Suami Ku Hasil Taruhan

Suami Ku Hasil Taruhan
Serba Dadakan


__ADS_3

Andry menatap Fani penuh kesedihan. Padahal dalam hatinya mengutuk dan cemas. Takut jika Fani menolak dan benar-benar mempermalukan nya kali ini. Sorot matanya menatap seolah memohon agar Fani menerima cintanya.


Ah sial. Apa ini terlalu cepat? Kalau gadis tengil ini menolak ku habislah wibawa ku. Ayolah takdir, berpihak padaku. 


Fani juga sedang berseteru dengan batinnya. Ia ingin menolak keras Andry, dihatinya sama sekali tak ada rasa suka pada Andry. Berkali-kali mengutuki kebodohannya yang menerima tantangan dari Sophia. Mungkin jika dia tak menerima tantangan itu, lelaki dihadapannya mungkin tak akan tergila-gila dan mengejarnya akhir-akhir ini. Namun, disisi lain Fani juga teringat tentang Al dan semua larangan ibu. Dirinya sama sekali belum menemukan alasan yang tepat untuk menolak Al. Mungkin menerima Andry bisa jadi alasan yang paling bagus untuk menolak cinta Al. Lagi-lagi dia ingin menyeret Andry dalam hidupnya. Kemarin menjadikan lelaki itu sebagai bahan taruhan, sekarang dia ingin menjadikan lelaki itu sebagai pelarian.


Mungkin cara paling tepat untuk menolak Al adalah berpacaran dengan pria ini. Kalau aku katakan pada Al aku sudah punya pacar, mungkin dia akan diam dan perlahan menjauh.


" Tapi kak, sebenarnya ini benar-benar mengejutkan. Kita baru kenal lebih kurang dua minggu." Fani memecahkan keheningan antara mereka.


" Ini juga mendadak, aku gak tau mau jawab apa. Aku takut jika memberi jawaban yang terburu-buru." Sambungnya.


Aku lebih takut ini jebakanmu lelaki bengis. Aku bahkan harus berseteru dengan batinku berkali-kali hanya karena pernyataan cintamu. Aaa persetan dengan lelaki gila ini. 


" Iya sorry ya Fan kalau aku nembak kamu gak tepat waktu." Andry mendengus dan menunduk sedih. Perlahan tangannya mulai menarik kembali dua kotak yang dia sodorkan kehadapan Fani tadi. Hatinya berkecamuk antara kesal dan marah, benar saja gadis tengil itu menolaknya.


Fani kembali lagi berseteru dengan batinnya, ingin menolak tapi juga ingin menerima Andry menjadi kekasihnya. Wajah Andry yang terlihat sedih juga semakin mendorongnya untuk menerima cinta Andry. Akhirnya dengan sangat berat hati dan penuh drama, Fani mendekati tangan Andry. Mengambil dua kotak yang tadi disodorkan padanya. Sontak Andry kaget saat tangan Fani meraih dua kotak ditangannya itu. Andry mendongak dan menatap Fani penuh kebahagiaan. Rasa sedih dan malunya tertutupi oleh kemenangan. Akhirnya dia berhasil menjerat mangsanya itu.


Awas saja jika kau tak bermanfaat bagiku ! 


" Aku ambil kotaknya ya." Fani tertawa kecil sambil meletakkan dua kotak itu didepan dadanya.

__ADS_1


" Jadi sekarang kita.." Andry belum menyelesaikan katanya tapi Fani sudah mengangguk dan tersenyum. Seolah mengetahui jika Andry akan mengatakan saat ini mereka sudah sah berpacaran.


" Terimakasih ya gadis kecilku yang cantik. I love you." Andry beranjak dan mendekati wajah Fani, mengelus pelan pipi Fani dengan kedua tangannya. Kebahagiaan terpancar dari wajah Andry, sulit dipercaya, ini adalah pertama kalinya dia menyatakan cinta pada wanita. Meski hanya untuk misi yang tak pernah diduga. Selama ini wanita yang mengejar-ngejar Andry, namun sekarang dia mengorbankan diri untuk mengejar gadis tengil ini.


" Hehehe iya kak, sama-sama." Fani melempar senyum manis. Dalam hatinya merasa bersalah, telah resmi memulai sebuah sandiwara yang akan menyakiti hati lelaki dihadapannya.


