Suami Dadakan

Suami Dadakan
bab 130


__ADS_3

🌻🌻🌻


Hari ini seluruh penghuni rumah bangun lebih awal begitupun dengan Melisa, tapi tidak dengan suaminya ia masih terlelap di alam mimpi walau Melisa terus mencoba membangunkannya, si calon ayah sedang merajuk karna keinginan untuk piknik di tolak mentah-mentah oleh sang istri karna Melisa diam diam merasakan sakit dibawah perut secara tiba-tiba, dan Reza baru bisa tertidur menjelang subuh setelah bersolo karir di dalam kamar mandi.


"Suamimu belum bangun?" tanya mama saat Melisa turun ke bawah, disana sudah banyak orang yang entah siapa saja.


"Belum, Mah" jawabnya sambil mengedarkan pandangannya, ia takjub dengan semua yang ada di kelilingnya.


"Kamu kenapa?" kata mama sambil menghampiri.


"Mah,apa ini gak terlalu mewah ya? dekornya luar biasa banget"


"Enggak sayang, ini cuma hal kecil yang bisa mama dan papa berikan untuk kalian" ucap mama sambil mengusap perut menantunya.


"Terima kasih, Mah" jawabnya sambil berhambur memeluk mama mertuanya.


"Oh, ya. Liftnya udah bisa di pakai jadi kamu gak usah naik tangga ya" pesan mama yang kemudian berlalu menuju dapur.


Melisa duduk di sofa single ruang tengah, karena ruang tamu utama sudah disulap menjadi ruangan yang kosong tanpa apapun hanya ada gelaran karpet berbulu yang terhampar.


Merasa bosan sendirian karna hanya melihat orang-orang sibuk berlalu lalang akhirnya ia memutuskan untuk kedapur bersih, Melisa tak pernah di izinkan masuk ke dapur kotor jika ada mama dirumah.


"Eyang!" ibu hamil ini sedikit terkejut dan berteriak saat melihat sosok wanita tua yang sudah kembali.


"Nak, apa kabar?" tanya eyang setelah mengurai pelukannya.


"Baik, cuma semalem sakit sedikit, jangan bilang bilang ya" bisiknya pelan.


"Anak nakal, sudah di bilang jangan merasakannya sendiri kamu harus bilang" kata eyang sambil memencet hidung Melisa.


"Aku gak apa-apa, ini buktinya ada disini baik baik saja" sahutnya.


Melisa di ajak duduk di kursi meja makan, banyak kue terhampar di meja makan dengan segala jenisnya dari kue basah maupun kering. Tapi tak ada satupun yang menarik perhatiannya mungkin karna terlalu banyak.


"Ambil, Mel. kalau mau" kata mama tiba-tiba datang mengagetkan.


"Enggak mah, aku gak pengen aku seneng liatnya warna warni kaya pelangi," kekehnya.


"Ini belum semuanya kan eyang?" tanya mama.


"Iya, belum semua masih banyak yang belum diantar mungkin sebentar lagi"

__ADS_1


"Emang acaranya jam berapa?" Tanya Melisa pelan, ia sangat malu menanyakan ini.


" Jam delapan semua tamu kayanya sudah datang dari ibu ibu pengajian, siangnya dari beberapa kerabat juga temen temen Mama lalu sore kayanya dari kenalan papa juga temen temennya Reza deh" jawab mama.


Melisa terdiam saat mendengar teman teman suaminya pun datang, karna Reza tak pernah bicara soal itu padanya.


"Ayo bersiap, sudah jam tujuh. Bangunkan suamimu dan eyang tolong bangunkan Ameera ya, Bella sudah turun tadi tapi anak itu memang sudah di bangunkan" titah mama sambil berlalu sedangkan Melisa dan eyang hanya saling pandang dan melempar senyuman.


Melisa yang mengingat perkataan mama langsung mengehentikan langkahnya saat kakinya sudah berada di tangga anak pertama ia kembali turun dan memutar arah menuju lift, tempat favoritnya selama sebulan terakhir.


