Suami Dadakan

Suami Dadakan
extra bab 194


__ADS_3

🌻🌻🌻🌻🌻🌻


Adek tuh sama Abang kalo pagi kangen


Siang kangen


Sore kangen


Malem kangen


Jadi biar gak kangen terus kayanya harus secepatnya satu kamar deh....


Ucapan pria dua puluh empat tahun itu membuat Reza, Melisa dan Cahaya tercengang.


"Eh.. eh.. eh.. Minta di tabok tutup toples ya" ancam Reza saat mendengar laporan anak angkatnya itu..


"Anak aku udah pengen sekamar katanya, Mas" kekeh Melisa kemudian.


Tawa Melisa Langsung membuat Langit bisa bernafas lega, ia palingkan wajahnya sejenak untuk menghapus buliran bening di ujung matanya.


Makasih, Buna udah mau ketawa lagi.


"Siapa yang ngajarin sih, tumben ngomong begitu?" tanya Cahaya yang bingung dengan sikap Abangnya yang begitu berani


"Si kakak!"


[ Hachiii... Air yang kini berada di hotel bersama sang istri


Tiba-tiba bersin tanpa sebab, Ia sampai menggaruk Kepala nya yang tak gatal di tengah aksi luar biasanya malam ini ]


.


.


" Jangan terlalu sering ikut aliran sesat si kakak, Bang " kata Melisa pada Langit.


"Kenapa, Bun? "


"Tanggung, belajar sama suhunya langsung nih" jawabnya sambil melirik ke arah sang suami yang sedikit terkejut dengan ucapan KhuMairahnya

__ADS_1


"Aku lagi aja sih, Ra" protes Reza yang langsung memeluk Melisa dari dan samping.


"Ya, Abang salah kalo belajar dari kakak. Kakak aja masih sering uring-uringan sama kamu" kekehnya lagi.


"Terus si kakak kemana?" tanya Langit


"Lagi nyoba rumus baru di hotel" jawab Reza, Melisa langsung menautkan alisnya tak percaya


"Serius?, tadi pamit sama aku cuma mau jajan, Mas" kata Melisa meyakinkan suaminya.


"Iya jajan d taman kota, tapi langsung belok ke hotel"


Melisa tertawa sambil menangkup wajah tampan suaminya.


Pria itu memang selalu tahu apapun yang dilakukan keluarganya sehari penuh.


"Anak kamu di ajarin apa lagi?" tanya Melisa dengan senyum menggoda.


"Enggak!," elaknya Langsung


"Bohong! buktinya itu langsung kabur ke hotel begitu?" cibir Melisa, wanita yang kini susah berusia empat puluh dua tahun.


Cahaya dan Langit terus saja memperhatikan drama pasang an suami istri yang sudah bersama lebih dari dua puluh tahun itu. Rasa cinta mereka tak pernah berkurang bahkan keduanya selalu melakukan hal hal manis di hadapan keempat anaknya.


"Berasa jadi obat nyamuk ya, Dek" bisik Langit yang malah ikut bergelayut manja pada Cahaya.


"Tapi kita gak boleh ke kamar, Bang" balas Cahaya ikut berbisik juga


"Ya ampun, udah beneran harus di halalin ini sih, sama gak tahannya ya? " Langit semakin gencar menggoda gadis kecilnya itu.


Langit langsung mendapat berbagai cubitan dan pukulan dari Cahaya sampai pria dewasa itu meringis dan meminta ampun, namun jerit kesakitannya berhenti saat melihat kedua orangtua bangkit dan berjalan didepan mereka.


"Mama sama papa mau kemana? " tanya Cahaya.


"Mau ke kamar, males liat kalian bercanda kan jadi bikin iri" jawab Reza sambil mencebikkan bibirnya..


Langit dan Cahaya kemudian saling pandang karna keduanya secara tak langsung merasa di salahkan padahal jelas mereka lah yang memulai duluan adegan masra di depan pasangan yang jelas belum halal itu.


"Lah.. mama sama papa ke kamar terus kita kemana?" tanya si bungsu, bingung.

__ADS_1


"Ke kamar lah" jawab Langit santai.


"Kamar mana?" tanya Cahaya lagi


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Kamar mandi, Abang mau solo karir!!!


🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


kakaaaaaaaaaaaak 😢😢😢😢


Abang langitku kenapa otaknya berubah jadi soak 😜😜


Gak rela gue!

__ADS_1


Harusnya lo aja yang eror 😌😌😌


Like komennya yuk ramaikan 😘😘😘


__ADS_2