Suami Ku Hasil Taruhan

Suami Ku Hasil Taruhan
Hadiah Untuk Fani


__ADS_3

“ Hallo kak, sibuk gak?.” Ucapnya ketika telepon tersambung. Mengurangi kecepatan mobilnya agar bisa berbicara dengan baik dengan sang kakak.


“ Hallo, ini gue lagi ada kerjaan. Tapi karena lo adek gue jadi boleh deh lo ganggu gue tapi sebentar doang ya.” Sahut wanita itu dari telepon. Diakhir ucapannya dibubuhi tawa yang membuat Andry seketika mengkerutkan keningnya dan berdehem berkali-kali.


“ Hahahaha bercanda doang sih. Kenapa? Ada apa ni tumben banget nelepon.” Sambungnya langsung bertanya apa yang diinginkan sang adik. Karena Andry sangat jarang sekali menghubungi dia, hanya sesekali itupun kalau sedang butuh saja. Jadi daripada bertele-tele menghabiskan waktu sebaiknya langsung pada intinya mau dan ingin apa.


“ Hem tau aja kalau adiknya lagi butuh.” Jawabnya terkekeh. Mendadak wajahnya berubah menjadi riang dan tersenyum girang. Seolah malu ketika sang kakak sudah mengetahui jika dia membutuhkan dan menginginkan sesuatu.


“ Kak, gue lagi butuh banget nih saran dari lo.” Ucapnya serius.


“ Apaan.” Sahut Devi dari seberang sana.


“ Gue kan besok mau nyusul Fani ketempat tinggalnya yang baru. Terus beberapa hari lagi dia juga ulang tahun, aku pengen kasih hadiahnya duluan aja, gapapa kali ya?.” Ucapnya meminta saran dari sang kakak, apakah yang direncanakannya bagus atau tidak.


“ Ya gapapa dong. Mending kasih langsung kan walaupun kecepetan dari pada lo kasih pas ulang tahunnya tapi Cuma lewat ekspedisi. Jatuhnya malah kurir yang ngasiih  hadiah hahahaha.” Lagi-lagi tertawa. Tampak sangat senang saat adik laki-lakinya itu sudah mengerti soal hubungan dan cinta, terlebih lagi sangat menyayangi pasangannya.


“ Ih seriusan ini.” Ucapnya kesal. Nada suaranya sudah agak meninggi, kesal karena sang kakak tertawa terus sejak tadi. Merasa jika dirinya sedang dipermainkan oleh sang kakak.


“ Iya gue seriusan, mumpung lo disana ya quality time dong sama pacar lo. Lo ajak dia ketempat romantis, kasih kejutan dan hadiah. Semua cewe juga pasti senang kalau digituin. Itu impian semua wanita dimuka bumi ini.” Sahutnya lagi. Mencoba mendeskripsikan keinginan-keinginan dan impian sederhana wanita menurut sudut pandang dirinya.


“ Gitu ya kak?.” Ucapnya memastikan.


“ Iya dong, masa hal sederhana gitu aja lo gak tau sih.” Sahutnya mengejek sang adik.


“ Tapi ya ajar aja sih, ini kan pertama kalinya lo punya pacar, pertama kalinya lo menjalin cinta hahahaha.” Sambungnya tak henti-henti mengejek Andry.


“ Ih apaan sih lo kak.” Ketusnya tidak terima dengan ejekan sang kakak.


“ Hahahahaha.” Devi tergelak tawa, sepertinya sangat senang jika menjahili Andry.

__ADS_1


“ Kak, gue serius ni, jangan becanda dong. Ini masalah hati, amat sangat sensitive.” Ucapnya datar hingga membuat Devi seketika menghentikan gelak tawanya. Merasa sedih dengan yang diucapkan adiknya barusan, namun tetap saja diakhir pembicaraan selalu membubuhi dengan tawa.


“ Duh kasihan banget ya adik gue, masih noob soal percintaan hahahaha.” Ejeknya. Lagi-lagi Devi tergelak tawa mendengar apa yang diucapkan oleh sang adik.


“ Kak.” Andry hanya memanggil sang kakak dengan suara datar dan dingin, seolah mengatakan tolong serius dalam pembicaraan ini, aku tidak main-main, ini sangat penting dan sensitive.


“ Hem iya deh iya. Apa lagi?.” Ucapnya tidak lagi tertawa, merasa kali ini adiknya benar-benar meminta dia untuk serius dalam pembicaraan ini.


“ Kak, aku harus kasih hadiah apa? Aku belum pernah membeli hadiah untuk wanita.” Ucapnya terdengar lirih. Seolah berat sekali perkara hadiah untuk sang kekasih ini.


“ Hem tergantung sih pacar lo seleranya gimana? Kalau lo mau ngikutin selera gue ya boleh juga.” Sahutnya sudah serius dalam pembicaraan ini.


“ Ya mana gue tau, makanya gue tanya sama lo, gue minta saran dan bantuan lo.” Ucapnya agak lebih tegas. Kesal dengan sang kakak yang ditanya malah bertanya balik.