Maafin aku Andry, aku terpaksa membuat mu jadi pelarian. Kau satu-satunya alasan yang tepat untuk menolak cinta Al. Aku tau ini salah. Jika nanti kau bahas perihal karma karena sudah mempernainkan mu, aku katakan karma sudah datang padaku jauh sebelum hari ini terjadi.


" Buka dong kotaknya hehehe." Andry tertawa kecil. " Maaf ya kalau aku cuma bisa kasih itu, ini benar-benar mendadak soalnya." Sambungnya.


" Iya kak, makasih ya udah kasih kejutan yang bertubi-tubi." Fani terkekeh sambil tangannya mulai membuka kotak yang diambilnya dari tangan kekasih terpaksanya itu.


" Ha kalung?." Fani meraih sebuah kalung dari kotak kecil, memutar-mutar kalung berwarna silver itu didepan wajahnya. Fani kaget saat melihat liontin love bertuliskan A&F.


" Hehehe itu inisial nama kita berdua. Semoga kamu suka ya." Andry mengelus pelan punggung tangan Fani.


" Oh iya, aku juga ada nih, cincin dengan ukiran inisial kita berdua." Andry meraih sebuah cincin silver dari kantong jaketnya. Cincin yang sengaja dia beli untuk jadi pasangan dari liontin itu. Benar saja, pada cincin silver itu terukir inisial A&F.


" Kok bisa sih kak. Lucu banget hehehe." Fani tak menyangka jika Andry melakukan semua ini. Dia kira ini hanya candaan dan jebakan Andry saja. Benar-benar seperti orang yang tulus menyatakan cinta pada pujaan hatinya.


" Selain kencan dadakan, pernyataan cinta dadakan, kado ini juga aku beli dadakan." Andry terkekeh sambil mengenakan cincin silver itu dijari manisnya.

__ADS_1


" Sini, aku pasang kalungnya." Andry beranjak dan berdiri dibelakang Fani. Meraih kalung dan melingkarkan keleher kekasihnya itu.


" Ini sih namanya Pacaran kilat hehehe." Fani terkekeh saat Andry mengelus rambutnya.


" Oh iya, buka lagi dong kotak yang satunya." Andry kembali duduk ketempat semula.


" Yang ini apa lagi?." Tanya Fani menyeringai. Tangannya meraih kotak berwarna pink dilengkapi pita itu, mulai membuka simpul pita dan segera membuka tutupnya.


" Wah romantis sekali anda tuan Andry." Fani tersenyum manis saat mendapati beberapa coklat didalam kotak itu.


" Ini juga buat kamu tuan puteri ku." Andry terkekeh dan menyodorkan setangkai mawar merah kehadapan kekasih kilatnya itu. Fani mengambil setangkai mawar itu lalu mereka tertawa bersama. Seolah benar-benar pasangan yang dimabuk cinta, lupa jika masing-masing akan menyayat luka. Lalu terdiam dan saling menatap dalam-dalam manik pasangan yang ada dihadapannya.


" Yaudah, kamu habisin makanannya cepat ya. Habis ini kita pulang, udah mau malam soalnya." Andry memerintah dan Fani mengangguk mengiyakan. Menyantap kembali nasi goreng yang ada dihadapannya.


" Aku bayar dulu ya, biar nanti gak lama." Andry mengelus lagi punggung tangan Fani dan beranjak meninggalkan Fani dengan perasaan yang campur aduk.


" Oke kak." Jawabnya singkat.


Andry berjalan menjauh meninggalkan Fani, dalam hatinya merasa senang tak terkira. Misinya berjalan dengan lancar, sekarang mangsa sudah terperangkap dalam jebakannya.


Ternyata kau mudah ditaklukan ya gadis tengil. Selamat datang dan bersenang-senang di neraka ku nyonya Fani.

__ADS_1


Fani masih berkelut dengan pikirannya, tiba-tiba nam Sophia bergelayut dalam pikirannya. Fani merasa ini hanya akan menimbulkan masalah besar. Dia benar-benar sudah salah langkah. Menjadikan Andry sebagai pelarian, namun dia lupa akan Sophia yang akan menjadikan nya santapan.


Aaaa. Bodohnya aku. Aku bahkan lupa jika Andry adalah pria yang disukai Sophia. Bisa-bisa aku di musuhinya sampai dikehidupan selanjutnya.


__ADS_2