Suami Dadakan

Suami Dadakan
extra part 11


__ADS_3

🌻🌻🌻🌻


"Aku calon istrinya!!"


Pernyataan Cahaya membuat Langit dan Alexa terkejut, keduanya diam menatap Chaca dengan air mata yang sudah menggenang siap meluncur turun di kedua pipinya.


"Sayang.."


Cahaya berlari meninggalkan Langit dan Alexa, bahkan gadis itu harus berkali-kali menabrak orang lain di tengah jalan.


Cahaya sangat mirip dengan mama dan papanya, memiiki tingkat kecemburuan di atas rata-rata pada umumnya, ia tak suka miliknya di usik, di lihat bahkan di sentuh orang lain, berani bicara lantang jika ada yang mulai mengganggu hubungan nya, tak jarang ia mengamuk pada kakaknya sendiri


jika Langit lebih lama bersama Ay atau Bu.


satu orang yang tak pernah ia cemburui selama ini hanya Melisa, mamanya.


.


.


"Sayang, gak usah lari-lari bisa gak?"


Langit yang khawatir akhirnya bisa menarik tangan Chaca saat mengejarnya, ia hanya berani memanggil Cahaya dengan sebutan sayang jika jauh dari Reza dan Melisa.


Langit langsung memeluk Si bungsu dengan sangat erat, ia merasakan tubuh Cahaya berguncang pertanda ia sedang menangis histeris.


"Maaf, Abang melukai hatimu lagi" ucapnya lirih penuh penyesalan.


"Maaf, Abang selalu buat kamu nangis"


Langit semakin mengeratkan pelukannya, namun Cahaya mencoba meronta-ronta ingin melepas kan dirinya.


"Diam, yank"


"Abang gitu, Abang gak sayang sama aku!" Cahaya terus terisak sambil memukuli dada Langit


"Abang kurang sayang apa sama kamu"


Langit mengurai pelukannya, menangkup wajah penuh air mata Cahaya dengan kedua tangannya.


.


.


"Tunggu tiga tahun lagi, Abang akan buktikan semuanya di depan orangtuamu!"


***


Air bersorak saat jagoannya menang juara satu, ia yang sangat kagum berusaha ingin menerobos kerumunan orang yang sama ingin mendekat.


"Kakak mau kemana?" Tanya Bu sambil menarik tangan Air.


"Aku mau kesana, aku mau lihat langsung orangnya"

__ADS_1


Tanpa menjawab Bumi semakin menarik tangan kakaknya itu agar semakin menjauh dari kerumunan.


"Abang Sama adek mana?, kota cari dulu"


Air yang kesal tapi akhirnya ia mengalah dan mengekor di belakang Adiknya dengan tangan masih di cekal oleh Bumi.


"Kemana ya?" gumam Bumi sambil mengedarkan pandangannya mencari Langit dan Cahaya.


"Di mobil kali" sahut Ay, kini gantian ia yang menarik tangan adiknya itu


Dan benar saja, keduanya kini ada di dalam mobil sedang makan sepiring nasi bakar dengan ayam goreng.


"Kita cariin taunya lagi makan" oceh Ay, ia melahap suiran ayam di piring adiknya.


"Kakak jorok, cuci tangan dulu sana"


Bumi yang sudah masuk kedalam mobil dan duduk di kursi belakang melihat kedua mata adiknya yang merah Sembab di tambah suara yang serak.


"Abis nangis laper ya?" ejek Bumi dengan tawa.


"Udah biasa!" Sahut Langit sambil mengelus kepala Cahaya.


"Dek, mau makan gak, kakak laper" tanya Ay yang masih diluar berdiri di sisi adiknya.


"Boleh deh"


Ay Langsung pergi jejeran stand penjual makanan, memesan dua piring nasi bakar beserta lauknya.


hanya menunggu kurang lebih lima belas menit kini Ay kembali dengan nampan di tangannya.


.


.


"Yuk pulang" Kata Cahaya.


"Mama sama papa gak dibeliin sesuatu?" tanya Ay, ia ingat pada kedua orangtuanya dirumah yang pasti sedang menunggu.


"Nanti beli dijalan" balas Langit yang sudah menyalakan mesin mobilnya.


.


.


Sampai di apartemen Langit memarkirkan mobilnya Di area khusu keluarganya.


Semua kini sudah turun dan berjalan beriringan masuk kedalam lift.


Ay dan Bu melangkah lebih dulu, sedangkan pasangan sejoli Cahaya Langit mengikuti dari belakang.


"Aku mau mandi" kata Bu saat memasuki apartemen.


"Sama aku juga" Chaca ikut menimpali.

__ADS_1


Langit yang di tinggalkan akhirnya memilih untuk ke dapur mengambil minuman, sedang kan Air sudah naik ke atas membawa bungkusan di tangannya langsung menuju kamar orangtuanya.


"Maaaaaaah...kakak udah pulang!" panggilnya dengan menggedor pintu kamar


"Iya sayang, tunggu!" Sahut Melisa dari dalam.


CEKLEK..


Melisa membuka pintu namun si sulung sudah tidak ada, hanya ada satu bungkus plastik tergeletak di lantai.


Pasti kebelet pengen pipis deh..


"Apa itu, Ra?" Tanya Reza di balik selimut untuk menutupi tubuh polosnya.


"Gak tau, kakaknya udah gak ada, cuma ada ini depan pintu" sahut Melisa yang lalu memberi bungkusan itu pada suaminya.


"Kamu kelamaan pake bajunya, keburu kabur tuh anak" kekeh Reza menggoda istri nya yang tadi panik mencari baju.


"Mas Reza kebiasaan, lempar lempar sembarangan terus!" ujarnya tak mau kalah.


"Ya udah, terus yuk" kedua alis pria tiga anak itu sudah naik turun, ide jahil tentu sedang menguasai otak mesumnya.


"Gak, Aku udah pake baju males buka!"


"Lah, Selama ini kan aku yang buka, kamu mah tinggal terima beres tau tau gak pake apa apa, hahaha" godanya yang langsung mendapat cubitan di lengannya.


"Cepet, Ra.. lagi, Ayo!" pintanya dengan wajah imut-imut sampai istrinya tak mampu menolak.


.


.


.


.


"kocok dulu sebelum ......."


🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥***


Disembur?


Ditelen?


Dibuang?


DiLepeh?


Suka suka Lo aja bang 😝😝😝😝😝😝


Like... like...like.. woy.. di like ya🤧🤧🤧🤧


Maaf ya teteh mah jarang balesin komen.

__ADS_1


Lebih seneng balesin komen di FB 😂😂



__ADS_2