“ Hem kalau gitu ceritanya yaudah deh lo jemput gue sekarang mumpung belum kesorean.” Sahutnya.


“ Mau kemana kak?.” Bertanya heran, kenapa sang kakak tiba-tiba minta dijemput.


“ Eh iya sorry dong, kan tadi gue Cuma minta saran lo bukan minta dibeliin sama lo.” Jawabnya mengalah.


“ Oh yaudah gak usah jemput gue. Lo beli sendiri aja deh hadiah buat pacar lo, ikutin selera lo ajadeh.” Ketusnya kesal.


“ Eh eh eh, jangan dong. Gue langsung jemput lo sekarang nih. Dah ya bye.” Tanpa menunggu jawaban dari sang kakak, Andry langsung saja memutuskan sambungan telepon sebelum sang kakak berubah hpikiran.


Huh sebelum dia berubah pikiran mending langsung gue jemput ajadeh, kan gawat juga kalau dia merajuk hehhehe.


Andry memutar setir mobil dan berbalik arah, melajukan mobilnya menuju tempat sang kakak. Pandangannya fokus menatap jalanan, tidak menghiraukan kiri dan kanan. Hanya menatap jalanan sembari memikirkan sang kekasih yang sudah sangat dia rindukan. Tidak sabar menunggu besok, ingin memeluk sang kekasih erat-erat. Sesekali senyumnya mekar mengingat kenangan yang indah, hah rindunya.


“ Turun, gue udah dibawah.” Ucapnya saat telepon tersambung.

__ADS_1


“ Oke.” Sahut Devi singat.


Setelah cukup lama Andry menunggu, akhirnya sang kakak datang dan langsung menghambur duduk dikursi sebelah kemudi. Tangannya mengibas-ngibaskan wajahnya yang berkeringat karena panas. Andry hanya menatap kesal, ingin marah namun tidak bisa karena dia membutuhkan sang kakak dalam misi pencarian hadiah.


“ Panas banget sih mobil lo.” Ketusnya menambah kekesalan Andry.


“ Otak lo tu yang panas. Gue udah nunggu lama disini, lo sengaja ya.” Ucapnya tak kalah ketus, tidak tahan lagi akhirnya dia juga melayangkan protes.


“ Eh kenapa lo sewot, kan udah gue bilang kalau gue lagi sibuk. Jadi karena lo butuh ya lo mau gak mau harus nunggu.” Ucapnya merasa besar hati. Merasa karena dibutuhkan ya dia bisa berbuat sesuka hati.


“ Huffhhh.” Andry hanya mendengus kesal sambil menatap sang kakak penuh dengan tatapan sinis. Tidak ingin lagi melanjutkan perdebatan konyol ini, terlebih lagi dia juga sadar diri karena memang dia sangat membutuhkan sang kakak saat ini.


Andry tidak menghiraukan sang kakak yang sibuk berbicara perihal kerja dan tugasnya belakangan ini, memilih untuk melajukan mobilnya dijalanan yang ramai menuju pusat kota, ditempat yang dengan mudah bisa ditemui semua barang-barang yang dibutuhkan oleh wanita.


“ Mau kemana kak?.” Ucapnya memecahkan keheningan antara mereka.


“ Hem.” Memilih untuk menjawab hanya dengan deheman saja. Pembalasan karena Andry sejak tadi mengabaikannya.


“ Kak, mau kemana?.” Tanya Andry lagi, menatap sang kakak yang bermasam. Andry hanya berdiam diri sambil terus menatap sang kakak, menutu mulutnya dengan tangan. Namun tetap saja tidak bisa menahan, akhirnya Andry tertawa terbahak-bahak.


“ Ngapain lo ketawa?.” Ucapnya ketus. Menatap Andry dengan tatapan permusuhan.


“ Gak kok, gue ketawain tu bapak barusan. Bukan ketawain lo kok. Kita mau kemana nih?.” Lagi-lagi bertanya kemana arah tujuan mereka yang sebenarnya.


“ Woi jawab dong, mau kemana?.” Lanjutnya kesal karena tidak digubris oleh sang kakak.


“ Kita ke mall yang deket sini aja. Aku mau cari sesuatu, tapi ini sesuai selera ku ya.” Ucapnya pelan. Tidak mengalihkan pandangannya dari jalanan.


Andry tidak lagi bertanya apapun, langsung melajukan mobilnya menuju tempat yang disebutkan Devi barusan. Dengan dikepalanya juga memikirkan rangkaian rencana kejutan untuk sang kekasih, kejutan kedatangannya

__ADS_1


dan kejutan ulang tahunnya. Benar-benar tipe kekasih idaman, mempersiapkan semua dengan sebagai mana mestinya.


Ah rasanya ingin kubeli kau semua model baju wanita, bunga dan sandal-sendal mewah. Tapi jika kubeli semua aku harus menyewa pick up untuk membawanya  hehehehe. Baiklah kali ini kulihat dulu seperti apa selera calon kakak iparmu, jika sangat buruk akan kubelikan sesuai seleraku.


__ADS_2