Suami Dadakan

Suami Dadakan
bab 151


__ADS_3

🌻🌻🌻


"Dengan senang hati"


Ucapannya mendapat sorotan tajam dari sang istri, ia hanya mengulum senyum lalu beranjak ke sisi kaki Melisa untuk melepaskan apa yang di perintah dokter Rissa.


"Lipat kakinya, maaf ya, Mel aku renggangin" ucap Rissa hati hati.


"Lo mau apa?" tanya Rissa sambil mencebikkan bibirnya kearah Reza.


"Gue mau tau Lo mau ngapain?"


"Haha, gue rasa Lo justru ahlinya" goda Rissa yang langsung membuat wajah Melissa berubah seperti kepiting rebus.


" Rileks, jangan tegang, biar gak sakit ya"


Reza yang sudah pindah ke sisinya hanya bisa mengeratkan genggamannya, merasakan sesuatu yang masuk ke dalam inti tubuhnya.


Meskipun sang suami sering melakukannya sungguh ini tak sama rasanya, walau Rissa maupun Reza menyentuhnya dengan sangat lembut dan hati hati.


"Masih pembukaan tiga" ujar Rissa sambil melepaskan sarung tangan karetnya.


Pasangan suami istri itu saling pandang tanpa ekspresi sampai akhirnya suara panik mama memecah keheningan.


"Kita kerumah sakit sekarang" ucap mama tiba-tiba.


"Kamu mau ke RS sekarang, Mel?, mau lahiran normal atau SC?" tanya Rissa saat sudah kembali ke sisi ranjang setelah mencuci tangannya.


Melisa hanya diam, ia pun bingung harus bagaimana tak tahu harus menentukan sikap dan keputusan.


"Kerumah sakit aja ya, kita gak tau nanti gimana" kata Reza sambil mencium kening istrinya.


"Sekarang?," tanyanya ragu.


"Iya, mama gak mau kalian kenapa kenapa"


"Mama telepon papa, dan kamu hubungi Ambulance Sekarang juga" titah mama pada anak sulungnya itu.


"Gak usah pake ambulance, bawa mobil sendiri juga gak apa-apa" sahut Caca yang sudah membereskan alat alatnya.


"Sakit gak, Ra?" tanya Reza.


"Enggak, Mas. sakitnya masih jarang jarang"


"Iya, masih pembukaan awal, masih nunggu tujuh pembukaan lagi. kalo di hitung dari sekarang mungkin malam anak kalian launching"


"Aku takut," ujar Melisa yang tangannya kini berasa seperti es.


" Ada aku, ada kita semua yang akan dampingi kamu"

__ADS_1


"Kalo kalian kesana sekarang, aku bisa pantau tekanan darahnya lebih enak. Aku bisa jaga jaga buat ambil tindakan"


"Ya udah kita kesana sekarang" akhirnya Reza mengambil keputusan sepihak.


"Ok, gue akan siapin semuanya, gue pamit ya"


"Makasih ya" ujar Raza sebelum Rissa bergegas keluar dari kamar


"Aku siapin perlengkapan kamu sama baby-nya dulu ya, kamu diem disini"


Reza bergegas kearah lemari besar membuka pintu kedua dan mengambil tas besar yang sudah dari tiga Minggu lalu sudah disiapkan.


"Ayo,bangun pelan pelan"


Melisa meraih tangan suaminya, berjalan dengan langkah kecil sambil berpegangan erat.


"Ayo mah, kita kerumah sakit" ajak Reza saat ia dan istrinya baru sampai di lantai bawah, terlihat mama dan eyang sudah menunggu.


"Papa akan menyusul dalam waktu satu jam"


Reza hanya mengangguk.


Kini ke empatnya sudah berada dalam mobil,


hanya Ameera yang tak ikut, gadis remaja itu memilih dirumah.


"Sabar ya sayang" ucap mama sambil mengelus perut besar menantunya, ia duduk dibelakang sedang eyang dan Reza dikursi depan.


