Suami Dadakan

Suami Dadakan
berubah.


__ADS_3

🌺🌺🌺🌺🌺🌺


"Bumi akan datang satu jam lagi, Mas" ucap Melisa pada suaminya yang sedang duduk di tepi kolam ikan ikan mahal kesayangannya.


Sudah sejak lama Reza meluangkan sedikit waktu nya setiap pagi usai sarapan untuk memberi makan para peliharaannya, entah itu ikan atau burung bahkan beberapa ekor kelinci milik cicitnya, Embun yang belum paham dengan kewajibannya pada hewan peliharaan kadang sering mengabaikannya begitu saja.


"Iya, Ra. Biarkan dia datang lebih dulu" jawab Reza sambil menoleh kearah Khumairahnya yang berdiri beberapa langkah di sampingnya.


"Apa ada yang ingin kalian bicara kan?" tanya Melisa sedikit penasaran.


"Tak ada, Sayang. Hanya sedikit masalah perusahan milik Gala. Ada beberapa hal yang aku dengar dari Langit juga Air kemarin"


Melisa hanya mengangguk, jika sudah menyangkut tentang perusahaan tentu ia tak akan banyak bertanya lagi. Biarkan para lelakinya yang mengurus karna tugas para wanitanya cukup menjadi pendengar yang baik yang kemudian ikut memberi solusi.


"Baiklah, aku akan kedalam, apa kamu butuh sesuatu? biar aku ambilkan" tawar Melisa yang masih di posisinya tak beranjak sedikitpun sebelum mendapat jawaban dari sang suami.


"Aku tak ingin apa-apa, Ra. Habis ini aku akan menyusulmu kedalam.


Nyonya besar Rahardian itu langsung melempar senyum, tatapan mata teduh keduanya membuat siapa pun bisa ikut merasakan betapa besarnya Cinta suami istri dadakan itu yang nyatanya tak lekang oleh waktu, semua bisa di buktikan dengan tak pernah adanya orang ketiga yang mengusik rumah tangga mereka selama puluhan tahun bersama, Reza yang selalu menundukkan pandangan terus ingat dengan istrinya dirumah yang menunggunya pulang.

__ADS_1


.


.


Satu jam yang di katakan Melisa benar adanya, Bumi datang bersama Khayangan yang terlihat begitu cantik dengan gamis peach yang ia kenakan. Menanty kedua Rahardian itu memang berbeda tapi Reza dan Melisa selalu memperlakukannya sana dengan yang lainnya.


Begitu banyak yang si bincangkan Reza dan Bumi di ruang tamu hingga lebih dari empat puluh menit. Kahyangan yang sedari tadi mengobrol dengan Melisa pun di dapur bersih akhirnya datang kembali menghampiri.


"Kita berangkat sekarang kalau begitu" ucap Bumi saat istrinya sudah duduk tepat disampingnya.


"Dimana mama mu?" tanya Reza pada sang menantu.


"Sudah naik keatas, katanya mau siap-siap, Pah" jawab Yayang ramah dan sopan seperti biasa.


"Biar papa sendiri saja"


Reza bangun dari duduknya, langkah pelannya kini sudah berjalan kearah lift yang akan membawanya ke lantai dua Rumah Utama, karna jika naik tangga tentu tenaganya tak mungkin kuat melewati satu demi satu hingga akhir.


Triiing..

__ADS_1


Bunyi kotak besi yang tak pernah berubah itu menandakan jika pria baya itu sudah sampai di lantai atas. Reza langsung keluar saat pintu lift terbuka.


Ia kembali melanjutkan langkahnya sampai kedua kakinya berhenti didepan pintu berwarna putih.


Cek lek.


Reza masuk setelah ia berhasil membuka pintu, senyum mengembang di wajah tampannya saat melihat wanita yang teramat di cintainya itu sedang berdiri di depan cermin, kesempatan itu tak di sia-siakan Reza untuk segera memeluknya dari belakang.


"Mas, aku nampak sangat berubah ya, rambut ku putih semua, kelopak mataku berkeriput dan wajahnya tak sekencang dulu" lirih Melisa saat dagu suaminya kini ada diatas bahu kanannya


.


.


.


Kamu memang berubah, Ra.. tapi aku tetap suka karna mungkin ini cara TUHAN membuat ku tak BOSAN padamu....


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺

__ADS_1


Laki begini semua mah gak ada judulnya Azab pelakor 🀣🀣🀣


Ngayal dulu bae ah 😌😌😌


__ADS_2