Suami Ku Hasil Taruhan

Suami Ku Hasil Taruhan
Merindui


__ADS_3

Fani merebahkan tubuhnya diatas ranjang yang berukuran


sedang,  meski tak sebesar dirumah


lamanya. Namun tetap nyaman dan empuk. Fani meraih ponsel dan hendak menghubungi


Andry, menekan kontak dan mencari nama Anddry. Menekan tombol telepon dan


menunggu jawban adari Andry. Fani menelepon berulang kali hingga Andry


mengangkatnya. Saat telepon terhubung langsung Andry marah dan menyerbu dengan


beberapa pertanyaan.


“ Hallo sayang, kamu dimana? Kamu keman aja? Aku khawatir


tau gak sih? Kamu udah gak sayang aku lagi ya? Atau kamu mau pergi ninggalin


aku? Kamu dimana? Aku jemput ya. Kita jalan-jalan.” Sahut Andry dari dalam


telepon. Menyerbu dengan banyak pertanyaan, membuat Fani bingung harus menjawab


yang mana duluan.


“ Iya sayang, aku sengaja gak hubungi kamu dua hari. Aku takut


kamu sedih, aku udah pindah keluar kota. Ini dadakan karena ayah dipindahkan


pihak perusahaan.” Jawabnya dengan nada sedih.


“ Apa kamu pindah keluar kota? Kenapa kamu baru bilang


sekarang. Bahkan kau tak sempat menemuimu sebelum pergi. Apa yang kau lakukan? Kenapa


kau membuatku begini.” Teriaknya frustarsi. Tak percaya jika Fani pindah keluar


kota tanpa memberitahu dirinya.


“ Maaf sayang aku sengaja tak memberi tahu mu. Aku takut kau


sedih dan tak mengizinkan aku untuk pergi.” Fani tak dapat membendung lagi,


terdengar suara isak tangisnya.


“ kamu kenapa ? kamu baik-baik aja kan sayang? Kenapa kamu


nangis?” tanya Andry terdengar khawatir saat mendengar isak tangis Fani.


“ Aku sedih harus ninggalin kamu, aku rindu. Tapi aku gak


bisa menemui mu kemarin. Maafkan aku.” Ucapnya tersedu-sedu.


“ Sudahlah aku akan menyusulmu akhir minggu ini.” Ucapnya menenangkan


Fani.


“ istirahatlah, aku merindukan mu.” Sambung Andry mengakhiri


telepon.


“ iya sayang, bye.” Ucap Fani memutuskan sambungan telepon.


Fani tersandar diranjangnya, masih terisak tangisnya menahan


semua kerinduan. Baru saja beberapa hari dia tidak bertemu namun rindu sudah


mencabik-cabik hatinya. Beberapa kali menyeka air mata yang memenuhi wajahnya,


Fani benar-benar merasa sedih merapi keadaan. Diraihnya laptop yang sudah lama


tak disentuhnya, mulai menulis sajak cinta, untaian kata tentang rindu. Malam ini

__ADS_1


adalah pertama kalinya dia tidur ditempat baru. Fani mencoba menguatkan dirinya


dan menjalani hari-hari seperti biasa.


Andry Pov


Aku menatap langit malam yang indah. Menatap bintang-bintang


yang indah memenuhi langit malam ini. Aku masih menantikan kabar dari kekasihku


yang sudah beberapa hari ini tidak mengabari. Sesekali aku menatap layar


ponselku dan mebuka kembali kenangan indah bersama Fani. Main dipantai,


jalan-jalan dipersawahan dan lain sebagainya. Aku senang jika mengilas balik


kenangan yang indah itu, serasa aku ingin terus membahagiakan wanita yang


paling aku cintai itu. tiba-tiba ponsel ku berdering, membuyarkan lamunanku. Dengan


cepat aku raih ponselku, dan betapa terkejutnya aku seseorang yang baru saja


aku pikirkan menghubungiku. Dengan segera aku menggeser layar ponselku,


menjawab panggilan dann segera ku rajam dia dengan banyak pertanyaan.


“ Hallo sayang, kamu dimana? Kamu keman aja? Aku khawatir


tau gak sih? Kamu udah gak sayang aku lagi ya? Atau kamu mau pergi ninggalin


aku? Kamu dimana? Aku jemput ya. Kita jalan-jalan.” Rasa khawatir dan rindu


membuatku bertanya banyak sekali. Mungkin Fani akan bingung menjawab


pertanyaanku.


