
Hari ini adalah hari pertama masuk sekolah setelah libur panjang. Andry melajukan mobilnya menuju rumah Fani, sudah berjanji akan menjemput sang kekasih hati dan pergi ke sekolah bersama. Andry menghentikan mobilnya tepat didepan rumah sang pujaan hati. Tampak gadis itu duduk menunggu dan kemudian bergegas masuk kedalam mobil sang pangeran. Bersama-sama menikmati udara dna hiruk pikuknya kota menuju sekolah ternama.
“ Gimana? Seneng gak masuk sekolah?.” Tanya Andry tersenyum bahagia.
“ Seneng dong. Berarti udah bisa kekantin bareng dong setiap hari.” Jawabnya sambil terkekeh geli. Andry pun tergelak mendengar jawaban sang kekasih hati.
Mobil Andry memasuki pekarangan sekolah dan segera memarkirkan mobilnya. Fani segera turun karena tak sabar ingin melihat kelas barunya setelah kenaikan kelas. Andry mengikuti gadis yang tampak tergesa-gesa itu. Sekolah tampak ramai dan ribut.
“ Eh kamu mau kemana?.” Tanya Fani saat menyadari Andry mengikuti langkahnya.
“ Mau ikut kamu ke kelas dong.” Jawabnya santai dan tetap berjalan mesejajarkan lanngkah dengan Fani.
“ Ih gak usah. Kamu ke kelas aja sana, ngapain juga ikut aku.” Protesnya tak ingin diikuti Andry. Seolah tak menggubris protes kekasihnya, Andry semakin mempercepat langkahnya mengikuti Fani.
“ Emang kenapa? Kamu malu ya kalau aku temenin ke kelas?.” Tanya Andry terdengar lirih sedih. Fani hanya terdiam dan menghentikan langkahnya saat mendengar ucapan Andry. Seolah ingin mengatakan jika bukan itu alasannya menolak.
Bukan karena malu. Tapi karena aku takut ada macan yang akan menerkamku ketika melihat kau mengantarkan ku hingga kedalam kelas.
“ Bukan sayang, kamu kan harus melihat kelasmu juga.” Jawabnya mengalihkan. Andry hanya mengangguk seolah membenarkan apa yang dikatakan oleh Fani.
__ADS_1
“ Iyadeh kalau gitu aku pergi dulu ya. Jangan lupa jam istirahat aku jemput kamu didepan kelas. Kita ke kantin bersama.” Ucapnya sambil melangkah meninggalkan Fani, tak lupa memberi sedikit lambaian tangan.
Fani kembali melanjutkan langkahnya menuju kelas yang berbeda dari sebelumnya. Ketika tiba dikelas Fani langsung dikagetkan dengan sosok Sophia yang berdiri didepan kelas sembari menatap sinis wajah Fani. Menyungging bibirnya tipis seolah ada sebuah rencana jahat dikepalanya. Fani berjalan menunduk dan melewati Sophia, bergegas duduk dikursinya. Jatungnya berdetak kencang dan kaki tangannya terasa lemas. Sangat ketakutan melihat ekspresi Sophia barusan. Fani meraih ponselnya dan mencoba menenangkan diri, membuka galeri dan kembali melihat foto-foto liburannya bersama Andry. Harusnya semakin dia menatap foto kemesaraan mereka, semakin ingat pula wajah kebencian Sophia. Karena akar masalah tatapan kebencian itu bermula dari Andry, lelaki yang disukai Sophia. Tak berapa lama kemudian bel berbunyi diikuti seorang guru yang merupakan wali kelas mereka hingga setahun kedepan. Memperkenalkan diri dan membagi struktur organisasi kelas dan yang
lain-lainnya. Ini adalah hari pertama sekolah jadi tidak ada proses belajar mengajar, hanya perkenalan dan sebagainya. Meskipun sesekali mereka beradu tatap, Sophia tetap menatap dengan sinis dan penuh kebencian. Fani hanya bisa diam, marah pun tak mungkin.
