Suami Dadakan

Suami Dadakan
bab 125


__ADS_3

🌻🌻🌻


Sinar matahari pagi sudah masuk kedalam kamar lewat ventilasi jendela, gorden putih yang menutupnya pun kini sudah bergerak gerak karna angin yang lumayan kencang berhembus.


Melisa menggeliat, ia terkejut karena tak Reza di sisinya, hal yang jarang terjadi selama pernikahannya.


"Mas Reza kemana?" gumam Melisa sambil mencoba bangun, ia merasakan kakinya sedikit keram dan akhirnya hanya memilih bersandar sambil menunggu suaminya datang.


"Loh, udah bangun, Ra?"


"Darimana, tumben banget!" kata Melisa sedikit kesal.


"Dari belakang ngobrol sama Aby, dia mau nikah katanya ,Ra"


"Iya, eyang juga bilang, sama yang kemaren kita kerumahnya itu loh, Mas" ucap Melisa.


"Iya, di jodohin juga sama kaya kita" kekeh Reza lalu mencium pipi gembil istrinya.


"Mereka di jodohin tapi udah kenal, lah kita? ha-ha-ha" Melisa malah tertawa.


"Gak apa-apa, yang penting cinta" sahut Reza.


"Mas, aku mau mandi tapi kakiku keram"


Reza menyibakkan selimut, lalu memegang kaki istrinya yang terlihat masih bengkak walau tak sebesar semalam.


"Aku bilang eyang ya, biar di bikinin yang kemarin lagi"


"Tapi aku mau mandi dulu, gendong ya" pintanya dengan senyum manis.


"Iya, ayo".


Reza membawa Melisa ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya, ia pun menungguinya sampai selesai.


Usai mandi kini keduanya turun kelantai bawah karna eyang sudah menyiapkan sarapan pagi untuk semuanya.


"Mas, boleh aku bicara dengan Aby?" izin Melisa pada Suaminya.


Reza mengernyitkan dahinya, dan menatap wanita di depannya itu dengan sorot mata heran.


"Apa yang ingin kamu bicarakan dengannya?"


"Mas Reza bisa ikut ngobrol ko' aku gak minta bicara berdua dengannya"

__ADS_1


"Penting gak? kalo gak penting males ah, ntar cuma jadi obat nyamuk" kata Reza sambil menyebik kan bibirnya.


"Banyak yang ingin ku tanyakan padanya"


"Hem, baiklah. aku lagi baik loh sama kamu" goda Reza lalu mencium bibir Melisa sekilas.


"Terimakasih, Mas"


*****


Di gazebo belakang halaman rumah eyang kini Melisa dan aby duduk bersebelahan dengan jarak yang lumayan jauh diantara keduanya, sebenarnya mereka tak berdua melainkan ada Ameera dan Bella yang bermain di dekatnya dan ada Reza yang sibuk dengan ponsel untuk mengecek email dan pekerjaannya di kantor yang ia tinggalkan beberapa hari ini.


"Aku bahagia melihatmu saat ini, Mel" kata aby mengawali obrolan mereka.


Melisa menoleh sebentar lalu kembali menunduk, ia hanya memainkan kuku jarinya atau sekedar mengusap perutnya.


"Aku gak nyangka kita ketemu lagi" tambahnya lagi, yang dilanjutkan dengan kekehan kecil.


"Iya, aku juga sama. setelah kepergian mu yang tanpa pamit itu aku seakan tak punya harapan melihatmu lagi, tapi nyatanya kita bertemu disini" sahut Melisa.


"Iya dengan keadaan yang berbeda" ucap Aby lirih.


"Aku akan menikah dalam waktu dekat ini, aku ingin pulang ke panti asuhan, aku rindu Umi" suaranya seakan tercekat, ada kegetiran disana yang jelas bisa Melisa rasakan.


"Iya, aku ingin meminta maaf" lirihnya lagi.


"Umi pasti ingin tahu alasan kepergian mu begitu pun denganku" kata Melisa, ia mencoba menoleh lagi.


"Aku hanya ingin mandiri, itu saja!" Jawab Aby singkat.


"Baiklah, aku akan coba untuk percaya" kata Melisa walau ia sendiri tak yakin dengan ucapannya.


"Raaa... kita pulang sekarang ya"


"Sekarang?" tanya Melisa memastikan


"Iya, aku ada meeting besok sore dan gak bisa di wakilkan"


"Ya udah, aku beresin barang dulu" kata Melisa lalu bergegas beranjak masuk kedalam rumah.


"Makasih ya udah jagain istri gue selama ini.


Aby hanya mengangguk kan kepalanya.

__ADS_1


*****


"Loh, ko ke bandara, Mas?" tanya Melisa bingung.


"Iya, kita naik pesawat aja" jawab Reza lalu mencium kening istrinya.


Reza menggandeng Melisa sedangkan Ameera mengekor di belakangnya sudah berjingkrak bersama Bella, Eyang tak ikut karna masih banyak urusan yang harus ia selesaikan.


"Ini pesawat kecil banget ya?" ucap Melisa polos saat kakinya baru melangkah masuk.


"Iya, karna hanya kita" jawab Reza.


"Yang lain gak ikut naik juga!"


"Gak,"


"Kenapa?" tanya Melisa bingung.


"Gak boleh sama aku!" kata Reza yang menyuruh Melisa cepat duduk.


"Ish, emang ini punya mas Reza" cebik Melisa.


"Emang punya ku" sahutnya dengan bangga sambil menunjuk sesuatu di bagian pesawat.


"R H W" gumamnya..


"Apa hayo?" goda reza lagi.


"Hehehe, iya"


"Mau langsung pulang atau keliling dulu?" tanya Reza setelah keduanya duduk manis.


"Keliling kemana?" tanya Melisa bingung.


"Keliling Langit hahaha" ucap Reza.


"Langit? ya ampun buna kangen!" lirih Melisa.


"Hey, jangan sebut nama laki-laki lain saat bersamaku"


🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉


Awas loh Mel, ntar di dorong ke luar pesawat sama babang klo dibikin cemburu 😂😂

__ADS_1


Like komennya yuk ramaikan ❤️❤️❤️


__ADS_2