
🌻🌻🌻
"Habiskan semuanya" kata Melisa saat suami dan ketiga anaknya sudah berkumpul di meja makan
"kakak, makan ya sayuran sedikit aja gak apa-apa sayang" pinta Melisa merayu si sulung.
"No. mama" jawabnya keukeh.
"Sedikit aja, itu udah mama potongin kecil-kecil jadi gak akan kerasa kalo makannya bareng sama nasi"
"N'Da mau, mama. Lagian aku gak makan sayur juga tetep ganteng" sahut Ay sambil menyuap nasi dengan ayam goreng.
"Apa hubungannya sayur sama ganteng?" tanya Reza bingung.
"N'Da ada" jawabnya terkekeh.
Hatchiiiii...
Kini semua mata tertuju pada si bungsu yang bersin dengan kerasnya.
"Adek jorok, gak di tutup mulutnya" protes Ay.
Melisa langsung menghampiri si bungsu yang duduk di hadapannya.
"Adek kenapa?" Melisa yang khawatir sudah menempel kan tangannya di kening Chaha.
"Demam lagi, Ra?"
"Enggak, Mas"
"Gendong, Maaaa" rengek si cantik dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
"Sini sama papa ya" Reza yang selalu sigap langsung meraih tubuh mungil putri kesayangannya itu.
"Kamu urus Ay sama Bu, biar Chaca sama aku" titah Reza sebelum membawa Cahaya pergi.
Melisa kembali duduk bersama kedua jagoannya untuk menemani mereka sarapan sampai habis
"Mama makan" kata Bu sambil menyodorkan Piring makanan Melisa yang masih utuh.
"Nanti aja, kamu Cepat habiskan" jawab Melisa mengusap kepala si tengah.
__ADS_1
"Aku udah ah, mau ke papa" Ujar Air sambil berlari menghampiri Reza yang duduk di ayunan sembari mendekap Cahaya.
"Adek sakit lagi Pah?" tanya Ay yang sudah ikut duduk disebelah Reza.
"Enggak, sayang. kayanya adek masih ngantuk" jawab Reza dengan tangan terus mengusap punggung si bungsu.
"Adek mau tidur lagi, sama kakak yuk ke kamar" ajaknya mengemaskan.
"N'Da, adek mau sama papa" sahut Chaca yang menempel di dada Reza.
"Papa mau sarapan, mau kantor"
"Adek mau Abang" rengeknya saat mendongakkan wajah imut nya
"Abang kolah, wey" ejek Ay.
"Besok Abang kesini, sekarang adek main sama kakak dulu ya" kata Reza memberi pengertian jika Langit hanya datang saat Weekend dan libur sekolah.
" Iya, adek mau warna warna"
"Jangan, main keretaan aja yuk" ajak Ay yang di balas gelengan kepala oleh adiknya.
"Kakak gak mau warnain, mau maen kereta aja"
"Sama kakak Bu ya warnainya" rayu Reza.
"Enggak, mau sama Abang aja"
Reza menghela nafasnya berat sikap si bungsu yang sangat bergantung pada Langit kadang membuatnya khawatir.
Memang harus Reza akui sifat Langit yang menyayangi ketiga anaknya memang tak main-main, Bocah kelas satu Sekolah Dasar itu selalu sigap menjaga adik-adiknya, memposisikan dirinya sebagai Abang yang terbaik.
"Ya udah, nanti sore papa jemput Abang ya pulang sekolah, sekarang sama kakak dulu"
Si bungsu mengangguk lalu turun dari pangkuan Reza menuju ruang tengah bersama Air.
Reza yang baru saja keluar dari kamar membuat Melisa bingung dan menatapnya dengan heran.
"Mas Reza gak ke kantor?"
"Enggak, nanti siang mau jemput abang sekolah, adek mau sama Abang katanya lagian besok tanggal merah kan?"
__ADS_1
Melisa tersenyum sambil mendekat ke arah suaminya yang berpakaian santai ala rumahan.
"Iya, besok libur, mas" sahutnya sembari bergelayut manja di lengan Reza yang hanya memakai kaos oblong abu-abu.
"Anak-anak mana?" tanya Reza saat melihat ruang tengah kosong hanya ada mainan yang berserakan dimana-mana.
"Ada di balkon atas tadi, lagi gangguin Bi Siti jemur baju"
"Ke dapur yuk" ajak Reza dengan senyum menggoda.
"Ngapain?"
"Bikinin aku kopi jangan pake gula ya"
"Tumben!" kata Melisa bingung.
"Kan manisnya ada dijamu, Ra" ciuman sekilas Reza layangkan di bibir istrinya, lembut dan menghangatkan.
*****
Reza yang berada dikamar sedang sibuk dengan pekerjaannya harus di kaget kan dengan tangis Cahaya di lantai bawah, dengan sedikit berlari ia langsung turun dengan tergesa.
"Gigit papa" teriak si bungsu yang sudah banjir air mata.
"Gigit apa?" Reza yang panik langsung menggendong Cahaya.
"Gigit nyumak, hahaha" kekeh Ay.
"Nyamuk, kak" sahut Bu.
"Semut, kakak" balas Cahaya.
"Jadi sebenernya adek gigit apa?" tanya Reza bingung.
"Di gigit gajah, kaya mama tuh lehernya merah merah suka di gigit gajah malem malem katanya " celoteh Ay yang membuat Reza harus mengulum senyum.
Melisa yang baru pulang dari minimarket bawah akhirnya heran melihat ketiga anaknya sedang tertawa bersamaan.
"Ada apa mas?" tanya Melisa.
"Ssttt, kita lagi di ghibahin anak anak" bisik Reza..
__ADS_1
💦💦💦💦💦💦💦💦💦💦