Suami Dadakan

Suami Dadakan
extra bab 123


__ADS_3

🌻🌻🌻🌻🌻


" Sabar ya dek, harap antri!"


Cahaya yang mendengar bisikan kakaknya itu langsung membulatkan kedua matanya, tak terima di ejek iapun menjerit sampai suaranya menggema ke seisi ruangan.


Langit yang duduk paling dekat pun segera menutup kedua telinganya.


"Dek, apa-apaan sih!"


"Kakak tuh, Bang" adunya sambil merengek.


"Ayo, Jan kita kabuuuuuuuuuuurrrrrr"


Air kembali menarik tangan Hujan keluar rumah sambil tertawa terbahak-bahak karna puas menggoda adik perempuannya itu.


"Bang, masa kakak dulu, sih" rengeknya lagi pada Langit.


"Ya , gak apa-apa, dek" jawab Pemuda dewasa itu bingung.


"Kalo kakak Ay duluan, terus kakak Bu terus baru aku, gitu?" protesnya pada semua yang masih terkumpul.


"Suruh siapa lahirnya telat!" ucap Bumi sambil bangun kemudian berjalan santai menuju kamarnya di lantai atas.


"Kakak.........!!!" teriak si bungsu lagi.


"Sini..sini..."


Reza merentangkan tangannya untuk anak kesayangannya itu.


"Pah, adek juga mau. Kata oppa kan adek dulu yang harus jadi princess disini" rengeknya manja dalam dekapan sang papa yanh teramat menyayanginya.


"Tanya Abang dong, kok tanya papa" jawabnya sambil menciumi pucuk kepala si bungsu.


"Kapan, Bang?" tanya Reza akhirnya.


Langit mengulum senyum sambil mengusap tengkuknya.


"Baru mau cari rumah, Om" jawabnya malu-malu


Reza mengusap punggung Cahaya hidupnya itu, waktu berjalan begitu cepat.

__ADS_1


Tiga anak yang rasanya baru kemarin di lahirkan sang istri kini sudah beranjak besar dan segera memulai hidup mereka masing-masing.


Hatinya senang bercampur sedih saat ini, Si sulung yang paling dekat dengannya karna seringnya di beri hukuman kini akan mempunyai tanggung jawab yang teramat penting.


"Tunggu Abang bisa memenuhi kebutuhanmu dengan kerja kerasnya ya" ucap Reza pada si bungsu.


*******


Selamat perjalan kerumah Hujan, kedua saling diam tak ada yang memulai obrolan sampai akhirnya mobil berhenti disebuah rumah sederhana tanpa halaman.


"Dah sampe, Jan" ucap Air.


Gadis itu tak menjawab, ia diam melempar pandangan jauh ke luar jendela.


"Jan, Lo mau pulang gak?, apa masih betah sama gue?" goda Air sambil mengguncang bahu gadis itu.


"Heh, Hujan deres! Lo mau pulang gak?, gue mau mandi nih udah lengket banget mana laper seharian cuma makan ketoprak!" oceh Air.


Hujan lalu menoleh sambil menautkan kedua alisnya.


"Kenapa?" tanyanya bingung


"Oh, udah nyampe" ujarnya polos, lamunannya membuat ia tak sadar jika mobil mewah yang sedang ia tumpangi ini sudah sampai di depan rumahnya.


"Yuk, mampir" ajak Hujan sambil membuka setbelt nya.


"Gak! gue males ketemu sama bunda Lo yang ketus banget" tolak Air secara terbuka.


"Bunda baik, Lo nya aja yang belom kenal"


Air memutar bola mata nya malas tanpa mau menjawab.


"Yuk kenalan dulu sebentar" Ajak Hujan lagi.


"Kapan-kapan aja kenalannya, gue sekarang mau mandi sama makan abis itu mau tidur" jelasnya pada gadis yang seakan masih memohon padanya.


"Ya udah, nanti gue sendiri yang bilang ke bunda kalo keluarga Lo mau dateng"


"Nah itu lebih bagus" kekeh Air sambil menjentikkan jarinya di hadapan wajah Hujan.


"Ya udah, gue turun ya. Lo hati-hati di jalan" pesan Hujan yang bersiap.

__ADS_1


"Hem, Lo istirahat ya"


Hujan hanya mengangguk kan kepalanya sambil tersenyum simpul.


"Kabarin gue kalo Lo udah sampe rumah" pinta gadis itu malu-malu.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Gue udah capek banget.. sini gue peluk aja biar Lo gak kangen!!!


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Belom halal kaaaaaaaaaaakk


jangan di kekepin aja tuh calon bini.


Like komennya yuk


Oh ya, SuamiDadakan udah ada versi audiobook


bisa minta like komen vote hadiah juga ya..jangan lupa masukin favorit ❤️❤️❤️


please 🙏🙏🙏🙏 maksa pokonya 😘😘


__ADS_1


__ADS_2