Suami Dadakan

Suami Dadakan
bab 116


__ADS_3

🌻🌻🌻


Reza langsung keluar dari kamar, menutup pintu lalu menuruni tangga dilihatnya Aby sedang duduk sendirian di sofa ruang tamu dengan koran di tangannya.


"By, ikut gue yuk" ajak Reza sambil terus berjalan mendekat


"Kemana, Den?" tanya Aby sedikit terkejut karna sebagian lampu sudah padam.


"Nyari klepon" ujarnya serius.


Aby mengernyitkan dahinya, ia melirik jam di dinding sudah pukul sepuluh malam.


"Ayo, cepetan!" sentak Reza tak sabar karna Aby hanya diam saja.


"Iya, Den, tapi kemana?" tanya Aby sambil berjalan di belakang Reza.


"Mana gue tahu, terserah Lo cari kemana pokoknya harus dapet malem ini"


Aby terdiam belum membuka pintu mobilnya.


"Cepetan naek, Lo lemot ya bikin gue naek darah" sungut Reza semakin kesal, ancaman istrinya masih terngiang-ngiang di telinganya membuat Reza semakin gusar.


Aby menutup pintu mobil dengan pelan, ada rasa sungkan karna satu mobil dengan Reza, ia hanya menunduk setelah Reza.menyalalan mobil.


"Kemana nih gue?" tanya Reza saat mobil keluar pagar rumah eyang.


"Lurus aja, nanti ada pertigaan belok kanan" Jawab Aby menunjukan jalan.


"Iya, maksud gue kemana nyari kleponnya?" tanya Reza gemas.


"Pasar, Den!" sahut Aby.


"What!" pekik Reza lalu mendengus kesal.


***Nginjek pasar lagi kan ***gue******!!


Mobil terus melaju dengan kecepatan sedang, walau sudah malam dan sepi tapi jalanan di daerah ini cukup sempit hanya sebatas dua mobil.


"Lo kenapa bisa ada disini?" tanya Reza memecah keheningan di antara mereka.


"Seperti yang eyang ceritakan, Den" jawabnya masih dengan wajah menunduk.


"Gue lupa" kata Reza masih fokus pada jalan di depannya.


Aby masih diam, ia tak menjawab lagi perkataan Reza. kini keduanya larut dalam fikiran masing-masing.


"Di depan sana pasarnya, Den" unjuk aby dengan ibu jarinya, sopan.

__ADS_1


"Hem," sahut Reza tanpa berkata.


Kini mobil sudah menepi di pinggir jalan depan toko yang sudah tutup, Reza menoleh ke kiri dan ke kanan.


"Lo yakin itu si klepon ada di sini?" tanya Reza serius.


"Enggak," jawab Aby.


"Eh, gila Lo ya? cari tempat yang bener dong jangan buang buang waktu gue ini udah jam berapa, gue ngantuk!" sungut Reza kesal, dia mengoceh pada Aby namun Aby hanya diam.


"Kita coba cari dulu, Den" kata Aby.


"Kita? Lo aja sana! gue tunggu disini"


"Iya, saya keluar dulu" pamit aby yang sudah hendak bkeluar dari mobil.


"Eh tunggu," cegah Reza saat aby menutup pintu.


"Ada apa?" tanyanya hanya melongok kan kepala.


"Duitnya," Reza merogoh kantong celananya namun ia tersentak saat tak menemukan dompet di sakunya.


"Duh, Gue gak bawa dompet" gumam Reza dengan tangan masih meraba raba.


"Saya ada, Den" kata Aby yang masih menunggu.


Gile... malu amat gue di beliin sama bocah, dia inget gak ya pas gue bilang gue bisa beli Tomat di seluruh dunia tapi gue malah gak bawa duit. ckckck!!


Harga diri gue nyungsep gara-gara klepon.


Reza masih menunggu di dalam mobil sambil terus mengamati area pasar, semakin malam ternyata semakin ramai antara penjual dan pembeli, riuh kendaraan pun membuat jalanan tersendat belum lagi beberapa becak yang berjejer menunggu para penumpang yang akan memakai jasa mereka.


"Lama banget, ada gak sih?" Reza melirik ponselnya dan melihat jam ternyata sudah hampir jam sebelas.


"Maaf, lama" ujar Aby saat masuk kedalam mobil.


"Ketemu gak?" tanya Reza saat melihat bungkusan ditangan Aby.


"Alhamdulillah, Ada" sahutnya sembari tersenyum.


"Syukurlah, besok bisa nyelup" gumam Reza pelan dengan senyum menyeringai.


"Apa, Den?" tanya aby, seperti mendengar sesuatu


"Ish, kepo!" ejek Reza.


Ia lalu menyalakan mesin mobilnya, ada senyum menyungging di sudut bibirnya kini ia tak lagi takut dengan ancaman sang istri karna apa yang di inginkan ibu hamil itu sudah ada di tangannya.

__ADS_1


Sama halnya saat pergi, kini Perjalanan pulang pun tak ada obrolan di antara keduanya, mereka diam Sampai mobil kembali terparkir rapih di dalam garasi.


"Makasih ya, maaf repotin Lo" kata Reza sebelum mereka turun dari mobil.


"Sama sama, Den jangan sungkan" sahut Aby.


Kini keduanya berjalan menuju pintu rumah Reza lebih dulu masuk dan langsung menaiki anak tangga menuju kamarnya.


CEKLEK..


Pelan ia membuka pintu karna lampu kamar sudah dimatikan, itu pertanda Melisa sudah terlelap dibalik selimut.


"Nah kan, malah tidur" gumam Reza yang sudah duduk di tepi ranjang.


Ia menyibakkan sedikit selimut yang menutupi wajah istrinya.


"Ra, kue udah ada" ucap Reza membangunkan dengan sangat lembut.


"Sayang, mau di makan gak?" kini tangannya sedang mengusap-usap pipi gembil istrinya.


Melisa menggeliat, ia mengerjapkan sedikit matanya.


"Mas Reza udah pulang?" tanya Melisa dengan Suara serak khas bangun tidur.


"Iya sayang, aku bawa kue klepon nya, ayo dimakan"


Melisa menggeleng, lalu menarik kembali selimutnya.


"Aku gak mau" ucapnya dengan mata yang sudah terpejam.


"Tadi katanya mau, aku udah cari loh" kata Reza sedikit memaksa istrinya untuk bangun.


"Gak, aku gak mau" ujarnya lagi.


"Iya kenapa?" Reza mulai panik, ia mengingat ancaman mematikan istrinya.


"Udah gak pengen, gak tau ah" Melisa malah membalikan tubuhnya


"Ngerjain doang kan, hadeuh kayanya nih anak tau bukan papanya yang nyari" dengus Reza kesal.


🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉


Wah...


bayi ajaib ya bang 🤭🤭🤭🤭


Like KOMENNYA yuk RAMAIKAN ♥️🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2