
🌻🌻🌻
"Somay?" gumam Melisa sambil terus berjalan didalam rangkulan suaminya.
"Kenapa? mau somay?" tanya Reza dengan menahan tawa.
Melisa menggeleng, matanya mulai sibuk memperhatikan semua yang ada di sekitarnya, namun tak ada satupun yang menarik perhatiannya.
"Mau apalagi?"
"Gak tau, laper tapi bingung mau apa" gumamnya.
"Ya udah, kita balik ke kantor ya, sambil cari makan dijalan"
Melisa mengangguk dengan senyum manis, ia mengeratkan tangannya di pinggang sang suami.
Langkah keduanya langsung menuju Lobby VVIP grand Mall, Reza langsung membuka pintu bagian kiri untuk istrinya sebelum ia ikut masuk kedalam mobil.
Sepanjang perjalanan kembali ke kantor keduanya saling bertukar cerita, mengobrol hal hal ringan yang Sesekali mengundang gelak tawa, hal yang menguntungkan disaat macet untuk mengusir rasa bosan yang melanda meski jam makan siang telah usai.
"Jadi mau beli apa?" tanya Reza lagi setelah dirasa tak satupun jajanan Melisa tunjuk.
"Gak ah, mampir ke minimarket aja beli eskrim sama wafer" jawabnya.
"Yakin, itu aja?" Reza kembali memastikan.
"Iya, itu aja aku cuma mau ngemil"
Reza terus saja fokus pada jalan didepannya sibuk memutar stir mobil sampai pada saat ia menepi di sebuah minimarket berwarna merah kuning.
"Aku aja yang turun, mas Reza tunggu sini" kata Melisa sebelum membuka pintu.
"Jangan lama-lama, ambil apa yang kamu mau gak usah kelamaan mikir" pesan Reza, ia sudah sangat hafal dengan kebiasaan istrinya yang selalu memilih barang sambil banyak pertimbangan dan berfikir.
"Iya, By" jawabnya sambil menenteng satu kartu, ya hanya satu kartu berwarna hitam.
Ibu hamil itu langsung masuk kedalam mini market kemudian meraih satu keranjang berwarna kuning yang terletak di dekat pintu masuk.
Ia mengelilingi rak rak yang menyimpan banyak barang, mulai dari makanan hingga kebutuhan rumah tangga lainnya.
Melisa mencoba berjongkok sambil berpegangan, menaruh satu persatu cemilan mulai dari yang berukuran kecil sampai yang besar lalu kembali bangkit menuju lemari pendingin yang besar, tiga botol jus dengan aneka rasa untuknya dan dua botol kecil isotonik untuk suaminya.
"Udah, ah!" gumamnya sambil melirik keranjang belanjannya yang penuh.
Dengan langkah gontai ia berjalan menuju kasir dan meletakkannya di.atas meja, ia menunggu seluruh barang di scanner sambil terus melihat lihat sekelilingnya.
"Dua ratus enam puluh tiga ribu rupiah" sebut mbak kasir membuyarkan lamunannya.
"Ah, iya ini" Melisa yang terkejut langsung memberikan kartunya pada kasir.
"Terimakasih" ucapnya saat transaksi selesai.
Reza langsung turun dari mobil saat melihat istrinya keluar dengan menenteng tiga Plastik belanjaan ditangannya.
"Sini sama aku" ujarnya sambil meraihnya
"Makasih ya, by" sahutnya yang langsung membuka pintu mobil depan, sedang barangnya Reza letakkan di kursi belakang.
__ADS_1
"Mau apa lagi?, aku masih ada satu jam buat keliling" kata Reza setelah menegak satu botol isotonik di tangannya.
"Jalan aja, ntar juga aku bilang kalau aku mau sesuatu aku lagi gak bisa mikir" sahutnya.
"Kenapa?" tanya Reza bingung.
"Saking banyaknya yang aku mau, Haha" jawabnya sambil tergelak.
Reza mengacak rambut Melisa gemas, jika ia boleh memilih ia ingin istrinya tetap seperti ini walau sudah melahirkan.
Reza bahagia dengan sifat manja dan sikap bergantungnya.
Mobil mewah berwarna silver terus melaju dengan kecepatan sedang membelah jalanan ibu kota yang ramai lancar, dengan mulut yang penuh makanan Melisa tetap menggeleng saat suaminya menunjukkan satu persatu kedai makanan pinggir jalan.
"Enggak, Mas" itulah jawabannya.
"Bentar lagi sampe kantor loh," Kata Reza sambil terus memutar Stir mobilnya.
