yang hebat untukku, Ra!!!" bisik Reza lalu mencium pipi istrinya sekilas.
"Ehem" dehem Bu yang tak sengaja melihat kelalakuan orangtuanya
🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉
Wah.. sweet banget sih si bungsu, sehat ya sayang..
Loncat jauh amat Thor?
Iya dah biar gak bosen 😂😂
Like komennya yuk ramaikan ♥️
__ADS_1
jangan lupa mampir ke lapak Reynand y
#Menikahisahabatku.