“ Iya sayang, aku sengaja gak hubungi kamu dua hari. Aku takut


kamu sedih, aku udah pindah keluar kota. Ini dadakan karena ayah dipindahkan


menyukai kepindahannya ini.


“ Apa kamu pindah keluar kota? Kenapa kamu baru bilang


sekarang. Bahkan kau tak sempat menemuimu sebelum pergi. Apa yang kau lakukan? Kenapa


kau membuatku begini.” Aku berteriak frustasi ketika medengar Fani pindah


keluar kota. Bagaimana aku bisa menjalani hari-hariku tanpanya. Aku belu siap.


“ Maaf sayang aku sengaja tak memberi tahu mu. Aku takut kau


sedih dan tak mengizinkan aku untuk pergi.” Sahutnya sambil terdengar isak


tangis dari dalam telepon.


“ kamu kenapa ? kamu baik-baik aja kan sayang? Kenapa kamu


nangis?” tanya Andry terdengar khawatir saat mendengar isak tangis Fani.


“ Aku sedih harus ninggalin kamu, aku rindu. Tapi aku gak


bisa menemui mu kemarin. Maafkan aku.” Ucapnya tersedu-sedu.


“ Sudahlah aku akan menyusulmu akhir minggu ini.” Aku


mencoba menenangkan kekasihku yang tengah bersedih itu.


“ istirahatlah, aku merindukan mu.” Ku minta dia untuk


beristirahat karena aku tau dia sedang sangat lelah.

__ADS_1


“ iya sayang, bye.” Fani mengakhiri telepon dan memutuskan


sambungan.


Aku masih belum percaya dengan apa yang aku dengar barusan,


aku melempar ponselku kesal. Kekasihku sudah pindah keluar kota, berarti aku


harus menjalani hubungan jarak jauh dengannya.. belum pernah aku mencoba,


apakah aku bisa? Aku terus menatap langit sembari menyusun rencana bagaimana


caranya aku bisa menemuinya akhir minggu ini. Aku harus bertemu dengannya, aku


sangat merindukannya. Meskipun terpisah jarak saat ini, cintaku akan tetap


abadi sampai nanti sesuai ikrar janji kami di bawah sinar mentari saat itu.


****


Fani belum mengatakan dia pindah ke kota mana. Hanya saja


Andry tadi langsung mengatakan jika dia akan menemui kekasihnya. Entah dimana


akan ditemuinya, padahal dikota mananya saja dia tidak tahu. Andry dan Fani


saling menatap langit malam iini. Hanya saja sedikit berbeda, Andry menatap


langit sungguhan sementara Fani menatap langit-langit kamar. Mereka saling


memikirkan satu sama lain, saling merindukan. Hanya foto-foto yang ada didalam


ponsel lah yang menjadi penawar rindu. Fani menggeser-geser layar ponslenya


menatap foto-foto liburan mereka. Tersenyum bahagia, meskipun jauh dilubuk


hatinya ada rasa sedih yang medalam karena harus meninggalkan Andry yang dia


cintai.


“ Aku senang melihat foto ini, tapi aku juga sedih karena


sekarang kita sudah berjauhan. Apakah aku akan tetap menjadi satu-satunya orang


yang kau cintai atau hanya salah satunya.” Gumam Fani menatap Foto Andry yang


tersenyum manis sekali.


“ Apa kau tau? Bahkan aku belum mengenal tetanggaku disini. Tapi


rumahku sangat asri, jauh dari polusi.” Sambungnya sambil mengelus-elus foto


Andry yang menatapnya.


“ Dan apa kau tau? Aku bahkan sudah disiksa rindu.” Matanya kembali


berkaca-kaca. Pecahnya tangis saat melihat fotonya merangkul dan mencubit wajah


Andry mesra, merasa moment ini akan jadi sangat langka. Mengingat jarak meraka


yang cukup jauh, 6 jam perjalanan darat.


“ Tapi jangan khawatir, aku akan menggantung semua foto kita


berdua. Memenuhi seluruh ruangan ini, akan aku tambah dengan kemerlap lampu


tumblr agar lebih indah. Aku mencintaimu sayangku.” Fani sudah seperti pasien


gangguan jiwa, berbicara dengan telepon dan mencium-cium teleponnya.


Andai jarak punya

__ADS_1


telapak, mungkin disitu takdir kita memilih letak.


__ADS_2