Suami Ku Hasil Taruhan

Suami Ku Hasil Taruhan
Ha? Cantik ku?


__ADS_3

Fani bersantai dikamar sambil mengerjakan tugas sekolahnya. Inginya besok masuk sekolah, untuk itu Fani segera menyelesaikakan tugas sekolahnya. Ponselnya berdenting, sebuah pesan masuk. Fani meraih ponsel dari atas meja dan melihat dari layar depan, ternyata sebuah pesan dari lelaki yang disebutnya gila.


" Selamat malam gadis cantik ku. Kamu udah tidur? Kamu baik-baik aja kan? Semoga hari mu


menyenangkan ya cantik." Sebuah pesan dari Andry yang membuat Fani menggerutu kesal.


Sejak tadi pagi Fani mengabaikan pesan Andry, pikirnya jika diabaikan maka Andry akan berhenti mengganggu dan menjauhinya. Namun kenyataan berbeda, lelaki itu malah semakin gencar mengganggu dirinya. Batinnya menggerutu kesal, menyumpah serapahi Andry yang tak henti-henti mengganggu. Dengan penuh kekesalan jari-jari Fani mengetik pesan, setiap kata-katanya dibumbui kemarahan.


" Sebenarnya apa masalah hidupmu? Berhenti menodong ku dengan pertanyaan-pertanyaan basi mu. Pertama, aku bukan gadismu. Kata cantik yang kau bubuhi semakin menambah rasa jijik ku. Kedua, aku udah tidur, udah makan, baik atau enggak nya aku bukan urusan mu. Behentilah mengganggu ku."

__ADS_1


Kekesalan Fani sudah tak dapat dibendung lagi. Kemarahannya disalurkan melalui serangan jari-jari kecilnya itu. Tak peduli bagaimana perasaan Andry saat membaca balasan darinya, yang ada dalam hati Fani hanya kekesalan menghadapi Andry yang sebenarnya nikmat atau bala baginya. Sebuah pesan masuk, Andry membalas begitu cepat.


" Hehehe maafkan aku gadis kecil. Mungkin aku terlalu berlebihan padamu. Jangan marah ya, maafin aku. Aku hanya khawatir pada mu." Andry membalas dengan tenang dan penuh permintaan maaf.


Fani hanya bergidik geli, melemparkan ponselnya ke sisi ranjang yang lain. Fani mengutuk dan menggerutu didalam hatinya. Sebenarnya dia pun tak tau apa yang menyebabkan ketidaksukaannya pada Andry. Mungkin karena Fani yang mendengar karakter Andry dari orang lain. Prinsip Fani adalah perlakuannya tergantung karakter orang itu. Andry terkenal sebagai sosok yang dingin dan cuek dengan orang sekelilingnya, hingga Fani pun tak pernah berekspektasi akan didekati Andry seperti ini. Ketidaksukaan Fani tak beralasan. Begitu pun sebaliknya, niat buruk Andry pun tak beralasan.


Baiklah kalian dipertemukan dalam keadaan saling tak beralasan. Author.


" Apa kata-kataku terlalu berlebihan? Aku belum pernah sekasar ini sebelumnya." Batin Fani sambil menatap layar ponselnya.

__ADS_1


" Tapi aku benar-benar kesal. Bicaraku kali ini benar-benar tak sesuai karakter ku selama ini. Aaaa gara-gara lelaki gila itu karakter ku pun jadi berubah." Fani menjambak rambutnya frustasi.


Kalau aku terus-terusan diganggu lelaki gila ini, bukan hanya karakterku yang berubah. Tapi takdir dan kisah hidupku pun ikut berubah. Aaaa tolong menjauh lah, aku tak pernah mengganggu mu.


Fani terus bergumam dalam hati. Pandangannya menyapu seluruh bagian dinding kamarnya. Perasaannya bercampur aduk antara kesal dan bersalah. Bingung antara membalas pesan Andry atau megabaikannya saja. Kalau dia membalas kemungkinan Andry terus menganggunya juga akan semakin besar, tapi jika dia mengabaikan takutnya Andry mengira dia adalah wanita yang sombong. Pasalnya Fani dikenal sebagai wanita ramah dan tak pernah sombong.


" Ah peduli apa sama perasaanya. Lagian salah dia yang  sering mengganggu ku." Gumamnya merasa jika dirinya tak bersalah.


" Enyahlah engkau wahai lelaki yang tali wayarnya putus satu." Fani memejamkan mata seakan membaca mantra lalu menyemburkan udara dimulutnya. Hehehehe udah mirip mbah dukun nih si Fani.

__ADS_1


Lalu Fani memejamkan matanya, menuntun dirinya untuk menjelajahi alam mimpi. Berharap malam ini dia akan mimpi indah dan dijauhi dari mimpi buruk. Fani pun terlelap dalam mimpinya.


__ADS_2