Suami Dadakan

Suami Dadakan
extra bab 181


__ADS_3

🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻


Aku mengantar Langit menemui ibu kandungnya, Ra.


Melisa tertegun.


Dunianya seakan berhenti sepersekian detik saat mendengar alasan sang suami pergi bersama anaknya tadi.


Wanita cantik yang kini memakai piyama tidur berwarna coklat muda itu menggelengkan kepalanya.


"Ibunya cuma aku, Mas" Selak Melisa.


Reza yang tahu akan reaksi Melisa langsung meraih tangan halus yang kini terasa begitu dingin karna rasa takut berlebihnya.


"Aku ibunya!" ucap Melisa dengan mata berkaca-kaca.


"Sayang, Kalian ibunya. Kamu dan Diana sama-sama ibunya Langit" jelas Reza sambil menghapus air mata sang istri


"Diana?, siapa Diana, Mas!"


Teriakan Melisa sungguh sangat menggema ke seisi kamar mereka, wanita itu terus menangis dan tak ingin disentuh suaminya.


"Diana ibu kandung Langit, beberapa bulan ini Kesehatannya semakin parah dan aku hanya ingin mereka bertemu, Ra. Bagaimana pun Langit harus tau keluarganya" jelas Reza.


"Mas Reza sudah tau?" tanya Melisa yang di jawab anggukan kepala oleh suaminya itu.


"Kenapa harus cari tau, kita gak perlu tau itu, Mas!" sentak Melisa tak suka dengan keputusan Reza yang telah mencari tahu latar belakang anaknya itu.


"Mas Reza mau balikin Abang ke mereka, mau pisahin aku sama Abang, apa empat tahun belum cukup buat kamu bikin aku tersiksa menahan rindu saat kamu maksa kuliahin Abang di luar kota."

__ADS_1


Reza membiarkan KHUMAIRAHnya itu mengeluarkan semua isi hatinya, emosinya dan semua apa yang ingin ia katakan.


Pria itu tak perduli saat Melisa memukulinya dengan bantal, melemparnya dengan selimut bahkan meja riasnya pun sudah berantakan, semuanya berserak di lantai.


Begitulah sisi lain dari sang istri jika menyangkut keempat anaknya, wujud ibu perinya akan berubah menjadi monster yang mengerikan jika ada yang sengaja mengusik ketenangan rumah tangganya apalagi saat ada yang ingin merebut perhatian anak-anaknya.


"Beri ibunya apa yang dia ingin, Mas. berikan semua uangku, perhiasanku atau apapun itu tapi ku mohon jangan ambil Abang dariku, suruh Abang pulang, Mas. Aku mohon.. aku mohon kali ini bawa Abang pulang" pinta Melisa sambil menangkup kedua tangannya dan berlutut di hadapan Reza yang sudah ikut menitikan air mata melihat betapa terlukanya sang istri.


"Dia punya segalanya, Ra!" jawab Reza sembari meraih tubuh istrinya untuk di peluk, tubuh lemah itu langsung masuk kedalam dekapan Reza.


"Ia hanya butuh putranya saat ini, kamu gak usah khawatir. Abang tetap anak kita, aku gak akan biarkan siapapun ambil Abang dari kita, kecuali--_"


" Kecuali apa?" tanya Melisa di sela isak tangisnya.


"Kecuali Abang sendiri yang lebih memilih keluarga kandungnya di banding kita, aku bisa apa?" ucap Reza, hal yang ia sangat takuti saat ini.


"Abang gak mungkin lakuin itu, Abang sayang kita, Mas" elak Melisa, ia tak mungkin bisa membayangkan hal itu.


"Aku yang urus dia, ibunya cuma melahirkannya, kan? rasa sayangku ke Abang tentu jauh lebih besar dibanding ibunya" Melisa semakin egois mempertahankan miliknya, seakan ia ingin seluruh dunia tahu jika hanya ia yang berhak atas Langit.


"Jangan bersikap begitu, kalian sama sama wanita, sama-sama seorang ibu, kamu pasti bisa ngrtiin posisi dia sekarang, Ra" tutur Reza menenangakan istrinya yang semakin histeris.


"Kamu mau samain aku sama dia? jelas kami berbeda! Aku gak pernah ninggalin anakku, MAS!!" sentak melisa yang tak terima dengan ucapan suaminya.


"Diana terpaksa lakuin itu, semua ada alasannya, Ra!"


"Jangan pernah sebut nama wanita itu, Mas. Kamu diam diam menemui wanita lain dibelakang ku, Iya!"


Kini permasalahan mereka semakin melebar kemana-mana. Tak hanya menyangkut Langit tapi juga ibunya.

__ADS_1


Reza Sampai terkejut saat melihat sorot mata sang istri yang begitu nyalang menatapnya.


"Ra. Jangan salah paham dulu"


Melisa berjalan mundur sampai membentur tembok kamarnya, Hanya air mata yang terus menetes tanpa suara Isak tangis seperti tadi.


"Ra... demi Tuhan, demi anak-anak, aku gak lakuin apa yang kamu pikirkan saat ini, sayang...."


Reza tahu, KHUMAIRAHnya sedang berperang dengan bathinnya sendiri.


.


.


.


.


.


.


Keluar kamu, Mas!!


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Sini bang, pulang sini kerumah akoh kalo di usir Ama Melisa 🤭🤭🤭..


Banyak yang mau nampung dengan senang hati loh!

__ADS_1


like komen nya yuk ramai kan ❤️🙏


__ADS_2