
🌻🌻🌻
"Kamu?"
Melisa tersentak kaget saat melihat sosok di hadapannya.
Begitupun dengan si pria, bahkan ia lebih tak mengedipkan matanya saat pandangannya mengarah ke perut buncit Melisa.
"Hay," sapanya pelan tanpa suara.
"Ayo sapa dulu, by" titah eyang
"Assalamualaikum,"
"Waalaikum salam" jawab semuanya serentak.
"Apa sih senyum senyum?" Reza yang melihat kejadian itu langsung menarik kepala Melisa kedalam dadanya
"Mas Reza apa apaan sih?" dengus Melisa kesal.
"Diem gak?" ujar Reza namun matanya langsung menatap tajam kearah pria yang masih berdiri di sisi Eyang.
"Kalian kenal?" tanya mama bingung.
"Alhamdulillah kenal, nyonya" kata Aby si pemuda yang tinggal dengan eyang.
"Ko bisa?" tanya papa.
"Mas Reza awas sih, aku engap"
"Gak, kamu gak boleh di liatin gitu" sungut Reza, ia semakin emosi saat Aby mengulum senyumnya.
"Za, kasihan itu Melisa, kamu kenapa sih?" mama memukul lengan anaknya yang tiba-tiba memeluk Melisa dengan erat.
"Tau nih, suka gak jelas gini deh" Melisa terus meronta ingin di lepaskan.
"Eyang, aku mau kekamar" kata Reza yang langsung berdiri.
__ADS_1
"Iya, istirahat lah, kamarmu masih yang dulu" kata eyang.
"Ayo, cepetan!" ajaknya pada sang istri.
"Aku gak bisa lihat jalan, kalau muka aku ada di ketiak mas Reza gini" oceh Melisa makin kesal, ingin rasanya ia menggigit bahu suaminya.
"Waaaaah" seru papa sambil bertepuk tangan saat Reza justru menggendong Melisa ala bridal style kearah kamar dilantai dua.
"Anakmu kenapa, Pah?" tanya mama bingung.
"Kesurupan kali, Mah" kekeh papa.
Aby hanya tersenyum dan menunduk sopan saat pasangan suami istri itu melewatinya.
"Saya permisi kebelakang," pamit aby pada ketiga orang yang masih duduk melepas lelah di ruang tamu.
*****
"Hayo, siapa tadi?" tanya Reza saat membaringkan tubuh Melisa di atas ranjang.
"Yang mana?" Melisa malah balik bertanya.
Melisa hanya mengangguk, binar bahagia jelas di kedua matanya membuat Reza mendecih kesal.
"Dia siapa? kenal dimana? kenapa bisa kenal? kapan kenalannya? gimana bisa kenal?" Reza sungguh di buat frustasi dengan kejadian ini.
"Banyak banget sih nanyanya, satu satu dong sayang" kekeh Melisa, ia merasa gemas dengan raut panik suaminya.
"Aby, aku kenal dia udah lama banget" jawab Melisa dengan tenang.
"Iya, kenal dimana sayangku, cintaku, istriku, KHUMAIRAHku"
"Dipanti asuhan, tapi tiga tahun lalu Aby gada kabar" kini raut sedih jelas terlihat.
"Jadi dia juga anak panti?" tanya Reza.
Melisa mengangguk.
__ADS_1
"Iya kami besar bersama disana. Tapi Aby memilih keluar dan sampai detik ini gak pulang" kata Melisa.
Reza membuang nafas kasar, ia mengacak rambutnya sendiri.
"Kenapa sih?" tanya Melisa
"Aku gak suka cara dia liat kamu tadi"
"Kami hanya terkejut, Mas" Melisa mencoba menenangkan suaminya.
"Jangan keluar, tetap disini, Ok!" titah Reza.
"Loh, ko gitu?" protes Melisa tak terima.
"Ya udah kita pulang!"
Melisa langsung memukul suaminya dengan bantal berkali-kali sampai Reza harus menjerit meminta ampun.
"Ih, kamu kasar sih, Ra"
"Aku mau keluar, jauh jauh dateng kesini masa harus dalem kamar lagi!" dengus Melisa kesal.
Reza yang tau istrinya akan turun dari ranjang dengan cepat berlari kearah pintu, menguncinya lalu melempar kunci tersebut ke sembarang arah.
"Kita gak bisa keluar" kata Reza dengan senyum menyeringai, ia kini kembali mendekat sambil membuka kaos yang ia kenakan, kelakuannya saat ini membuat Melisa menelan salivanya kuat kuat.
"Buka," titahnya saat sudah berdiri di sisi tempat tidur.
"Apa yang dibuka?" tanya Melisa panik.
"Lama ah, kamu bisa gak sih kalau aku nyuruh buka jangan suka nanya nanya!" oceh Reza dengan tangan sibuk membuka seluruh pakaian istri nya.
"Dia harus tau, kamu cuma milikku, Ra!"
🐍🐍🐍🐍🐍🐍🐍
Emang siapa yang mau nyomot sih bang?
__ADS_1
🤭🤭🤭🤭🤭🤭
Like komennya yuk ramaikan ♥️♥️🤗🤗