
🌻🌻🌻
CUP...
Reza mencium pipi istrinya sekilas, namun dengan wajah yang masam tanpa eksepsi
"Aku bareng adek tadi turunnya"
Melisa langsung memberi penjelasan saat melihat wajah suaminya tanpa senyum, ia sadar telah melakukan kesalahan pagi ini karna keluar kamar tanpa Reza.
"Hemm" jawabnya tanpa berkata.
Melisa yang sudah sangat kesal langsung mengambil roti dan selai untuk suaminya, ia masih melayani Reza meski suasana hatinya sangat buruk, ia takan meninggalkan kewajibannya sebagai istri.
DRRTTT..
Reza langsung meraih benda pipih itu diatas meja makan dan mengangkatnya.
"Iya, hallo" sapanya pada seseorang yang entah siapa disebrang sana.
"Ok, lakukan sesuai jadwal"
Reza memutuskan panggilannya dan Langsung bangun dari duduk.
"Ayo, dek" ajaknya pada Ameera yang masih meneguk segelas susunya.
"Iya, kak"
"Masih pagi banget, Mas" ucap Melisa yang sudah ikut berdiri bersiap mengantar suaminya sampai depan teras.
"Iya, ada meeting pagi,Ra" jawabnya sambil melangkah, Melisa yang mengekor di belakangnya hanya mengangguk paham.
"Aku berangkat dulu, nanti aku pulang terlambat" pamit Reza sebelum memasuki mobil mewahnya.
__ADS_1
"Mas sibuk banget ya?" tanya Melisa.
"Hem, lumayan"
"Sibuk di kantor atau di luar?" tanyanya lagi penasaran.
"Habis makan siang aku ada urusan di luar" ucap Reza sambil mengusap kepala istrinya yang terlihat kecewa.
"Ya sudah, hati-hati dijalan"
Reza langsung mencium kening dan kedua pipi Melisa, namun saat hendak menyentuh bibir, Melisa langsung mendorong tubuh suaminya karna melihat Ameera sudah melipat kedua tangannya di kursi dalam mobil.
"Aku lupa," bisiknya kemudian.
Reza langsung membuka pintu mobil dan menjalankan kereta besinya itu menuju sekolah sang adik sebelum ke gedung kantor miliknya.
Melisa masih berdiri di teras rumah sampai mobil sang suami hilang dari pandangannya, belum ia membalik kan tubuh ternyata ada tangan yang menyentuh bahunya.
"Mau apa?" tanya Melisa tanpa menoleh, ia tahu siapa orangnya.
"Lakukan sesukamu, karna itu bukan urusanku" jawab Melisa sambil berlalu.
"Hey," teriak Rossa kesal saat istri kakak sepupunya itu melengos begitu saja.
Melisa tetap melangkah tak menghiraukan ocehan Rossa yang memakinya.
" Harus kuat dua hari lagi"
ada genangan air bening di ujung mata Melisa saat merebahkan tubuhnya diatas ranjang kamarnya.
Hari-hari yang biasanya menyenangkan saat dirumah mertuanya kini berubah menjadi neraka kecil baginya.
TRIIING..
__ADS_1
Melisa meraih ponselnya diatas nakas, ada notifikasi pesan pesan disana.
"Ricko!" gumamnya, namun ia langsung membuka isi pesannya yang hanya sebuah gambar.
"Ini--_" ucapnya terbata saat melihat apa isi pesan yang dikirim Ricko sepagi ini.
"Mas Reza!!"
Melisa membesarkan foto yang dikirim Ricko, ia sangat yakin itu suaminya terlebih kemeja tanpa jas yang Reza kenakan kemarin.
"Ini suamiku, tapi dengan siapa?"
Ia tatap layar benda pipih itu dengan seksama, ada satu sosok yang tak ia kenali duduk bersama suaminya.
"Ini bukan Rossa? tapi bukannya Rossa bilang kemarin pergi dengan mas Reza?" gumamnya semakin bingung.
"Lalu ini siapa?, siapa perempuan ini?" Melisa semakin geram melempar satu bantal untuk meluapkan emosinya.
"Apa mungkin mas Reza pergi dengan dua wanita sekaligus dibelakangku?"
Wanita yang selalu berusaha percaya pada suaminya itu, akhirnya tak kuasa menahan kecewa, tangisnya pecah saat ia meremat baju bagian dadanya.
****
"Pak, bisa antar aku sekarang?"
Pinta Melisa pada pak Agus, sesat ia merasa sudah cukup melepas rasa amarahnya lewat tangis.
🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉
Ada yang mau ikut Melisa??
ðŸ¤ðŸ¤ðŸ¤
__ADS_1
Like komennya yuk ramaikan!!