Suami Ku Hasil Taruhan

Suami Ku Hasil Taruhan
Kencan ( Part2 )


__ADS_3

“ Ayo.” Ucap Andry yang tiba-tiba sudah berdiri disebelah tempat duduk Alea. Dengan dua buah tiket ditangannya.


Tampak tersenyum dan sedikit lelah karena mengantri cukup lama.


“ Eh udah ya.” Jawabnya sambil beranjak dan kemudian mengikuti langkah Andry.


“ Beli makan dan minum dulu ya.” Sambungnya kemudian berhenti ditempat membeli cemilan dan minuman yang menemani mereka selama menonton. Alea hanya mengangguk dan terus mengikuti apa yang dikatakan oleh Andry, menurut sekali.


Andry memesan beberapa kotak popcorn dan dua gelas minuman. Kemudian menunggu sambil berbincang-bincang dengan Alea yang ada disebelahnya. Setelah pesanas selesai Andry dan Alea bergegas menuju studio yang sudah dituliskan didalam tiket. Kemudian mencari tempat duduk mereka.


“ Disini Le.” Ucap Andry menunjuk kursi yang tertera didalam tiket milik mereka. Kemudian duduk saling berdampingan.


Andry menyodorkan segelas minuman dan sebuah popcorn kepada Alea, tanpa sadar tangan mereka saling bersentuhan dan saling beradu pandang, cukup lama hingga mereka saling sadar dan spontan membuang pandang. Tiba-tiba mereka malah terjebak dalam suasana canggung, mungkin karena kencan ini bukan berlandaskan perasaan. Jika berlandaskan perasaan hati pasti mereka akan saling senang dan tersenyum kala saling menyetuh begini. Alea menjadi kikuk seketika, jantungnya berdeta kencang dan nafasnya tidak beraturan. Kaget sekaligus senang karena Andry menyentuh tangannya, perasaannya semakin tidak karuan, campur aduk.


Duh dipegang tangan doang gue senang bukan kepalang, sampai-sampai perasaan gue gak karuan.


Mereka tidak saling berbicara setelah kejadian itu, hanya saling menatap arah lain. Alea masih fokus menormalkan pernafasannya sedangkan Andry sibuk dengan popcorn dan ponsel yang ada ditangannya. Hanya beberapa menit setelah mereka masuk, film pun segera dimula. Lampu sudah dimatikan dan semuanya sudah bersiap-siap menikmati film yang akan ditayangkan. Begitupula dengan Alea dan Andry, sudah tidak lagi memainkan ponsel dan fokus menatap ayar yang ada dihadapannya.

__ADS_1


“ Kamu gak takut kan nonton film horror?.” Tiba-tiba Andry membuka suara dan menanyakan hal ini kepada Alea.


Pasalnya dia tidak berdiskusi dulu mereka akan menonton apa, hanya mengantri dan memilih sendiri film yang dia suka. Tanpa mempertimbangkan apakah Alea setuju dengan pilihannya atau tidak.


“ Heheheh gak kok An.” Jawab Alea tampak terpaksa. Padahal dia sangat tidak suka menonton film horror, tapi karena ini adalah pilihan Andry lelaki yang membuatnya luluh lantak sejak tadi malam dia memberanikan diri untuk menontonnya. Ini adalah sejarah terbesar dalam hidupnya, menonton film yang tidak dia suka dan sangat dia takuti hanya demi seorang lelaki.


“ Maaf ya aku beli tiketnya tadi gak tanya kekamu dulu maunya nonton apa. Aku langsung beli aja hehehe.” Lanjutnya mengakui kesalahannya. Harusnya bertanya dan berdiskusi dulu tentang film apa yang akan mereka tonton, namun Andry tampaknya masih kaku dalam berkencan hingga gugup dan memilih sendiri film yang disukainya.


Andry dan Alea fokus menonton film, sambil menikmati cemilan yang tadi mereka beli. Andry tampak sangat menikmati film ini, sedangkan Alea lebih banyak menutup muka dan menunduk karena ketakutan. Tidak ingin melihat scene yang menunjukkan hantu, sekedar mendengar suara teriakan saja dia sudah ketakutan. Namun pada bagian akhir, Alea terus menatap layar dan tiba-tiba muncul sosok yang sangat menyeramkan hingga dia terperanjak kaget dan langsung memeluk lengan Andry yang ada disbelahnya. Suara teriakannya lantang dan terdengar getaran diujung teriakannya. Menandakan jika dia benar-benar ketakutan.