********
Bel istirahat sudah berbunyi, Sophia bersiap menjalankan misinya. Membongkar kebohongan dan sandiwara Fani selama ini. Sophia masih berdiam diri dikelas, menunggu Fani beranjak dan pergi kekantin. Biasanya Andry akan menyusul Fani ke kelas baru kemudian mereka kekantin bersama. Benar saja, tak lama kemudian muncul sosok Andry berjalan dengan riang menyapa sang kekasih. Fani tampak bergegas mendekati Andry dan mereka pergi bersama, sudah pasti kekantin untuk pamer kemesraan.
“ Cih, pasti mereka mau pamer kemesraan lagi dikantin.” Gumamnya kesal.
Seperti biasa, Fani duduk dimeja dan Andry mengantri untuk memesan makanan. Fani mengeluarkan ponselnya dari saku dan melihat beberapa koment mengenai unggahan kebersamaannya dengan Andry. Ada yang mengejek da nada juga yang memuji kekompakan mereka sebagai sepasang kekasih. Senyum tipis menghiasi wajahnya yang mungil, melihat-lihat kembali unggahannya sembari menunggu sang pangeran datang bersama pesanan nya. Hampir 5 menit Fani menunggu akhirnya Andry datang bersama sebuah nampan ditangan, 2 mangkok mie ayam dan teh es tersaji diatas meja mereka. Fani menyimpan kembali ponselnya dan akan segera melahap makanan kantin yang sudah 2 minggu tak dirasakan nya.
“ Makan dulu sayang.” Andry menyodorkan semangkuk mie ayam kehadapan kekasihnya. Fani menyambut dengan senang hati dan segera melahapnya.
“ Makan nya pelan-pelan.” Sambung Andry saat melihat Fani makan dengan sangat tergesa-gesa.
“ Hehehe habisnya udah 2 minggu gak ketemu makanan kantin yang enak ini.” Ucapnya sambil mulut dipenuhi makanan. Andry hanya tersenyum dan mendekatkan mangkuknya dengan mangkuk Fani. Memberikan setengah porsinya kepada gadis yang ada dihadapannya ini.
__ADS_1
“ Makan yang banyak.” Andry tersenyum dan mulai melahap makanannya.
Sementara dari kejauhan Sophia masih mengumpulkan keberanian untuk mendekati Andry dan Fani. Menyusun kalimat bagaimana dia akan mengungkapkan kebohongan dan sandiwara Fani. Akhirnya Sophia beranjak untuk memesan makanan, hanya sosis bakar dan segelas juice yang dia pesan. Menunggu lebih kurang 5 menit dan kedua pesanannya sudah ada ditangan saat ini. Sophia berjalan pelan mendekati Andry dan Fani. Meskipun dalam hatinya menggebu-gebu ingin mengungkapkan kebohongan Fani, namun rasa takut juga hadir mengikuti langkah kakinya. Sophia sudah mendekat dan langsung membuka suara, bertanya apakah dia bisa ikut bergabung dengan mereka.
“ Hai Fan, hai kak Andry.” Ucapnya saat mendekat.
“ Boleh gabung gak nih?.” Sambungnya sambil melirik kursi kosong yang ada disebelah Fani.
“ Eh Sophia. Tentu saja boleh dong.” Sahut Andry melihat sosok Sophia. Sementara Fani terkejut saat mendengar Sophia yang ingin duduk satu meja bersama dirinya dan Andry.
“ Eh Sop, duduk sini.” Ucapnya terbata-bata. Mukanya berubah menjadi pucat pasi. Kaki tangannya menjadi dingin seketika, memikirkan entah apa yang membawa Sophia hingga datang kemari.
Apa lagi yang kau rencanakan Sophia? Aku merasa kau akan mendorongku lebih jauh kedalam masalah.
“ Eh gimana libur semesternya kak Andry?.” Langsung bertanya perihal liburan mesra yang membuat hatinya semakin panas membara.
“ Heheheh seru kok Sophia.” Jawab Andry cengengesan.
“ Asyik dong ya liburan berdua bareng orang yang disayang.” Semakin jauh melempar umpan.
__ADS_1
“ Iya dong. Benar-benar menyenangkan.” Jawab Andry seadanya. Sementara Fani hanya diam mendengarkan sesi tanya jawab antara Andry dan Sophia. Fani yang awalnya menyantap makanan dengan tergesa-gesa sekarang berubah menjadi perlahan dan mendengarkan obrolan. Hatinya berkecamuk menerka apa yang sebenarnya direncanakan oleh Sophia.