
🌻🌻🌻
Melisa mendengus kesal, ia memilih melanjutkan langkahnya menuju kamar tak memperdulikan ucapan Rossa.
Ceklek.
Ia lalu membuka pintu dan membantingnya dengan keras membuat Reza yang tepat berada di depan pintu terlonjak kaget dan memegang dadanya.
"Ra.."
Reza mengetuk pintu kamar mandi yang dikunci rapat istrinya, ia terus mengetuk sembari memanggil nama kesayangan istrinya.
"Minggir!" wanita yang sedang merajuk itu menyenggol dengan sengaja tubuh Suaminya yang menghalangi jalan.
"Kamu kenapa?" tanya Reza masih bingung dengan sikap isteri yang berubah.
"Aku gak apa-apa" jawab Melisa ketus.
Reza membuang nafasnya Kasar, ia meraih tangan melisa untuk diciuminya.
"Marah karna aku keluar tadi?" tanya Reza menebak kesalahannya.
sang istri masih bergeming, ia justru membuang pandangannya walau ia membiarkan Reza menciumi terus tangannya.
"Aku ada urusan, dan itu sangat mendadak bahkan aku sampai lupa membawa ponselku" ucap Reza masih memberi penjelasan yang tidak memuaskan bagi Melisa.
Ya apa? apa urusanmu itu?
sampai detik ini kamu masih tak mau memberitahuku kemana dan dengan siapa selama tiga jam tadi. bathin Melisa kesal.
" Sudah lah, lupakan!, Mas Reza balik lagi aja ke kantor kalau masih banyak urusan"
Melisa menarik tangannya kemudian berlalu ke meja riasnya untuk menyisir rambutnya yang masih berbalut handuk.
__ADS_1
"Kamu fikir, aku bisa pergi lagi kalau udah liat kamu begini?" gumam Reza dengan kepala sudah berada di ceruk leher istrinya memberikan gigitan kecil yang membuat Melisa meringis menahan geli dan sakit.
Tau istrinya tak mengelak, kesempatan ini tak disia-siakan oleh pria yang mempunyai hobby baru traveling.
"Udahan Belum?" bisiknya tiba-tiba.
"Apa yang udahan?" gadis polos itu malah balik bertanya, Reza yang sudah bergejolak akhirnya terkekeh gemas,
"Tsunaminya udah surut belum?"
"Oh,!" Melisa hanya membulatkan bibirnya.
"Yuk?" ajak Reza memohon, terlihat dari matanya yang sangat mendamba.
"Masih ada sedikit" jawab Melisa saat pinggangnya sudah merapat di tubuh suaminya.
"Piknik masing-masing lagi dong?" ucap Reza pasrah.
"Gak, males!" Melisa meronta ingin mejauh namun tangan Reza justru semakin erat memegang pinggangnya.
"Pegel aku tuh" decak Melisa saat ia mengingat piknik ala kebun bintang yang Reza sarankan saat ia harus berkenalan dengan sang belalai gajah.
"Terus aku gimana?" rengeknya semakin manja, dengan memasang wajah imut ingin dikasihani.
"Kamar mandi sana, usaha sendiri" jawab Melisa dengan iringan gelak tawa mengejek.
"JAHAT" balas Reza, yang langsung berjalan masuk ke kamar mandi.
****
"Dek," panggil Melisa di tengah tangga saat melihat adik iparnya.
Ameera menoleh dan mengehentikan langkahnya.
__ADS_1
"ko rambutnya gak di Iket?" tanya Melisa basa-basi, ia berharap gadis kesayangan keluarga suaminya ini tak lagi merajuk padanya
"Aku gak sempet, Kak" jawab Ameera masih sedikit dingin.
"Kakak iketin, yuk. mumpung masih pagi banget, kak Reza juga masih mandi" ajak Melisa masih mencoba meluluhkan hati Ameera.
"Gak usah, gak apa-apa hari ini gak ada pelajaran olah raga"
"Hem, ya udah kita ke meja makan sekarang ya"
Ameera mengangguk, kini keduanya berjalan beriringan menuju ruang makan.
"Pagi, dek" sapa Rossa saat melihat adik sepupunya mulai menarik kursi
"Hmm" sahutnya tanpa bicara.
"Loh, ko jam tangan barunya gak dipake sih?" tanya Rossa pada Ameera
"Nanti aja, ini masih baru banget" jawab Ameera sambil mengusap jam di tangan kirinya.
"Padahal kakak sampai ribut loh sama kakakmu kemarin saat milihin jam itu buatmu"
DEG..
Hati Melisa langsung mencelos tak percaya dengan apa yang ia dengar dari Setan kecil dihadapannya itu..
,🌱🌱🌱🌱🌱
Happy Ied Mubarok❤️❤️
mohon maaf lahir bathin ya buat kalian semua..
yuk RAMAIKAN like dan komennya..
__ADS_1
follow juga bantu vote ya..
calangheyo 🥰🥰🥰🥰