
🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻
Langit yang tak bisa tidur hanya berguling diatas ranjang, matanya engga terpejam padahal esok pagi adalah acara lamaran resminya pada Cahaya putri bungsu Reza Rahardian Wijaya.
Malam ini ia memilih menginap di apartemen Diana untuk memudahkan pergi kerumah utama setelah menyiapkan segela sesuatunya.
Dua puluh dua tahun, dan jodohku ternyata memang dia. Gadis kecil yang memiliki sorot mata sendu yang selalu menghangatkan hatiku dalam berbagai perasaan.
Sosok wanita yang sedari bayi bersamaku dalam keadaan apapun itu.
Langit tersenyum membayangkan wajah cantik belahan jiwanya, Ingin hati menelpon tapi ia sadar diri jika ini sudah lewat tengah malam, calon istrinya itu butuh banyak istirahat mengingat kondisi sebetulnya Cahaya yang belum pulih total. Masih banyak yang harus gadis itu pantang dalam beberapa tahun ini.
"Sampai bertemu esok pagi ya cantik, Aku dan Mami akan datang menghalalkanmu" gumam Langit sambil mengusap layar ponsel yang terdapat foto Cahaya.
.
.
.
"Udah siap, Nak?" tanya Diana saat Langit keluar dari kamarnya..
"Sudah, Mam. Kita berangkat sekarang ya" ajak Langit yang di iyakan dengan anggukan kepala oleh sang Mami.
Langit menggandeng ibu kandungnya itu keluar dari apartemen menuju parkiran mobil, setelah keduanya masuk pria tinggi putih tampan itu pun segera menyalakan mesin kendaraannya.
"Abang Deg-degan, Mam"
"Itu perasaan yang wajar, Nak"
Satu hal yang tak pernah terbersit dalam hati Langit adalah ia akan di dampingi oleh orang tua kandungnya sendiri meski hanya Maminya saja, dan baginya itu sudah lebih dari cukup karna ia tak akan menyinggung soal ayahnya lagi.
Diana sempat meneteskan air mata saat ia bertanya dimana dan siapa sosok sang ayah.
"Abang gak nyangka kalau akan ada Mami saat Abang akan halalin Chaca" lirihnya terharu.
__ADS_1
"Mami datang di saat yang tepat, meski Abang mempunyai keluarga tapi saat momen seperti ini tentu Abang ingin bersama orang tua Abang sendiri dan Tuhan mengabulkannnya meski hanya Mami tapi Abang bahagia" sambung Langit lagi.
"Kamu yang datang pada Mami, karna selama ini Mami selalu ada di dekatmu" jawab Diana tak kalah terharunya.
Diana mengusap lengan putranya yang masih fokus memutar stir mobil.
.
.
Kurang dari satu jam, kini mobil masuk kedalam garasi rumah utama.
Rumah tempat ia dibesarkan namun detik ini begitu berbeda rasanya.
Ada Hiasan hiasan kecil yang terdapat di halaman depan, suasana pun cukup terlihat ramai meski hanya keluarga inti.
"Yuk, Mam. Pegang tangan Abang ya karna Abang deg-degan banget" pintanya sambil terkekeh seraya tangannya memegang dada.
"Iya, Sayang"
Keduanya turun dari mobil dan bergegas untuk masuk.
"Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh" sapa Langit dan Diana saat mereka sudah berdiri di ambang pintu.
"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh" jawab semuanya yang sudah berada di ruang tamu.
Langit menoleh ke arah Diana.
"Ayo, ada Mami, Nak"
Reza dan Melisa yang bangkit dari duduknya bersiap menyambut kedatangan calon menantu dan besannya.
"Silahkan masuk" ujar Reza saat Langit sudah menyalaminya bergantian pada Melisa juga.
"Bun, Abang gemeteran" bisik Langit pada Bunanya, sepertinya ia lupa jika wanita itu malam ini sedang berperan sebagai calon mertuanya.
__ADS_1
"Kenapa?, bukannya dari bayi adek udah sama kamu" Goda Melisa dengan senyum terbaiknya membuat Diana yang bejalan di belakang keduanya pun hanya bisa tersenyum getir karna sepenting apapun perannya, Wanita Rahardian itulah pemenangnya.
Oppa dan Omma yang duduk berdampingan tersenyum lebar untuk menyambut kedatangan Langit dan Ibunya.
Pasangan Baya itu di apit oleh kedua cucu kembarnya yang lain yaitu Air dan Bumi.
"Selamat malam, maaf jika kedatangan kami menganggu waktu kalian semua" ujar Diana mengawali perbincangan dengan basa basi.
"Maksud kedatangan saya kemari bersama putra saya yang bernama Langit..... "
Diana diam sejenak tak meneruskan perkataannya karna ia baru ingat jika anaknya memiliki keluarga dan nama lain di akta nya yang resmi secara hukum negara.
"Langit.. "
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Langit Marvelio Biantara!
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
__ADS_1
Lah.. kok beda 🤣🤣🤣🤣
Like komennya ramaikan 😘😘😘