Suami Dadakan

Suami Dadakan
bab 173


__ADS_3

🌻🌻🌻


Melisa


Papa kembali ke kamar Melisa setelah pertemuan dengan Ardi juga beberapa orang suruhannya selesai, masih ada mama dan Rissa didalam kamar sedang saling menguatkan.


Pria paruh baya itu menghela nafas panjang saat melihat bahu sang menantu naik turun pertanda ia sedang menangis tersedu-sedu.


"Pah gimana?"tanya mama yang langsung datang menghampiri.


"Mobilnya ada, tapi Rezanya belum ketemu" jawab papa lirih.


"Kecelakaan, Pah?" Melisa yang mendengar suara papa langsung membalikan tubuhnya.


"Enggak, mobilnya ada terparkir di area masjid"


"Dimana anak kita, Pah" mama langsung berhambur memeluk suaminya.


"Sabar, semoga besok pagi ada kabar baik, mama istirahat dulu, kamu juga ya, Mel"


"Rissa, terimakasih sudah datang" tambah papa lagi.


"Sama-sama, Om, aku turut sedih juga sama musibah yang menimpa Reza"


"Iya, doakan semoga Reza cepat kembali"


"Mel, jangan lupa obatnya ya, biar tekanan darahnya normal lagi, minum air putih yang banyak kamu harus inget anak anak ya" kata Rissa.


Melisa hanya menjawab dengan anggukan, lelehan air mata masih membanjiri wajahnya.


Hal yang tak pernah ia bayangkan selama menikah dengan Reza, pria itu akan meninggalkannya tanpa kabar seharian ini.

__ADS_1


"Eyang, tolong bawa anak-anak kemari, aku ingin tidur bersama mereka" pinta Melisa pada eyang yang baru saja keluar dari kamar si kembar.


"Mama akan temani kamu, Mel"


"Gak usah, mah. Mama istirahat aja nanti biar Ncus yang nemenin aku kalau aku repot" jawab Melisa, suaranya begitu parau bahkan hampir tak di mengerti.


"Cukup, jangan menangis lagi ya sayang" ujar mama kembali memeluk menantu kesayangannya itu.


"Iya, mah, besok mas Reza pulang kan?, besok mas Reza pulang lagi kesini dia gak mungkin ninggalin aku ninggalin anak anak lama kaya gini iya kan, mah?, mas Reza sayang aku kan?"


Melisa terus saja meracau di pelukan mama, ia sedang berusaha menguatkan hatinya tentang takdir yang menimpanya saat ini.


Walau ia sendiri tak yakin sampai dimana ia akan menaruh harapan suaminya akan kembali secepatnya.


"Iya, anak nakal itu sangat mencintai kalian, mama yakin ia akan pulang besok, Kita tunggu ya sayang, mama yakin papa sudah menyiapkan hukuman untuknya, nanti kita saksikan bersama" kekeh mama mencoba menghibur Melisa, tapi hanya sedikit senyum di sudut bibirnya.


"Kamu istirahat, cukup temani mereka tidur, biar Ncus yang susui mereka dengan ASIP"


Sepeninggal mama dan eyang dari kamarnya, kini tinggal ia dan ketiga anaknya yang berjejer rapi di atas ranjang, tentu baby Ay yang paling dekat dengannya karna si sulung yang paling rewel, baby Cha di tengah sedangkan baby Bu paling pojok, bayi tampan dengan bibir merahnya itu selalu tenang diantara kedua saudaranya.


"Tapi besok papa pulang ko' akan gendong kalian lagi kaya biasanya"


Lagi lagi ia tak bisa membendung air matanya, hal paling menakutkan pun tak luput dari fikirannya.


bagaimana jika Reza benar benar hilang?


****


Ardi berserta tim suruhan papa akan berangkat malam ini juga ke kota X di tengah pulau tempat dimana Reza hilang tanpa kabar.


Berawal dari Viana yang panik saat client memberitahukan ketidak hadiran sang Presdir ke tempat yang mereka janjikan untuk menggelar meeting saat makan siang.

__ADS_1


Kemudian laporan dari pak Damar yang juga mengatakan jika Reza tak juga kembali saat membawa mobilnya sendiri.


Dan fakta selanjutnya tentang adanya mobil sedan mewah di area parkiran Masjid yang entah siapa pemiliknya.


dari seluruh info yang didapat semua yakin jika hilangnya Reza bukan karna kecelakan dengan mobilnya.


"Ardi akan pulang membawa kabar untuk kita, mah" saat keduanya kini sudah berada di dalam kamar.


"Mama istrihat saja dulu, papa mau keruang kerja"


"Lain kali mama gak mau Reza pergi lagi, cukup ia mengurus perusahaan disini gak perlu ke luar kota atau ke luar pulau sendirian ini yang pertama dan yang terakhir, untuk apa papa punya banyak tangan kanan jika harus Reza juga yang mengeceknya kesana" mama terus saja mengomel pada suaminya, menurutnya ini adalah kesalahan papa yang sudah meminta Reza untuk ke luar kota selama dua hari.


"Ini proyek rumah sakit besar, Mah.."


keduaya terus saja berdebat, mama dengan argumennya yang masih belum bisa menerima kenyataan atas hilangnya putra kesayangannya.


" kita tunggu dulu, mah. esok pagi papa yakin sudah ada kabar dari Ardi juga dari yang lainnya"


"Kasihan melisa dan anak-anak, pah. Mama gak sanggup lihatnya" ujar mama lirih sambil terisak.


Papa langsung merengkuh tubuh istrinya, ia tahu wanita yang sudah melahirkan Reza dengan penuh perjuangan itu sangat terluka.


***KAMU ANAK BAIK...


PULANGLAH NAK, PAPA TAKAN MENGHUKUMMU UNTUK BERDIRI MENGHADAP TEMBOK LAGI JIKA ESOK KAMU PULANG...


πŸ’¦πŸ’¦πŸ’¦πŸ’¦πŸ’¦πŸ’¦πŸ’¦πŸ’¦πŸ’¦πŸ’¦πŸ’¦***


MASIH BISA PAH INGET SAMA TEMBOKπŸ™„


like komennya yuk ramaikan..

__ADS_1


jangan lupa mampir ke babang reynand y


#MENIKAHISAHABATKU


__ADS_2