Suami Dadakan

Suami Dadakan
extra bab 116


__ADS_3

🌻🌻🌻🌻🌻


Aku percaya padamu, apa yang kamu lakukan sudah membuatku yakin hanya aku yang ada di hatimu, jadi mana mungkin aku meragukan cinta dan kesetiaanmu, Bu...."


Senyum Bumi tentu langsung melebar bahkan ia menggigit kecil bibit bawahnya sendiri untuk menahan tawa saking bahagianya, untung lah tak ada siapapun di ruangannya jadi ia bebas mengekspresikan rasa yang cintanya kali ini meski hanya lewat sambungan telepon.


"Kamu yakin?" tanya Bumi.


"Tentu, Siapapun akan percaya kata-kata mu, Bu" kekeh Kahyangan di sebrang sana.


"Baiklah, cepat pulang karena aku sangat-sangat merindukanmu, aku ingin bertemu denganmu" pinta Bumi.


"Ada yang ingin ku bicarakan nanti" tambahnya lagi.


Kahyangan tak menjawab, ia seperti sedang berpikir sesaat dengan maksud yang dikatakan Bumi karena dari nada bicaranya itu seakan hal yang penting.


"Iya, aku sudah bersiap untuk pulang, esok kamu bisa datang kerumah" jawab Yayang.


"Kenalkan aku pada ibumu, Bagaimana?" pinta Bumi yang di balas gelak tawa dari si cantik berambut panjang sepinggang itu.


"Hey, memang aku lucu, Yang?" protes pemuda yang sudah menyadarkan tubuhnya di punggung sofa tempat ia terlelap tadi.


"Tidak, Bu. Hanya aku sedang membayangkan bagaimana reaksi Ibu jika kamu datang, karna yang di kenalnya hanya Ay" jelas kahyangan.


"Jadi kamu belum menceritakan tentang ku pada ibumu?" Bumi sedikit merajuk pada gadis Kesayangannya.


"Belum, kamu tahu apa yang terjadi pada keluarga ku, kan?"


"Aku mengerti, aku juga mau pulang sekarang" ucap Bumi sebelum ia mengakhiri teleponnya.


Ucapan cinta berbalut kerinduan Bumi utarakan dengan tulus dari hatinya, ia tak sabar menunggu esok untuk kembali menatap kedua manik mata Kahyangan yang selalu meneduhkan hatinya.

__ADS_1


********


Puas berbincang dengan sang pujaan hati, Bumi langsung keluar dari ruangannya.


Gedung itu sudah nampak sepi hanya ada tiga satpam yang berjaga di pintu utama dan pos.


"Periksa semuanya lagi" pesan Bumi sebelum masuk kedalam mobil sportnya.


"Siap, Tuan"


Ia langsung menyalakan mesin kereta besi mewahnya itu keluar dari area perkantoran nya, membelah jalan raya yang sedikit ramai lancar karna masih dalam waktu jam pulang kerja.


Tak ada teman mengobrol di dalam mobil mulai ia rasakan saat adik perempuannya tak ikut kuliah, Reza memohon pada si bungsu agar mau melanjutkan pendidikannya dirumah lagipula ia tak pernah menuntut apapun dari Cahaya soal masa depannya, baginya Sang anak sembuh saja itu sudah suatu hal yang paling membahagiakan dibanding harta melimpah.


.


.


.


Sampai didepan pintu tempat tinggalnya ia langsung membuka dengan cardlock miliknya.


"Mah, mamah" panggilan saat berada di ruang tengah.


suara derap langkah ternyata terdengar di dapur.


"Iya sayang" sahut Melisa dengan senyum terbaiknya.


"Sepi banget, papa belum pulang?" tanyanya setelah mencium pipi kanan sang mama.


"Kamu mandi dulu sana, habis ini kita kerumah Oppa, papa sama Abang juga udah disana" jelas Melisa.

__ADS_1


"Mama nunggu kamu pulang biar bisa kesana sama sama" tambahnya lagi.


"Mama gak telepon aku buat nyuruh aku cepet pulang" ujar Bumi yang merasa bersalah.


" Gak apa-apa, mama tau kamu lelah pulang kuliah langsung ke kantor kamu, kan?"


Bumi mengangguk sambil tersenyum, terkadang ia masih merasa malu dengan usaha yang sedang ia rintis sendiri.


"Ya udah, aku mandi dulu lalu siap-siap"


"Eh, iya! tumben kita disuruh kumpul memang ada apa?" tanya Bumi yang mulai penasaran.


.


.


.


.


.


.


.


.


"Entah, mama juga belum tau, kak!"


🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉

__ADS_1


Kepo si Bumi 🤣🤣🤣


Like komen nya yuk ramai kan ♥️


__ADS_2