
🌻🌻🌻
"Minum obatnya dulu"
Reza memberikan dua butir obat pada Melisa yang hampir pingsan karna tekanan darahnya langsung naik drastis.
"istirahat ya, Bi Siti udah dateng, biar temenin kamu aja dulu, aku mau temenin anak anak main di bawah" ujar Reza sambil menyelimuti tubuh istrinya sampai sebatas pinggang.
"Iya, Mas" jawab Melisa dengan mata sudah terpejam, sebab ia sedang merasakan sakit di kepalanya.
Reza memandang wajah istrinya yang mulai tenang hampir terlelap, mencium keningnya lama sebelum ia membisikkan sesuatu di telinga bidadari hatinya itu
"Aku mencintaimu, Ra"
KREEEKK
Pria tinggi berbadan putih itu menutup pintu dengan sangat pelan takut membangunkan KHUMAIRAHnya yang sudah terbuai ke alam mimpi.
Terdengar suara langkah kaki mendekat kearah Reza, bocah tiga tahun yang selalu tenang berwajah dingin dengan sorot mata tajam itu kini sudah berdiri tepat di depan papa nya.
"Mama sakit?" tanyanya serius.
"Mama lagi istirahat, kita main di bawah ya jangan ganggu mama" kata Reza sambil mengulurkan tangan kanannya, tentunya langsung di sambut oleh tangan kiri si tengah yang sangat irit bicara itu.
"Kakak mau bawa mainan?" tanya Reza saat berada di anak tangga paling bawah.
"Enggak, aku udah bawa ini" tunjuknya pada kotak warna-warni, kubus Rubik.
"Ok, let's go NaGa"
***
Reza hanya duduk di kursi taman yang sudah disediakan, tak banyak pengunjung yang datang bermain membuat Ay sangat leluasa berlarian dan melompat sesuka hatinya, Cahaya asik memakan ice cream strawberry kesukaannya yang sesekali ia suapi ke mulut boneka Barbie yang di bawanya tadi.
"Enak ya, enak dong, nanti adek suruh mama buatin es krim ini buat kita ya" celoteh Chaha pada Barbie nya, Reza hanya tersenyum simpul memperhatikan.
"Kakak main sana, tuh kakak Ay sama Abang lagi main bola" unjuk Reza pada langit dan Air.
"Capek, ntar keringetan" jawabnya santai tanpa menoleh.
"Sehat loh, kak" Rayu Reza, ia hanya ingin anak keduanya ini mau bergabung dengan anak seusianya, sifat diamnya terkadang membuat ia dan Melisa sedikit khawatir.
"Bau" sahutnya lagi.
"Ya udah, kalo gak mau gak apa-apa, asal banyak minum air putih buah sama sayur ya" pesan Reza yang hanya di balas anggukan oleh Bumi.
Ketiga anaknya memiliki karakter yang berbeda, tak ada yang sempurna di dunia ini termasuk buah hatinya, semuanya saling melengkapi satu sama lain, mengisi kekurangan dan kekosongan sifat sifat saudaranya itu sendiri.
__ADS_1
Saat si sulung Air mempunyai sifat yang aktif bermain dan bergerak kekurangannya adalah ia pemilih makanan termasuk sayuran, apapun jenis sayuran nya itu sangat anti masuk kedalam mulutnya, sedang kan Bumi yang cenderung diam dan tak banyak tingkah justru pemakan segalanya asal enak dan layak untuk di telan semua akan dengan lancar mengisi perutnya, berbeda lagi dengan si bungsu ia gadis kecil yang tak pemilih, walau aktif bergerak namun ia tak leluasa melakukannya karna penyakit yang diderita sejak lahir, lelah sedikit saja tubuh mungilnya langsung bergetar hebat dan demam walau ia suka semua jenis makanan.
.
.
.
"Huh, Capek" kata Ay yang mengibaskan tangan di depan wajahnya yang bercucuran keringat..
"Minum dulu" Reza memberikan dua botol air putih pada Ay juga Langit.
"Cium nih, cium nih hahaha" goda Ay pada adiknya yang yang tak ingin ia dekati saat Ay menyodorkan ketiaknya yang basah.
"Jorok!" dengus Bumi kesal.
"Wangi, wey, ha-ha-ha" Ay tergelak melihat ekspresi Bumi yang menatapnya tak suka.
"Pah, pulang yuk" rengek Cahaya yang sudah merentangkan kedua tangannya.
"Ayo, kakak sama Abang juga udah banjir tuh" tunjuk Reza pada dua bocah di depannya.
Reza yang menggendong si bungsu berjalan mengekor di belakang Langit yang menuntun Kedua adiknya di kiri dan kanan.
.
.
.
"Berisik!" kata Bumi yang berlalu mendahului.
"Iya, mama dikamar kakak" sahut Melisa.
Ay Langsung berlari masuk kedalam kamarnya menemuinya Melisa yang sedang merapihkan baju kedua jagoannya itu.
"Aku mau" rengeknya saat melihat Bumi duduk di pangkuan Melisa.
"Sini berdua" Melisa melambaikan tangannya agar si sulung mendekat.
"Bau, Mah" protes Bumi tak mau kakaknya ikut duduk di pangkuan mamanya.
"Kakak mana bau sih, segini wanginya" Melisa mencium pipi Ay dengan gemas
"Main apa tadi?"
"Kakak yang main sama Abang, Bu cuma cuma duduk sama Papa" sahut Ay.
__ADS_1
"Kenapa kakak gak main?" tanya Melisa dengan mengusap kepala si tengah.
"Males!" jawabnya yang lagi-lagi hanya satu kata.
"Jangan males males dong, kalian mandi dulu sana"
CEKLEK...
"Chaca tidur?" tanya Melisa pada suaminya yang menggendong si bungsu.
"Iya, abis nangis tadi" sahutnya sambil membaringkan Cahaya di ranjang hello Kitty nya.
"Mandi sama papa yuk" ajak Reza pada kedua jagoannya.
"Bu dulu yang mandi, aku nanti aja ya" tawar Si sulung mengemaskan.
"Hem, Ok Bos!!" jawab Reza.
"Aku gak mau jadi bos, papa!" teriak nya tak suka.
.
.
.
DEG..
"Lalu kamu mau jadi apa?" tanya Reza serius.
.
.
.
.
.
"PEMBALAP"
💦💦💦💦💦💦💦💦💦
Keren Ay. 🤭🤭🤭🤭
Othor dukung asal jangan jadi tukang tikung!
__ADS_1
Like KOMENNYA yuk ramai kan ♥️♥️🤗