"Gak apa-apa, aku punya banyak makanan" balasnya santai.
kereta besinya berhenti di parkiran VVIP khusus para pejabat tinggi perusahaan, dan mobil mewahnya lah yang berada paling depan.
"Yuk, turun" ajak Reza setelah mematikan mesin.
Melisa mengangguk, kemudian turun dengan sangat hati hati.
Reza menentang sekaligus tiga plastik putih di tangan kanannya dan menggenggam tangan sang istri di tangan kirinya.
TRIIIIIIIIIIIIING
Lift berbunyi, dan pintu kotak besi itupun langsung terbuka lebar.
"Enggak, ntar aj dirumah, Haha"
"Suka berapa kali kalo dirumah?" tanya Reza dengan terus berjalan beriringan.
"Kadang enam kali atau tujuh kali yang paling banyak sih enam belas kali, pokonya harus lebih dari lima kali denger bunyi, TRING" jawab Melisa malu, wajahnya kini sudah merah merona karna ia sedang menceritakan kebiasaan konyolnya yang senang bermain lift dirumahnya.
Reza tertawa sambil menggelengkan kepalanya, hal unik yang baru pertama kali dalam hidupnya yang dilakukan oleh wanita yang sangat ia cintai.
"Aku ke ruang rapat dulu bentar ya" pamit Reza setelah sampai di ruangannya dan menaruh seluruh plastik putih diatas meja.
"Iya" sahutnya sambil meraih satu bungkus roti sandwich.
Satu kecupan di kening sang istri telah Reza berikan dan kini saatnya ia kembali pada rutinitasnya.
Tiga puluh menit sudah ia sendirian didalam ruangan suaminya, pinggangnya mulai terasa panas dan sakit.
"Keluar ah sebentar" gumamnya.
CEKLEK
Ia membuka pintu, langsung menoleh saat mendengar suara Viana.
"Terimakasih"
ucapnya yang entah pada siapa.
__ADS_1
"Apa itu, Vi?" tanya Melisa yang tiba tiba mendekat membuat sekertaris cantik suaminya tersentak kaget'.
"Eh, ibu!" sahutnya sambil mengusap dadanya.
"Maaf," kekeh Melisa.
"Ini, sayur Bu. tadi saya males makan siang eh sekarang laper"
"Boleh liat?" tanya Melisa.
"Boleh Bu, boleh, di cicipi sekalian Bu" kata Viana sambil membuka bungkusan nya.
Bau harum langsung menyeruak begitu saja saat tutup wadah di buka.
"Silahkan Bu"
Melisa tak menjawab, ia menelan air liurnya berkali kali dengan mata terus menatap makanan dihadapannya.
"Aku mau semua, boleh?" ujarnya ragu dan takut.
"Hah?, ah boleh Bu ambil aja nanti saya pesen lagi" jawab Viana yang sudah menyerahkannya kepada Melisa, istri bosnya.
Melisa tersenyum senang saat mengambilnya, ada binar bahagia dikedua matanya.
"Nanti di ganti sama bapak ya, aku gada uang" ucapnya, lalu pergi kembali masuk kedalam ruangan suaminya.
CEKLEK..
Terdengar suara pintu terbuka, Melisa langsung bangun dari duduknya dan menghampiri Reza.
"Mas kenalan yuk" pintanya yang membuat sang suami terheran.
"Kenalan apa?" tanyanya bingung.
"Ayo kenalan" ibu hamil yang keras kepala itu pun langsung meraih tangan kanan suaminya.
"Perkenalkan dirimu!" ucap Melisa sambil terkekeh.
"Ih, Apaan itu, Ra?" Reza mundur selangkah saat melihat apa yang dipegang istrinya.
"Ayo ih, kenalan dulu sini berjabat tangan"
Reza masih ragu, ia masih diam di tempat sambil terus menatap sesuatu yang membuat nya sedikit mual.
"Lama banget ya. Cuma kenalan doang loh"
"Ehem, Ok!" kata Reza satu langkah maju ketempat semula lalu mengulurkan tangannya.
"Saya Reza Rahadian Wijaya, presiden direktur Rahardian grup" ucapnya penuh wibawa.
"Hahahaha, keren..keren..keren" gelak tawa istrinya menggema ke seisi ruangan.
"Makasih ya, Mas..udah mau kenalan sama CEKER AYAM"
🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉
sabar ya bang..
__ADS_1
Cuma kita kita doang ko yang tau Lo salaman sama ceker ayam😂😂😂..
Like komen nya yuk ramai ♥️♥️♥️