"Iya, mama juga tau, tahan ya"


"Sabar ya, Ra. bentar lagi sampe rumah sakit"


Reza terus melajukan kereta besinya dengan kecepatan penuh, rasa khawatir seakan membutakan matanya jika ini adalah jalan raya yang juga banyak pengendara lain sepertinya.


Empat puluh dua menit akhirnya mobil mewahnya sampai di depan pintu IGD.


Di sana sudah berjejer beberapa perawat dan dokter jaga yang siap menyambut menantu dari pemilik rumah sakit tempat mereka bekerja.


"Cepat angkat, hati hati" titah salah satu dokter pada suster saat pintu mobil sudah di buka.


Kini Melisa sudah duduk di kursi roda, siap di bawa keruang periksa dimana dokter Rissa sudah menunggu sedari tadi saat ia pulang dari rumah Reza.


"Hai" sapa Caca santai dengan senyum khasnya


"Sakit?" tanyanya lagi saat Melisa sudah di pindahkan ke brankar pasien.


"Rileks ya, Ra. kita periksa lagi"


Melisa tak pernah menjawab, ia hanya diam dengan senyum kecil yang di paksakan.

__ADS_1


"Cek tekanan darahnya dulu ya, aku harap normal" lirihnya dengan mata yang sulit di artikan.


Melisa hanya mengulurkan tangannya yang sudah terasa lemas karna rasa takut.


"Wah, Alhamdulillah. tekanannya turun ya, Mel sekarang udah 130/90. aku gak nyangka loh"


Reza menciumi kening Melisa berkali kali, sampai membuat ia terharu.


"Tapi kita sc ya, gak apa-apa kan?" tanya Rissa memastikan.


"Gak apa-apa" jawabnya setelah melihat sang suami mengangguk kan kepalanya.


"Gue boleh nemenin kan?"


"Boleh, buat Lo apa sih yang enggak" kekeh Rissa.


"Kita pindah sekarang ya, ruangannya udah di siapin" ucapnya pelan dengan kerlingan satu mata.


"Tapi aku takut, Mas" bisik Melisa, tangannya mulai bergetar.


"Ada aku sayang, aku akan nemenin kamu berjuang" kata Reza yang ikut berbisik.


"Jangan tinggalin aku" pinta Melisa lirih, matanya sudah berkaca-kaca sedang menahan tangis.


"Justru aku yang takut di tinggalkan" gumam Reza sedih, ada cairan bening di ujung matanya.


"Maaf, Mas. maafkan aku"


"Iya, Ra. kamu ibu yang hebat sayang"


Kini Melisa sudah berada di ruang operasi, ruangan yang cukup besar namun tak pernah sedikitpun terlintas ia akan berada disini.


ada beberapa dokter termasuk dokter Rissa dan juga suster yang semuanya sudah memakai baju kebesaran mereka yang bisanya hanya di lihat Melisa dari TV tapi kali ini jelas berada di depan matanya.


"Ya tuhan" gumamnya tak percaya.


Ia duduk membungkuk siap menerima anastesi dari salah satu dokter yang ternyata sakitnya luar biasa, kemudian berbaring dengan kedua tangan di rentang kan.


Sudah tak ada lagi yang ia rasakan di bagian bawah tubuhnya, semua sudah mati rasa.


Reza yang setia berada di atas kepalanya tak hentinya memberikan semangat dan doa membuat Melisa semakin terharu dan sedih, berkali kali bayangan ibunya terlintas begitu saja, kini rasa sedihnya menjadi berlipat ganda.


Bu.. maafkan, Mel


Mel sedang berjuang menjadi ibu seperti ibu, ada cucu ibu yang akan Mel lahirkan.


Maaf Bu.. maaf karna selama ini Mel Belum jadi kebanggan ibu.


🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉

__ADS_1


Like like like..


jangan lupa ya sama komennya juga 🙏🙏


__ADS_2