Suami Dadakan

Suami Dadakan
Bab 195


__ADS_3

🌻🌻🌻🌻🌻


"Baiklah, Terima kasih dan sampai bertemu kembali"


Langit Rahardian Wijaya Bangun dari duduknya bersama kliennya yang lain usai mengadakan rapat sekaligus makan siang di salah satu restaurant ternama di ibu kota.


Pria yang kini beranjak dewasa itu begitu tampan, tinggi dan gagah. Siapapun akan terpesona dengan rupanya yang begitu rupawan.


Namun jauh di tempat Langit kini berada, ada sepasang mata yang memperhatikannya dengan begitu serius, mata yang penuh kerinduan akan sosok anak yang sudah sangat lama tak pernah ia sentuh meski berkali-kali ia ada disekitarannya.


"Kapan aku bisa bertemu langsung dan mengatakan jika aku ayahnya, Ren? " gumam Adam dengan begitu lirih.


Ia begitu ingin memeluk putra kecilnya yang dulu sering kali duduk di pangkuannya sambil memainkan rambut, berceloteh banyak hal yang ia lakukan didalam rumah dengan penjagaan ketat dua puluh empat jam.


"Apa perlu kita adakan pertemuan lagi dengan Tuan Reza?" tawar Reno, tangan kanan Adam selama ini.


"Apa dia akan berubah pikiran?, bukankah ia begitu keras dan sangat mempertahankan Langit?!"


Reno diam dan setelahnya hanya bisa mengangguk, Ia tahu betul bagaimana keluarga Rahardian begitu sangat menjaga anak-anaknya dan semua pun tahu jika tak ada yang bisa mengusik anak-anak mereka termasuk Langit meski statusnya hanya anak angkat.


"Nyonya Melisa yang begitu menyayangi Tuan Langit, itulah yang membuat keluarga besar Rahardian tak bisa melepasnya" jelas Reno.


"Ya, wanita itu yang sudah mengurus Putraku dengan begitu baik, ia limpahkan kasih sayangnya yang begitu besar. Harus dengan apa aku membalasnya" tutur Adam yang merasa sangat berhutang budi pada wanita yang di sebut BUNA oleh putranya itu.

__ADS_1


"Sedangkan apa yang aku punya tak mungkin ia tak punya, dan sialnya hartaku semua Haram!" tambahnya lagi dengan tawa sumbang seakan meledek dirinya sendiri.


Adam membenarkan posisi duduknya saat melihat Langit bangun dan berdiri karna sepertinya anak itu akan bersiap untuk pergi setelah satu pelayan membawakan satu paperbag untuknya.


"Apa kita ikuti tuan Langit, Tuan?" tawar Reno yang seakan tahu jika Adam belum puas bersama sang putra meski hanya dari kejauhan.


Adam mengangguk dan mengiyakan saran dari Reno, orang yang sangat ia percaya selama ini.


Kedua pria yang sudah sangat lama berkecimpung di dunia hitam itupun ikut bangkit dari duduk, berjalan beberapa meter di belakang Langit menuju perkiran mobil.


.


.


Kereta besi milik Adam yang di bawa Reno terus saja mengikuti arah mobil Langit berjalan yang belum di ketahui akan kemana.


"Ya, perusahaan Rahardian sudah terlewat" gumam Adam masih memperhatikan mobil di depannya.


Dan benar saja, Langit memang tak kembali ke kantornya melainkan ke gedung mewah lainnya yang masih satu kawasan dengan perusahaan tempat ia bekerja.


"Apartemen?, apa Langit pindah kemari?" tanya Adam saat melihat sang putra turun dari mobil.


"Ayo turun, Ren! " ajak Adam lagi kemudian.

__ADS_1


Mereka akhirnya benar-benar turun dan kembali mengikuti Langit yang mulai masuk kedalam gedung, dari jarak beberapa meter Adam dan Reno terus memperhatikan namun sebisa mungkin tak mencurigakan.


Langit berjalan menuju salah satu sofa di Lobby apartemen, dan betapa terjekutnya Adam Saat melihat sang putra duduk disebelah wanita yang selama ini ia cari.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


DIANA...


__ADS_2