Suami Dadakan

Suami Dadakan
bab 119


__ADS_3

🌻🌻🌻


"Huft, capek" gumam Reza setelah menghembuskan nafas beratnya lalu berbaring disisi Melisa, ibu hamil itu masih terlelap dengan nyenyak nya.


"Ya tuhan, terimakasih sudah memberikan hamba istri tukang tidur, jadi saat darurat seperti ini semua masih aman terkendali" kekehnya sambil meraih kaosnya sendiri.


" Eh, lupa! belom di pakein lagi, bisa ketauan gue, ckckck"


Selesai sudah semua aksi patroli diam diamnya, kini istrinya sudah kembali berpakaian lengkap seperti sebelum ia menyentuhnya.


Reza pun ikut terlelap disisi Melisa dengan tangan memegang perut buncit sang istri.


Ketukan pintu menggelitik telinga Reza yang masih terbuai mimpi, ia menggeliat lalu mengerjapkan matanya di carinya Melisa yang tadi tidur dengannya namun kini tak ada.


"Kemana dia?" gumam Reza sambil merenggangkan otot tubuhnya.


Tok tok tok


"Iya" sahut Reza saat kembali terdengar ketukan pintu.


"Za, kamu masih tidur?" kata mama di luar kamar.


"Iya, Mah aku baru bangun"


Reza turun dari tempat tidur berjalan gontai menuju pintu.


Ceklek


"Udah sore, kamu belum makan" kata mama saat pintu terbuka.


"Iya,Mah aku mandi dulu"


"Ok,"


Reza lalu menutup pintu saat mamanya berlalu pergi, ia melihat jam didinding sudah menunjukan pukul empat sore.


Selesai mandi ia langsung turun ke lantai bawah menuju dapur, ia mengedarkan pandangannya mencari sosok sang istri.


"Melisa mana, Mah?" tanya Reza saat mamanya datang membawa piring kosong.


"Melisa dihalaman belakang, kamu makan dulu biar mama panggilankan" kata mama kembali ke luar.


"Makasih, Mah"


Reza hanya diam di meja makan, memangku dagunya diatas kedua lengan menunggu bidadari hatinya datang.


"Mau makan, Mas?" tanya Melisa tiba-tiba mengangetkan Reza yang sedang melamun.


"Eh, iya. Ra" sahutnya


Dengan cekatan Melisa mengambil piring dan menuangkan nasi beserta lauk yang mama dan eyang masak tadi.


"Kamu gak makan?" tanya Reza saat Melisa hanya menegak air putih.

__ADS_1


"Enggak, aku abis makan pisang rebus tadi" jawabnya masih datar.


"Oh," sahut Reza singkat kemudian melanjutkan makan siangnya yang terlambat.


"Ra, diem aja sih?"


"Lalu aku harus apa?" tanya Melisa masih enggan menoleh.


"Ngobrol sini, jangan kaya orang interview aku tanya kamu jawab!" dengus Reza kesal.


"Udah belum makannya, mau aku beresin"


"Udah, eh belom aku nambah dikit lagi" kekeh Reza kembali menyendok nasi dan lauk, Melisa hanya menggeleng kan kepalanya.


*****


"Za, papa pulang besok pagi, jika kamu dan Melisa masih ingin disini tetaplah disini" ucap papa saat semuanya berkumpul di gazebo.


"Aku gak mau pulang, kata Bella ada pasar malam, Pah" rengek si bungsu.


"Berisik!" sentak Reza.


"Ih, kakak nyebelin, kakak aja yang pulang sana, mama sama papa aja yang disini" punya Ameera.


"Papa ada urusan mendadak, sayang" jawab papa sambil mengusap kepala putri kesayangannya.


"Pilih sama kakak atau pulang?" tanya Reza dengan senyum menyeringai.


"Sama kak, Mel. iya kan kak?" gadis itu kini memasang wajah imutnya dengan senyum lebar.


Melisa ditarik oleh Ameera dan Bella untuk menanam bunga matahari, kini tinggal mama, papa dan Reza yang tertinggal di gazebo menikmati angin sambil menunggu senja.


"Buat apa, Bell?" tanya mama saat Bella membawa sebuah kursi plastik kecil.


"Buat kak, Mel" sahut Bella.


"Biar Kakak yang bawa, ayo" kata Reza yang langsung bergegas menghampiri istri dan adiknya.


"Ra, duduk sini" titah Reza setelah meletakan kursi tadi.


"Ah, iya makasih, Mas" Jawabnya.


Ibu hamil itu kini duduk di kursi yang dibawa suaminya, matanya fokus pada kedua gadis yang sedang tertawa lepas, mereka sibuk memenuhi banyak pot dengan tanah untuk tempat biji matahari yang akan mereka tanam


"Masih gak mau bicara?" tanya Reza, membuyarkan lamunan Melisa.


"Hem, apa,Mas?"


"KHUMAIRAHku masih marah ya sama Hubby?" goda Reza, namun ada sedikit senyum tersipu di wajah istrinya.


"Enggak, aku cuma lagi mikirin sesuatu"


"Apa, kamu mikirin apa,Ra?"tanya Reza panik.

__ADS_1


"Tadi bangun tidur, aku kaget banget, Mas"


"Kaget, emang ada apa?" Reza yang bingung mengernyitkan dahinya.


"Aku kira aku flek, aku udah takut banget tapi pas aku cek sih enggak!" jawab Melisa masih heran.


"Lalu?" Reza semakin mendekat untuk mendengar penjelasan istrinya.


"Aku curiga ada yang nyembur aku tiba tiba!" kata Melisa, kini mata nya sedang mencari jawaban dari mata suaminya.


"Haha, kamu nuduh aku,Ra?" kekeh Reza, lalu ia memalingkan wajahnya.


"Emang aku menyebut nama mas Reza?"


Reza hanya diam, otaknya sedang berfikir keras agar Melisa berhenti mencurigainya.


"Aku ikut tidur tadi, Ra. Gak mungkin lah aku ngapa-ngapain kamu, kan aku udah dapet SP dari kamu, iya kan?"


Melisa mengangguk, tapi masih ada keraguan di wajahnya.


"Tapi kenapa rasanya gitu?" gumam Melisa pelan, namun masih bisa didengar oleh Reza sampai ia harus menahan tawanya sendiri.


"Kamu mimpi kali, Ra?" bisik Reza.


Melisa tersentak kaget dengan apa yang di katakan suaminya.


"Haha, aku gak se mesum kamu, Mas" elak Melisa di tambah rasa malu.


"Gini aja deh, mas Reza mau jujur atau enggak?"


"Aku udah jujur loh,Ra" jawab Reza sedikit panik.


"Mau jujur atau gak?" tanya Melisa.


"Itu aku udah jujur, sayang" Reza mencoba meyakinkan istrinya.


"Ok, kalau masih gak mau ngaku juga SP kedua berlaku mulai hari ini" ucap Melisa tegas, kedua tangannya sudah melipat di dada.


"Apaan tuh?" tanya Reza bingung.


"Mas Reza puasa lebih awal, dihitung dari malam ini sampai nanti anakmu lahir empat puluh hari" jawab si bumil penuh penegasan!


Reza hanya melongo dengan ancaman yang jauh lebih berat.


"Iya, aku nyelup dikit, dikiiiiiit doang"


"Kan aku bilang DILARANG MASUK!"


"Tadinya cuma traveling, eh malah nerobos gitu aja, gimana dong?"


PLAAKKKKKK....


GUBRAKKKKK

__ADS_1


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


__ADS_2