
🌻🌻🌻🌻🌻
"Manis, Yang" ucap Bumi dengan wajah merona.
"Hey, jangan buatku malu"
Kahyangan menutup wajahnya dengan kedua tangan, rasanya ia ingin menghilang dari hadapan pemuda itu.
Sentuhan Bumi begitu lembut ia rasakan tadi, hal yang pertama ia lakukan dengan seorang pria.
"Maaf, aku menyentuh mu, aku berjanji tak kan mengulanginya lagi" ujar Bumi penuh sesal.
"Tak apa, kita hanya begitu larut dalam perasaan masing-masing"
Keduanya kembali berbincang sambil di selingi candaan sampai akhirnya mereka tertawa bersama tanpa Bumi dan Kahyangan sadar ada seorang wanita yang berdiri di balik bufet besar sedang menghapus air matanya.
"Kalian belum makan?" tanya Ibu yang datang tiba-tiba mengagetkan.
"Belum" jawab keduanya saling pandang dengan mengulum senyum
Ibu yang sudah melihat dan mendengar hanya berpura-pura tak tahu dengan apa yang terjadi antara anaknya dan pemuda di sisinya itu.
"Mari makan, ini sudah lewat dari waktunya"
Mereka makan bersama satu meja dengan makanan rumahan, bagi Bumi masakan Ibu Yayang hampir mirip dengan masakan Melisa dan saat itu juga bayangan kedua orangtuanya terlintas.
Maafin kakak, Mah!
Kali ini biarkan kakak mengerti lebih dulu .
*******
Usai makan malam bersama dan berbincang sebentar kini Bumi berpamitan untuk pulang Karna waktunya hampir larut malam.
Pukul sepuluh adalah batas maksimal mereka sampai dirumah.
"Aku pulang ya" bisiknya sambil memeluk Kahyangan.
"Hati-hati dijalan, kabari aku jika sudah sampai dirumah" pesan Yayang padanya.
__ADS_1
"Tentu, aku pasti akan langsung meridukanmu saat tak lagi melihatmu, Yang"
Kahyangan mengurai pelukannya, keduanya berdiri saling berhadapan dengan tangan masih saling memeluk pinggang.
"Jadikan perbedaan kita alasan untuk terus merayu Tuhan, karna hanya pada-Nya aku pun akan memohon yang terbaik untuk hubungan kita". ujar Yayang pada Bumi.
"Baiklah, aku meminta Tuhanku dan Tuhanmu berunding agar aku dan kamu menjadi kita"
Keduanya kembali berpelukan, Bumi mencium pucuk kepala dan kening Kahyangan sebelum ia masuk kedalam mobil.
.
.
.
Kendaraan mewah Bumi membawanya membelah jalan ibu kota yang sudah nampak sepi, di bawah langit malam dengan hamburan gemintang pemuda itu terus saja membuang nafas kasar.
Bagaimana aku mengatakan ini semua pada Mama.
Masalah kakak saja sudah membuat mama drop. tapi sungguh aku pun tak bisa menyembunyikan ini semua sendiri.
" Terima kasih" ujar Bumi sambil berlalu masuk kedalam kediaman rumah utama.
Langkahnya berhenti saat melihat Langit di tengah tangga, Abangnya itu tengah tersenyum padanya.
"Dari mana?" tanya Langit.
"Dari rumah Yayang, Bang" jawabnya menunduk karna Langit melihatnya dengan tatapan penuh tanya.
"Ada masalah, Kak?" tanya pria itu lagi, ia mencoba menyentuh bahu Bumi.
"Gak ada, Bang"
"Apa kalian bertengkar?, kamu lain, kak"
Langit yang memang mengenal Bumi sejak bayi tentu sangat hapal dengan perubahan sikap adik-adiknya jika terjadi sesuatu.
"Gak ada, benaran deh!" sahutnya lagi meyakinkan pria yang masih menaruh curiga padanya.
__ADS_1
"Baiklah, jangan memendam semuanya sendiri" pesan Langit sebelum kembali meneruskan langkahnya menuju kamarnya sendiri yang memang berada dilantai bawah.
Bumi melanjutkan langkahnya menapaki sisa anak tangga hingga akhir.
Sampai ia harus lebih dulu berbelok ke arah satu kamar yang di isinya kakaknya
Tok..tok..tok..
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Kak, ada yang ingin ku bicarakan!!
🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺
Bumi mau interogasi kakaknya🤭🤭🤭🤭
Hayo... siap-siap ya kak awas keceplosan 😂😂
Like komenya yuk ramaikan ♥️
__ADS_1