Suami Dadakan

Suami Dadakan
bab 143


__ADS_3

🌻🌻🌻


Pasangan suami istri yang baru setahun merasakan bahtera rumah tangga itu berjalan santai menuju ruang praktek dokter Rissa.


Kabarnya gadis cantik yang sekaligus sahabat Reza itu sudah menunggu dari jam sebelas siang tapi sudah hampir jam dua belas keduanya tak kunjung datang.


CEKLEK..


Pintu Reza buka dengan lebar tanpa di ketuk, ia mempersilakan istrinya masuk lebih dulu.


"Siang, dok" sapa Melisa saat semakin dekat dengan meja dimana sang dokter berada.


"Eh, siang, Mel" sahutnya sambil melepas kacamatanya.


Kini Reza dan Melisa sudah duduk dihadapan Rissa, suasana tegang pun kian terasa saat tak ada sepatah kata pun Reza lontarkan.


"Periksa dulu yuk" ajak Rissa akhirnya memecah keheningan.


Melisa menoleh kearah suaminya yang mengangguk kan kepalanya.


Bangkitlah ia dari duduk dan berjalan di bantu perawat menuju brankar pasien.


"Rileks, ya Mel"


Salah satu suster memakai kan selimut sampai sebatas bawah perutnya, kemudian menyingkap baju sampai dada hingga Rissa bisa membalurkan gel yang dingin di atas perut Melisa yang bulat besar.


Sebuah alat mulai bergerak gerak diatasnya.


"Detak jantung bagus ya"


"Air ketuban cukup"


"Plasenta juga Ok"


"Semoga bisa melahirkan normal sesuai HPL ya, Mel" kata Rissa sambil meletakkan alatnya kembali.


"Cek tekanan darahnya lagi ya"

__ADS_1


Dengan sangat serius Rissa memeriksa secara keseluruhan.


"Masih sama kaya kemaren ya, gak ada perubahan" lirih Rissa.


Terdengar hembusan kasar nafas Reza yang berdiri di sisi Istrinya, memejamkan matanya sebentar untuk menenangkan perasaannya.


"Aku infus ya, Mel"


"Iya, dok"


Dengan sedikit meringis ia mencoba menahan rasa sakit saat jarum menusuk punggung tangan nya.


"Za, keruangan gue sebentar yuk, ada yang mau gue omongin sama Lo"


Lalu Reza mencium kening istrinya sekilas.


"Sebentar ya, nanti aku langsung balik sini"


Melisa hanya diam, tanpa menjawab atau pun mengangguk.


***


"Masih sama kaya yang pernah gue bilang sebelumnya" jawab Rissa yang terlihat ikut tegang.


Reza mendengus kesal dan membuang muka.


"Pake cara apa gitu, Ca?"


"Kan dari awal gue udah bilang, kehamilannya bermasalah"


"Ya terus gue harus gimana?"


"Pilih salah satu dari sekarang" ucap Rissa dengan berat hati.


"Gila Lo" Reza mulai emosi.


"Melisa rawan melahirkan dini, gue gak yakin dia bisa lahiran dalam waktu sebulan kedepan, Za"

__ADS_1


"Gue gak bisa"


"Gue cuma dokter, gue cuma berusaha semaksimal mungkin dan menang tuhan yang menentukan tapi gak ada salahnya kan kalau kita berjaga jaga?"


"Gue yakin Lo bisa, Ca. Lo dokter terbaik' ujar Reza sambil memegang tangan Rissa.


"Za, mohon kerja samanya" lirih Rissa frustasi.


"Gue akan lakuin yang terbaik, akan gue usahain dua duanya buat Lo"


"Lalu?" tanya Reza.


"Semuanya beresiko, Melisa bisa kena gagal jantung karna efek hypertensi juga pre-eklampsia yang sekarang ia alami'


"Separah itu?" tanya Reza dengan mata mulai berkaca-kaca.


Rissa hanya mengangguk pasrah.


"Gue tau ini berat, sangat berat tapi gue harus bilang dari sekarang biar Lo siap"


"Gue gak suka bercandaan Lo , Ca, garing gak jelas banget" ucap Reza dengan tertawa.


"Ini kenyataan!" Jawab Rissa meyakinkan.


"Maaf, Ca. kali ini gue akan bener bener egois, gue mau dua duanya, tolong gue ya" pintanya lirih dengan derai air mata.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Sabar yang bang...


Orang sabar disayang othor!


Eh ko gue sih?


Iyalah orang gue yang bikinπŸ˜‚πŸ˜‚


Bae Bae bang sama gue biar gak gue jadiin DUDA DADAKAN 🀭

__ADS_1


Like komennya yuk..


udah 4 part loh πŸ˜ŒπŸ˜ŒπŸ˜ŒπŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘


__ADS_2