
🌻🌻🌻🌻
Sepulang mengantar Kahyangan, Bumi langsung kembali kerumahnya, ruang tengah yang nampak sepi mendakan semua keluarganya kini
sudah berada dalam kamar mereka masing-masing.
Langkah panjangnya langsung ia tuju ke arah tangga, menaikinya satu persatu hingga ujung kemudian berbelok kearah kiri tapi bukan di depan kamarnya kini ia berhenti tapi tepat di kamar sang kakak.
Tok..tok..tok..
"Masuk" sahut Ay dari dalam kamarnya.
Bumi membuka pintunya dengan pelan, ia lebih dulu menyembulkan kepalanya untuk melihat kakaknya barulah ia masuk.
"Kak" Panggil Bumi sambil mendekat.
"Hem" Air sama sekali tak menoleh matanya tetap fokus pada layar komputer perangkat gamenya.
"Aku minta nomer ponsel Yayang dong"
Barulah Air menoleh, ia menatap adiknya heran
"Dari tadi ngapain aja!" sentak Ay, ia tak habis pikir dengan kelakuan kembarannya itu.
"Lupa" jawab Bumi sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tak gatal.
"Udah di tarik-tarik, di peluk peluk, di anter pulang tapi gak minta nomer ponselnya, kamu gak abis gak ngapa-ngapain kan?" tunjuk Ay sambil memicingkan matanya.
"Eh, enggak! enak aja"
"Cari noh di ponsel kakak" suruhnya pada sang adik untuk mencarinya sendiri.
Bumi meraih benda pipih milik Air di atas meja belajar, membuka kuncinya yang memang ia tahu, yaitu tanggal lahir si Kuya peliharaan papanya lima tahun silam.
Tak ada yang aneh, foto wallpapernya masih foto mereka bertiga seperti biasa.
__ADS_1
Jari lincah Bumi langsung mencari nama Kahyangan di kontak ponsel milik sang kakak namun tak ia temukan, Tapi saat ia mengetik Nama Yayang nama pemilik hatinya itu tersimpan dan ternyata hanya satu-satunya.
Betapa terkejutnya ia saat melihat profil foto sang pujaan hatinya itu.
"Kakak, pacaran sama Yayang?" tanya Bumi langsung.
"Enggak!" sahut kembarannya cepat dan jelas.
"Kok profilnya dia lagi sama kakak?" tanyanya lagi
"Ya gak tahu, itukan ponselnya dia. Ya kamu tanya sama dia kecuali itu di profilnya kakak" ucap Ay, anak sulung Rahardian itu masih fokus pada gamenya.
Meski kesal ia tetap menyalin nomer ponsel Yayang untuk ia simpan di ponselnya, Bumi meletakan kembali benda pipih itu ke atas meja belajar, begitu banyak pesan dan panggilan tak terjawab di sana mungkin lebih tepatnya sengaja tak di angkat oleh Air.
Pemuda itu selalu tak ingin mau di ganggu jika sedang bermain game jika malam hari.
Meski Air terkenal memiliki banyak kekasih tapi ia cenderung pemuda yang cuek, hanya sesekali memberi perhatian apalagi keseriusan. Air tak pandai basa basi seperti layaknya sepasang kekasih pada umumnya, tapi jika urusan merayu dialah juaranya.
sama siapa?
lagi apa?
Udah makan apa belum?
Itukan urusan mereka!
Itulah yang selalu dijawab Air jika adik-adik menyampaikan keluh kesah para gadis yang menjadi kekasih kakaknya itu.
Pacaran dengan Air sungguh hanya bermodalkan kata rayuan.
Ia tak pernah bermain perasaan dengan gadis manapun.
"Lalu bagaimana dengan Yayang?"
__ADS_1
"Apanya?" Air balik bertanya.
"Apa Yayang punya perasaan ke kakak?" Bumi terus mencecar Air dengan banyak pertanyaan.
"Dek, kakak gak tau. Kita emang udah temenan lama tapi gak sekalipun kakak minta dia buat jadi pacar kakak" jelas Air.
"Kenapa?"
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Nanti kamu juga paham.!
🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉
Dih, songong banget si kakak 🙄🙄🙄
Hayu Bu, ambil Aer sama baskom kita liat ada apa dengan Yayang 🤭🤭🤭🤭
__ADS_1
Like komen nya yuk ramai kan ❤️