
🌻🌻🌻🌻
***Muach..
Muach..
Muach***..
Ciuman bertubi-tubi Reza berikan di seluruh wajah sang istri, dan tak lupa di akhir ia ******* sekilas bibir ranum yang selalu menggodanya.
"Mas Reza mau kemana?" Teriak Melisa saat melihat suaminya setengah berlari meninggalkannya..
"Kabuuuuuur, takut di tangkep kakak!" sahutnya yang sudah hampir keluar pintu.
.
.
BRAKKK..
Benar saja, Reza pergi sambil membanting pintu membuat Melisa menggelengkan kepala antara kesal dan gemas melihat kelakuan anak dan suaminya.
"Kak..." panggil Melisa saat kembali masuk kedalam kamarnya, ia tak melihat si sulung berada di dalam.
"Kakak, dimana?" panggilnya lagi.
"Dikamar mandi, lagi pipis" sahutnya sambil berteriak.
.
.
CEKLEK...
"Udah pipisnya?"
"Udah, mah...nyari gajah sampe pengen pipis pusing banget kepala kakak" ocehnya masih kesal.
"Gajahnya udah pergi, kak"
"Kemana?" tanya Ay dengan dahi mengkerut.
"Ke kandangnya mungkin!" sahut Melisa sambil mengelus kepala anaknya.
"Atau mungkin gajahnya lagi cari mangsa baru buat gigit gigit lagi, mah?"
.
.
DEG
__ADS_1
Mangsa baru?
Atau sekertaris baru!!!
***
Hari semakin sore ketiga anaknya sudah mandi dan rapih tinggal menunggu Reza pulang dari kantor dan makan malam bersama, Bumi yang fokus pada layar TV yang sedang menayangkan olimpiade olahraga Nasional merasa terganggu dengan gelak tawa kakaknya saat mengejek Cahaya yang asik menggambar.
"Kakak berisik!" dengus Bu kesal.
"Apa sih, kakak cuma ketawa" sahutnya dan kembali tergelak.
"Jangan, kak!" rengek si bungsu saat kertas gambarnya ikut di warnai.
"Pelit banget sih, kakak kan cuma bantu"
"Itu bukan bantu yang ada berantakin" sungut Cahaya yang kemudian berlari kearah Melisa yang baru saja keluar dari dapur dengan nampan di tangannya.
"Mah, kakak tuh" rengek si cantik dengan nada manjanya.
"Kenapa lagi?"
"Kakak bantu warnain mah, adeknya aja yang pelit" sahut Ay sambil terkekeh.
"Kakak jangan ganggu adek dong, kalau mau warnain kan udah punya masing-masing" kata Melisa sembari meletakkan nampan yang ia bawa tadi ke atas meja depan Tv.
"Makan, kak" tawar Melisa pada Bu, pisang nugget kesukaan ketiga buah hatinya.
CUP
Satu kecupan mendarat sempurna di pipi kiri mamanya yang Cantik.
"Dasar bebek, cium cium Mulu"
CUP CUP CUP
Ay yang sebelumnya mengejek justru malah menghujani wajah Melisa dengan ciuman layaknya Reza saat melakukan itu padanya.
"Papa banget sih, kak, sampe cium aja mirip harus semuanya" gumam Melisa.
"Udah ah kenyang" kekehnya.
"Mah, adek mau kejunya lagi" pinta Chaca.
"Tunggu ya, mama ambil dulu"
Melisa Langsung bergegas kearah dapur namun langkahnya terhenti saat ponselnya yang tergelak di meja makan bergetar.
Hubby
( Ra.. aku pulang telat ya, mau ketemu sepupu
__ADS_1
istri Ardi yang mau kerja, bilangin anak-anak
juga mau pesen apa biar sekalian aku beli )
Melisa mengulang saat membaca isi pesan dari suaminya, ia melirik jam di dinding sudah hampir jam enam sore.
Haruskah Sekarang?
Melisa yang kesal akhirnya meletakan lagi ponselnya, ia melanjutkan langkahnya untuk mengambil keju yang di inginkan di bungsu.
Dengan perasaan yang tak menentu ia kembali bergabung dengan ketiga anaknya di ruang Tv.
"Kok papa belum pulang sih, mah?" tanya Cahaya.
"Papa pulang telat, nanti kita makan duluan aja ya"
"Enggak, ah adek mau tunggu papa" sahutnya sambil menggelengkan kepalanya
"Gak boleh gitu, papa masih ada kerjaan di kantor sayang"
"Biasanya pulang, mah" rengeknya lagi.
"Iya tapi papa lagi ada tambahan kerjaan, jadi pulangnya telat nunggu semua beres"
"Bukannya ada Tante Viana?" tanya Bu setelah menyuapkan pisang nugget terakhirnya kedalam mulut.
"Tante Viana mau berhenti bekerja, makanya papa lebih sibuk" jelas Melisa.
"Masa sih, mah?" tanya Bu tak percaya.
"Hem, belum sih baru mau makanya papa lagi mau ketemu sama calon sekertaris barunya Papa hari ini" Jawab Melisa.
"Kalo tante Vi gak ada, Kakak males ke kantor papa?" ucap Ay.
"Kenapa?" tanya Melisa bingung.
"Nanti gak ada yang aku godain lagi, haha"
.
.
.
💦💦💦💦💦💦💦💦💦
Bibit playboy muncul 🤭🤭
tar klo diputusin pacar nangis gak kak? 😂
Like komen nya yuk ramai kan ♥️
__ADS_1