
🌻🌻🌻🌻
CUP
Satu kecupan di pipi kanan Melisa dari suami tercintanya mampu mengagetkan ia yang sedang berdiri di balkon kamar apartemennya, suasana yang sepi saat anak-anak sudah berangkat ke sekolah membuat ibu dari tiga anak itu sering kali kebingungan karna tak adanya lagi aktivitas lainnya.
"Mas, udah pulang!" tanya Melisa dalam pelukan Reza, pria itu sudah memeluknya dari belakang.
"Hem, iya, aku gak kuat nahan kangen, lima puluh dua jam itu lama banget, Ra" ucapnya yang sudah menenggelamkan kepalanya di ceruk leher wanita yang selalu menjadi candu nya itu.
"Kita harus biasa, mas Reza sekarang makin sibuk. Waktu sama aku jauh lebih berkurang" Rajuk Melisa sambil tetap membiarkan Reza menyesap lehernya.
"Tunggu anak-anak besar, dan aku akan dua puluh empat jam di sisimu"
Reza membalikan tubuh istrinya, ada tiga tanda merah yang berhasil ia buat dengan sentuhan lembutnya tadi.
Pria yang kini semakin matang di usianya yang menginjak empat puluh empat tahun itu menangkup wajah cantik sang istri dengan kedua tangannya.
"Akan ku berikan dunia untukmu, berpijak lah kemanapun yang kamu mau, dan ku pastikan aku selalu ada bersamamu"
Melisa langsung berhambur memeluk Reza, suami yang selalu melimpahkan kasih sayang yang tak terkira untuknya, menghujaninya dengan kata cinta setiap detik harinya.
.
.
.
__ADS_1
KRIIIUUUUKKK....KRIIIUKKKK..
Melisa Langsung mengurai pelukannya ketika ada bunyi yang sangat menggelitik di telinganya itu
"Mas Reza laper?" tanyanya dengan menahan senyum.
"Iya, aku jarang makan disana, aku gak bisa makan kalau bukan masakan kamu" keluhnya dengan wajah menyedihkan.
"Ya udah, kita makan dulu" Melisa Langsung menarik tangan Suaminya menuju dapur, di layani nya dengan cekatan seperti biasa.
"Udah tau laper, bukannya makan malah gombal terus" goda Melisa saat Reza sudah menghabiskan setengah dari makanannya.
"Hahaha, gak bisa kalo liat kamu, maunya jujur terus" ucapnya sambil terus mengunyah.
"Mas Reza mau ke kantor lagi gak?" tanya Melisa yang di balas gelengan kepala oleh suaminya.
"Apaan sih, aku mau belanja, Mas. udah gak ada apa apa di kulkas" jelasnya sambil mencebikkan bibirnya.
Tak ada yang berubah,meski hampir tujuh belas tahun membina rumah tangga Melisa masih meng-handle semuanya sendiri terutama urusan dapur layaknya ibu rumah tangga biasa meski ada dua ART yang membantu namun tugasnya hanya membersihkan apartemen, karna masak dan menyiapkan makanan tetap ia sendiri yang melakukannya.
"Sambil jemput anak-anak aja nanti sekalian main sama makan malam di luar, aku kangen mereka" ucap Reza setelah menegak air putih.
"Oke"
Melisa lalu membereskan bekas makan Suaminya, merapihkan nya kembali seperti semula.
"Ra, aku tidur sebentar ya, kalau papa telepon jawab aja aku pulang lebih dulu karna semuanya sudah beres" pesannya pada sang istri yang sibuk mengecek isi dapurnya.
__ADS_1
"Hem, iya, Mas" jawab Melisa setelah melirik sekilas ke arah jam dinding
' Masih ada waktu empat jam sampai anak-anak pulang sekolah'
Reza yang sudah mengganti pakaiannya dengan kaos dan celana pendek Langsung meringsek ke tengah kasur, ranjang berukuran besar yang selalu menjadi saksi betapa hebatnya ia menaklukkan istrinya saat berpiknik ria.
.
.
.
Akhir nya aku bisa tidur di sini lagi
bersiap lah wahai kasur untuk nanti malam..
.
.
.
🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉***
Mang mau ngapain bang ntar malem?
kepo gua nih 😀😀😀😀
__ADS_1
Like komen nya yuk ramai kan