
🌻🌻🌻🌻
Dooor...
Dooorrrr....
Dooorrrrrr...
Air membuka pintu kamar Ameera dan langsung menodongkan kan tembakan mainannya kepada dua orang yang meringkuk di atas ranjang sedang pura-pura tertidur.
"Adek kecil sama adek gede, kalah!!!"
"Horeeeee... kakak menang!"
Teriak Air membuat Ameera kesal dan langsung duduk dari tidurnya.
"Aunty, kak!" ujar Ameera pada Air yang berdiri di kasurnya.
" Adek gede, Wek! hahahaha" bocah yang selalu berisik itupun langsung turun dan berlari keluar kamar saat Ameera baru saja ingin menangkapnya.
.
.
.
BUG
BRAAAAAKKKKK
PRAAAAAAAANG...
"Apaan tuh?" tanya Ameera saat mendengar suara heboh dari luar kamarnya.
"Paling kakak nabrak sesuatu" jawab Bu dengan santainya.
__ADS_1
"Huaaaaaaaaaaaa" tak lama terdengar suara tangis si sulung yang langsung menggema ke seisi lantai dua.
"Tuh kan!" ucap Ameera dan Bumi berbarengan kemudian mereka tertawa bersama.
***
Seharian ini semua orang melakukan aktivitasnya masing-masing, Melisa dan mama sibuk di dapur mencoba resep masakan terbaru yang mama dapatkan dari luar kota kemarin bersama papa.
Air masih berlari kemanapun yang ia mau, dan tak jarang ia juga menggoda para ART dan penjaga rumah, ada saja tingkah nya yang selalu membuat kesal ataupun tertawa.
Cahaya sibuk dengan mainan barunya bersama Ameera, begitupun Bumi yang asik menyusun Lego dengan berbagai macam bentuk dengan Langit.
Reza yang menguras kolam ikan karna di suruh Papa pun hanya pasrah melakukan nya.
.
.
"Kakak, mandi!" teriak Melisa yang bingung harus kemana lagi mencari anak sulungnya itu.
"Gak liat, Bun" sahut Langit bingung sambil menoleh ke kiri dan kanan juga.
"Abang mandi duluan sama Bumi ya, nanti gantian sama Air" titah Melisa pada Anak angkatnya itu.
"Iya, Bun. Adek udah mandi?" Langit balik bertanya, perhatiannya pada si bungsu menang pantas di acungi jempol.
"Nanti sama Aunty, masih mainan kayanya di kamar belum keluar-keluar" jawab Melisa dengan tangan mengelus kepala Langit.
Bocah sembilan tahun itu kemudian berlalu menemui Adik keduanya yang duduk fokus dengan bangunan Lego di hadapan yang ia susun dengan sangat besar.
"Awas!!" pekik Langit langsung menarik tangan Air yang hampir jatuh dan menabrak Mainan Bumi.
Bumi yang terkejut hanya melongo melihat Lego dan kakaknya secara bergantian.
" Kakak gak bisa ya kalo gak lari?" oceh Bumi yang kesal karna hampir saja mainannya hancur berantakan jika saja Abangnya tak menahan.
__ADS_1
"Kakak gak sengaja, gak hancur juga kan?" ucapnya mengaku salah
"Hampir, kak!" desah Bumi.
"Maaf!" Air yang sudah mulai berkaca-kaca menunduk meminta maaf pada adik pertama nya itu.
"Aku maafin, tapi lain kali hati-hati" jawab Bumi yang kemudian bangun dan berlari ke kamarnya.
"Hiks.."
Langit langsung merengkuh tubuh adiknya, ia mendekapnya dengan perasaan bingung harus membela yang mana.
"Bumi gak marah sama kakak, Bumi cuma kaget aja pas kakak mau jatuh" ucap Langit menenangkan Air dalam pelukannya.
"Tapi adek langsung pergi tinggalin kakak" ujarnya sambil terisak-isak.
"Udah sore, tadi kata mama kita harus mandi, dan Bumi pasti sekarang mau mandi"
"Bener?" kata Air yang sudah mendongakkan wajahnya melihat ke arah Langit.
"Iya, kakak gak percaya?, yuk kita ke kamar liat Bumi lagi apa sekarang" ajaknya kemudian dengan tersenyum.
"Ayok!"
Langit langsung ditarik oleh Air setelah tangan halus itu lebih dulu menghapus air matanya.
Melisa yang berada di balik dinding menyaksikan itu semua sungguh sangat terharu, Cairan bening di ujung matanya pun kini sudah mengalir deras.
CUP.
"Lagi nonton drama trio kwek-kwek ya" bisik Reza sambil memeluk istrinya dari belakang
💦💦💦💦💦💦💦💦
NaGA nya gajah lagi pada berantem 🤭🤭
__ADS_1
Like komen nya yuk ramai kan ❤️❤️