
🌻🌻🌻🌻
Usai merapihkan dirinya kini anak sulung yang masih sering menangis meraung-raung itu keluar dari kamarnya menuju kamar kedua orangtuanya.
Ada Melisa disana yang pagi ini tak turun ikut sarapan dengan keluarga karna keadaannya yang belum membaik.
"Mah..." panggilan sambil mengetuk pintu.
"Iya, kak, masuk sini" sahutnya dari dalam.
Air membuka pintu kamar dengan pelan, senyum terbaik sang mama langsung terlihat olehnya yang berjalan mendekat kepada wanita yang sudah melahirkannya sembilan belas tahun silam itu.
"Mama masih sakit?" tanya Air yang sudah duduk di tepi ranjang.
"Enggak, udah mendingan kok, sayang"
Air menghambur memeluk Mamanya dengan erat memohon maaf karna ulah nakalnya ternyata membuat kesehatan Melisa menurun.
"Yang penting janji gak boleh gitu lagi ya" pintanya sambil mengusap kepala si sulung.
"Enggak, Mah, kan mau nikah jadi malah di harus kan sering-sering peluk" kekeh Air yang langsung mendapat pukulan pelan di punggungnya.
"Kamu siap?, Kalian jangan main-main dalam pernikahan, kamu berani menyentuh gadis itu kamu juga harus siap bertanggung jawab" tegas Melisa lagi.
" Tapi kakak gak lakuin diluar batas, Mah''
"Mama tau, tapi tetap saja membawa seorang gadis ke dalam kamar yang tertutup itu sudah sangat mengecewakan mama, bagaimana jika itu adikmu, kak? Saat adek dan Abang beranjak dewasa papa memisahkan mereka agar tak terjadi hal yang tak di inginkan" ucap Melisa, ia memposisikan dirinya sebagai ibu dari seorang gadis.
"Kakak janji, mah. Kakak pamit ya mau keluar sebentar nanti pulang ke apartemen" pamitnya pada sang mama.
"Pulang kesini, besok kita baru pulang ke sana ya"
"Kakak mau ambil pisang, mah!"
********
Kahyangan.
Gadis yang lebih tua satu tahun dari si kembar itu sudah menunggu di kursi kayu bersama anak-anak lainnya.
Mobil box yang membawa makanan dan bingkisan pun sudah datang sedari tadi.
__ADS_1
Ia berkali-kali membuka ponselnya berharap ada balasan dari Air yang sudah telat lima belas menit dari biasanya.
"Itu dia" gumam Yayang saat ia melihat motor besar Air sudah terparkir di dekat mobil box.
pemuda itu melepaskan helm dan jaket, kemudian berjalan menghampiri Kahyangan yang sudah tersenyum manis padanya.
"Sorry telat, mama sakit" ujarnya saat berdiri di depan Kahyangan.
"Mama kamu sakit?, sakit apa?" tanya Yayang khawatir karna Bumi malah tak memberi tahunya.
"Sakit mikirin anaknya yang ganteng" kekeh Air.
Yayang tertawa saat melihat raut wajah menggemaskan teman laki-lakinya itu.
"Yuk, udah di tungguin tuh!"
Gadis itu menarik tangan Air yang tersenyum simpul dibelakang tubuh Kahyangan yang berjalan di depannya.
Lebih dari satu jam mereka bermain dan belajar banyak hal bersama anak-anak jalanan, tak lupa makanan dan bingkisan pun Air dan Yayang berikan secara cuma-cuma.
.
.
.
"Gimana apanya?"
"Kamu sama Bumi!" ucap Ay yang kini sudah meringsek duduk lebih dekat dengan Kahyangan.
"Gak gimana gimana, emang maunya gimana?" kata Kahyangan sambil tersenyum tipis.
"Yang, jangan lakuin itu, aku mohon!" pinta Air.
Kahyangan menoleh lalu menarik nafas dalam-dalam.
"Kamu pikir aku sanggup nolak adikmu yang sabarnya luar biasa, kasih sayang nya tak terhingga dan kesetiaannya jelas tak tak bisa di ragukan lagi, Ay"
Air membuang nafasnya kasar.
Ia sendiri ingin sedari awal menarik Bumi tapi ia tak kuasa saat melihat binaran cahaya cinta dari mata adiknya itu, apalagi saat ia tahu bahwa Bumi sudah tiga tahun mencari sosok Kahyangan yang kenyataannya selalu ada dengannya.
__ADS_1
"Kamu mencintainya?" tanya Air.
"Akan! aku akan sangat mencintainya, Ay" jawabnya mantab tanpa keraguan.
"Gak yang, aku gak bisa kamu kaya gini" lirih Air dengan mata berkaca-kaca.
Kahyangan menarik tangan Air yang terasa dingin saat ia genggam dengan begitu lembut.
"Izinkan aku bersamanya, walau itu sulit, Ay"
Air menggelengkan kepalanya, satu tetes air mata jatuh tepat di pipi kanannya.
"Kali ini aku akan mencoba memberi kesempatan hatiku sendiri untuk bahagia dengannya, Tak ada yang lebih mencintaiku selain dia , termasuk kamu!"
Air menunduk, ia meremas tangan kahyangan diatas pangkuannya.
.
.
.
.
.
.
.
.
Jangan yang... cukup aku yang rasain sakitnya..
jangan berikan luka yang Sama pada adikku, Ku mohon!!
💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞
Kalian kenapa sih?
kok si kakak nangis 🤭🤭🤭
__ADS_1
Tar banjir loh 😂😂😂😂
Like komen nya yuk ramai kan ❤️❤️❤️❤️