"Sama kan ya?, tapi ko tombolnya cuma satu" gumam Melisa, tangannya belum berani menyentuh.


Meski ragu dan takut akhirnya ia memberanikan diri untuk memencet satu tombol yang ada di dinding.


Terbukalah dengan lebar pintu si kotak besi di hadapannya.


"Wah, kaca semua ini sih bagus banget" ucapnya sambil bertepuk tangan kecil.


TRIIIIIING


"Ih, udah nyampe aja gak seru banget kalau sebentar begini" dengus nya kesal.


Melisa melangkahkan kakinya keluar, meski malas dan kesal. ia sesekali menengok kearah belakang sebelum sampai di kamarnya.


Pintu ia buka, dilihatnya sang suami masih terlelap di balik selimut tebal dengan mata yang terpejam rapat.


"Mas, bangun! udah siang" Melisa kembali membangunkan dengan cara mengguncang bahunya.


"Mas rezaaaaaaaa" teriaknya di telinga suami.


"Ih, berisik" jawabnya, dengan mata sedikit terbuka sedang tangannya mengusap telinga yang mungkin terasa panas geli.


"Cepet bangun terus mandi udah siang"


Reza menyibakkan selimut, mencium sekilas pipi istrinya sebelum beranjak ke kamar mandi.


Melisa yang sudah mandi lebih dulu hanya mengganti pakaiannya, pakaian yang sama antara ia, Reza, mama, papa juga si cantik Ameera.


"Duh, bidadari nyasar dari mana ini?" goda Reza saat keluar dari kamar mandi melihat istrinya sedang berdiri di depan cermin.


"Dari langit, turun ke hatimu" jawabnya saat dagu Reza sudah berada di bahunya.

__ADS_1


"Udah tujuh bulan, sisa dua bulan lagi kita jadi orangtua, Ra" ucap Reza menatap kerah cermin.


"Iya, Mas. Semoga kita bisa menjaga dan mendidiknya dengan baik"


"Cintamu nanti terbagi, aku belum sanggup" Reza menjatuhkan kepalanya di ceruk leher sang istri sambil mengeratkan pelukannya dari belakang.


"Cintaku untukmu, Mas. mungkin perhatian ku yang akan terbagi"


"Nah, kan! kamu tuh belum lahir udah niat banget" kata Reza, ia langsung melepas pelukannya dan duduk di tepi ranjang.


Melisa terkekeh gemas saat suaminya semakin merajuk dan mengacak rambutnya sendiri yang masih basah.


"Sudah, pakai bajunya dulu sini" Ucap Melisa yang sudah memegang satu stel baju milik Reza dengan warna yang sama dengannya.


"Ugh, gantengnya" goda Melisa saat suaminya sudah berpakaian lengkap.


"Ganteng doang? gak di cium mah percuma" ledek Reza.


"Haha, sini aku cium, mau yang mana?"


"Sini sini sini sini sini sini sini sini sini" Reza menunjuk seluruh bagian wajahnya sendiri dengan telunjuknya.


Melisa malah menanggapinya dengan gelak tawa membuat Reza memanyunkan bibirnya kesal, Lalu.


Cup..


Satu kecupan sekilas ia berikan di bibir suaminya yang merah.


"Bentar banget sih" rengek Reza.


Ia malah menarik tengkuk Istrinya dan mulai melayangkan aksinya, ia hanya memberi jeda sedikit untuk Melisa mengambil nafas.


"Udah, ah" Melisa menarik tubuhnya yang sudah sangat menempel, jika lebih lama sedikit lagi sudah bisa di bayangkan kemana ia akan berlanjut kalau bukan keatas ranjang.


"Kamu tuh hoby banget ya udahan pas aku lagi tegangan tinggi!!!!!!"


❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️


Tiati kesetrum ,Ra...


Lagi tegangan tinggi si abangnya tuh🤭..

__ADS_1


Like komennya yuk Ramaikan.


Minta vote boleh??


__ADS_2