“ Hei apa kamu takut?.” Ucap Andry sembari menenangkan Alea yang memeluk erat lengannya, merasakan tubuh Alea yang bergetar karena ketakutan. Nafasnya juga terdengar memburu, seperti orang yang dikejar-kejar hantu.


“ Kita keluar aja ya.” Ucapnya mengajak Alea keluar dari bioskop, kali ini benar-benar tidak bisa dimaklumi lagi. Ini murni rasa takut.


Andry memegang pundak Alea dan berjalan pelan menuju pintu keluar bioskop, mencoba sesegera mungkin mencari tempat yang terang dan masih membiarkan pelukan erat Alea bersarang dilengan kirinya. Andry terus mencoba menenangkan Alea dengan terus merangkul pundaknya, berjalan pelan dan membawanya menjauhi bisokop, berhenti disebuah tempat yang menjual minuman.


“ Kita duduk disini dulu ya sambil kamu tenangin diri.” Ucap Andry sembari meminta Alea duduk dikursi yang ada didepan mereka. Alea hanya mengangguk  mengiyakan, melepaskan pelukannya yang sejak tadi bersarang dilengan kiri Andry.

__ADS_1


“ Aku pesan minum dulu ya, kamu disini aja.” Lanjutnya beranjak dan meninggalkan Alea yang masih menggigil


ketakutan. Ini adalah kali pertamanya dia menonton film horror, wajar saja dia setakut ini. Tangannya bergetar hebat, terasa dingin dan saling menggenggam satu sama lain. Nafasnya masih memburu dan detak jantungnya tidak beraturan.


“ Ini minum dulu.” Ucap Andry dari arah depan, membawa dua gelas minuman ditangannya. Kemudian duduk tepat disebelah Alea. Menatap wajah gadis yang tampak masih ketakutan itu, wajahnya pucat pasi dan nafasnya terus saja memburu.


“ Hei apa kamu masih ketakutan?.” Lanjutnya bertanya.  Menatap dekat wajah Alea yang tidak lagi berdarah, hanya pucat yang ada. Kemudian tiba-tiba Alea kembali memeluk lengannya, kali ini lebih erat dari sebelumnya. Tubuhnya bergetar hingga lengan Andry pun ikut-ikutan bergetar.


“ Kenapa kamu gak bilang sih takut film horror.” Sambungnya menyesal. Seharusnya dia benar-benar memastikan jika Alea tidak masalah diajak nonton film yang seram.


“ Ini pertama kalinya aku nonton film horror.” Ucapnya lirih. Akhirnya dia bersuara juga. Suaranya terdengar bergetar, benar-benar kaget dan ketakutan.


“ Maafin aku ya, harusnya aku tanya dulu kamu maunya nonton apa. Aku malah egois dan milih film yang aku suka tanpa memikirkan kamu yang ikut bersamaku. Sekali lagi aku minta maaf ya.” Ujarnya merasa bersalah. Namun setelah dia mengatakan hal itu, mendadak Alea menjadi tenang dan tidak lagi setakut sebelumnya. Tubuhnya tidak lagi bergetar hebat, wajahnya tidak lagi pucat.


“ Iya gapapa kok Andry, maaf juga ya aku sudah mengganggu kamu yang lagi asyik-asyiknya menonton.” Jawabnya juga mengaku bersalah, merasa tidak enak hati dengan Andry yang tampak sangat menikmati film tadi.


Alea terus bergelayut manja dan Andry tetap membiarkannya. Menimbang Alea sangat kaget dan ketakutan karena

__ADS_1


dirinya, jadi sama sekali dia tidak menolak ketika Alea memeluk lengan tangan dan menyandarkan kepala dibahunya. Hanya diam sambil menikmati minuman yang baru saja dia beli sembari memastikan hingga Alea tenang dan tidak ketakutan lagi.


__ADS_2