
🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉
Niat awal yang akan bermalam di rumah mama dan papa harus gagal karna kedua orang tua Reza tadi harus pergi mendadak ke luar kota menghadiri acara tahunan yang sering di lakukan oleh para petinggi perusahaan kelas atas, jadwal yang ternyata lusa di majukan jadi hari ini.
Melisa kembali bersiap merapihkan barang ketiga anaknya untuk kembali ke apartemen walau kini jam sudah menunjukkan hampir pukul delapan malam.
"Mama, kita pulang?" tiba-tiba Cahaya masuk lewat pintu penghubung dari kamarnya.
"Iya, Sayang, Oma sama oppa juga gak ada, kita pulang ya" Melisa sudah merentangkan kedua tangannya siap menangkap tubuh kecil si bungsu.
"Besok ke panti, boleh?" tanyanya dalam dekapan mamanya yang selalu terasa hangat.
"Lusa ya, sambil jemput Abang gimana?"
"Cius, mah?" ujar si cantik membulatkan Kedua matanya.
"Tanya papa dulu ya boleh apa gak kesana"
"Aku mau main, mama" rengek Chaca diatas pangkuan Melisa.
CEKLEK
Kedua wanita itu langsung menoleh ke arah pintu, terlihat Reza datang menghampiri anak dan istrinya dengan senyum menggoda.
"Pantes di tungguin lama, lagi gosip ya?" kata Reza sambil memindahkan si bungsu ke atas pahanya.
"N'Da papa, Adek cuma mau bilang besok ke panti asuhan, boleh?" tanyanya polos memohon.
"Ngapain?" tanya Reza dengan nada acuh.
"Main..main dong, papa" sahutnya dengan mengembung kan pipinya menjadi bulat.
"Papa gak mau adek Pingsan lagi" ucap Reza lirih, bayangan gadis kecilnya harus lemah tak berdaya dalam pelukannya saat itu masih sangat membekas di otaknya.
"Aku gak lari-lari, pah" protes Chaha.
"Apapun itu, dek. papa gak izinin adek buat main main di luar, adek cukup main sama kakak juga Abang, paham?"
__ADS_1
"Mas, jangan gitu ah!" kata Melisa mengingatkan, ia pun ingat bagaimana suaminya seharian penuh menyalahkan Langit atas sebab pingsannya Chaca saat itu, Langit di anggap Reza tak bisa menjaga adiknya sampai harus kelelahan dan berakhir tak sadarkan diri, bagi Reza Cahaya itu segalanya, mungkin tanpa si bungsu separuh hidupnya akan meredup dan gelap.
"Aku cuma jaga-jaga, Ra.. aku masih takut" sahutnya lirih sambil menciumi pucuk kepala anaknya berkali-kali dalam pelukannya.
Melisa membuang nafasnya kasar, ia pun merasakan hal yang sama sebagai seorang ibu rasa takut itu pasti jauh lebih besar.
"Ayo pulang, nanti keburu malam" ajak Reza sembari bangkit dari duduknya menggendong Cahaya yang sudah menenggelamkan kepalanya diceruk leher sang papa.
"Hem, iya"
Ketiganya keluar dari kamar dan berjalan menuju tangga, sudah ada Air dan Bumi yang menunggu, si tengah yang fokus menonton tv hanya duduk bersandar di sofa, sedang di sulung sedang berjingkrak diatas sofa single memperaktekkan adegan dalam tv yang menyiarkan tokoh kartun seorang pahlawan.
"Pulang yuk" Melisa merentangkan tangannya agar dua jagonya itu segera memeluknya.
"Yuk..Ayuk..Ayuk..Ayuk.. kita pulang!" teriak Ay seperti biasa, apapun bisa menjadi heboh jika ada Ay
"Bu tinggalin aja, Mah" ejek Ay yang sudah berlari lebih dulu menuju pintu utama.
"Kakak, awas!" pekik Melisa.
.
.
"Huuuaaaaaaaaa, sakit mama!!"
"Baru juga di bilang awas udah nabrak duluan kan?" Melisa berlari kearah pintu dan mengusap kening si sulung yang memerah.
"Pintu yang tabrak kakak, Mah" elak Ay yang di balas cibiran dari adiknya, Bumi.
"Opaa taro pintunya Napa disini, mama" Ay yang berderaian air mata berbicara sambil terisak sedih.
" Itu pintu dari papa kecil juga udah disitu, kak, kamunya gak hati hati setiap jalan" kata Reza sambil mengusap punggung Ay karna Chaca sepertinya sudah sangat nyaman di gendongannya terbukti ia acuh saat kakaknya berteriak histeris karna kesakitan.
"Besok kakak bilang oppa suruh hilangin aja pintunya ya"
"Iya besok kita bilang oppa, sekarang kakak diem udah ya nangisnya" rayu Melisa sambil berjalan menuju mobil, ada Bumi yang berdiri sambil menyender di pintu bagian kanan mobil Reza, ia sedang menunggu sembari menyaksikan drama tangisan kakaknya.
__ADS_1
"Ayo masuk" Melisa membuka pintu belakang agar kedua anak laki-lakinya itu segera masuk, kemudian mengambil Chaha dari gendongan Suaminya.
"Kalian tidur aja kalo ngantuk ya" kata Reza setelah mobil baru saja keluar dari komplek perumahan elit orangtuanya
"Aku tidur" sahut Ay..
"Iya, kakak tidur nanti di gendong papa ya"
"Kakak Bu, ikut tidur juga ya" ujar Melisa sembari membenarkan posisi tidur Chaca.
Si tengah menggeleng, matanya masih jauh melihat kearah luar jendela mobil.
"Kenapa, masih jauh masih lama nyampenya loh kak" tambah Melisa.
.
.
.
.
"Enggak, Mah, kakak gak mau tidur, Kakak mau lihat malam, Kakak suka sama gelapnya" jawab Bu tenang tanpa ekspresi.
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
Wah bang, anak kedua Lo bukan cebong kali ya... tapi kalong Alias kelelawar 🦇🦇🦇🦇
Doyannya malem 🤭🤭
puitis banget sih Bu..
jadi pengen cium bapaknya..
Eeeaaaaaaaa ❤️❤️❤️❤️
mampir ke lapak babang Reynard yuk
__ADS_1
#, Menikahi Sahabatku