
Keesokan harinya.
Andry bangun dari tidurnya, terbangun karena sinar matahari mengetuk kelopak matanya. Terasa panas dan silau. Andry menatap jam yang ada disebelahnya, sudah pukul 9 pagi. Seperti biasa menggeliat sana sini, meregangkan otot-otot tubuhnya. Kemudian meraih ponsel yang ada disebelah bantalnya. Mencoba menghubungi Alea dan mengganti jadwal kencannya menjadi siang ini. Mengingat nanti malam dia akan pergi makan malam bersama keluarganya. Andry mencoba menghubungi, namun Alea sama sekali tidak menjawab panggilannya.
“ Yah malah gak dijawab.” Gumamnya kemudian melangkah meninggalkan kamar dan ponselnya. Bergegas turun meniti anak tangga dan menuju ruang makan, menyapa seluruh penghuni rumah yang setiap paginya selalu mangkal dimeja makan.
“ Selamat pagi semuanya, kembali lagi bersama saya Andry si lelaki paling tampan dirumah ini.” Ucapnya penuh percaya diri. Tersenyum dan melambai-lambai seperti orang-orang yang berada diatas panggung.
“ Cuih.” Sahut Devi geli mendengar semua yang diucapkan Andry. Bahunya bergidik seolah dia benar-benar merasa geli dengan kata-kata yang didengarnya barusan.
“ Ah sirik aja lo.” Sahutnya kesal. Kemudian duduk dimeja makan dan mengambil sepotong roti.
“ Iya dong anak bunda paling ganteng, tolong dong wajahnya jangan ditekut gitu nanti gantengnya hilang loh.” Ucap bunda dari arah depan, menatap sang anak yang murung karena disanggah oleh kakaknya.
“ Yakan yah? Anak bunda paling ganteng.” Sambungnya bertanya pada lelaki yang duduk disebelahnya.
“ Iya dong, kakak aja tu yang sirik hehehehe.” Sahut sang ayah sambil diiringi tawa.
Andry tidak menghiraukan pujian sang bunda dan ayahnya, tetap fokus dengan sepotong roti yang diolesi selai coklat kesukaannya. Menyantap dengan cepat-cepat dan menyelesaikan sarapannya segera. Kemudian meninggalkan ketiga anggota keluarga lainnya, bergegas kembali naik kelantai atas dan masuk kedalam kamarnya. Andry menatap layar ponslenya yang menyala, tampak ada 5 panggilan tidak terjawab dari Alea. Padahal dia hanya menelepon 2 kali saja, tapi Alea membalasnya lebih, definisi baik hati nih hehehehe.
“ Lah tadi aku nelepon dia yang gak jawab, sekarang dia nelepon aku yang gak jawab. Ternyata ini ya definisi tidak cocok.” Ucapnya sambil duduk ditepi ranjang. Mencoba menghubungi Alea kembali.
“ Hallo.” Sahut Alea dari telepon saat teleponnya terhubung.
__ADS_1
“ Hallo, Alea ini aku Andry.” Jawabnya dengan cepat sebelum Alea menanyakan siapa dirinya.
“ Oh Andry, ada apa ya?.” Sahutnya bertanya kenapa Andry menghubunginya.
“ Jadi gini Alea, gimana kau kencannya aku majuin jadi siang ini? Kira-kira kamu mau gak?.” Ucapnya sedikit ragu. Takut jika Alea menolak, pasalnya tadi malam dia sudah mengatakan jika kencanya malam ini. Namun tiba-tiba dia
mengubah jadwal menjadi siang ini.
“ Hem gimana ya.” Jawab Alea terdengar menimbang-nimbang. Cukup lama suaranya hilang, tidak mengatakan apapun. Mungkin dia benar-benar sedang mempertimbangkan waktu.
“ Iyadeh kalau gitu. Jam 11 ya.” Lanjutnya mengiyakan permintaan Andry. Benar-benar gadis yang baik hati, tidak menolak apapun yang Andry minta.
“ Oh iya nanti kita ketemuan dimana?.” Sambungnya lagi-lagi bertanya. Memastikan dimana tempat mereka akan bertemu nantinya.
“ Aku jemput kamu dirumah aja ya, nanti kirim aja lokasi. Aku jemput kamu persis didepan rumah.” Ucapnya terdengar senang. Bagaimana tidak, gadis yang diajaknya kencan itu sangat fleksibel, tidak banyak cincong dan tidak ada penolakan.
“ Hallo Alea, rumah kamu yang warna biru ya?.” Sahunya langsung bertanya ketika telepon tersambung.
“ Iya Andry.” Jawab Alea dari dalam telepon.
“ Aku udah didepan.” Sambungnya mengatakan jika dirinya sudah berada tepat didepan rumah Alea. Seolah meminta Alea untuk segera keluar dan menemuinya.
Dari kejauhan tampak seorang gadis cantik dengan tubuh ramping dan tinggi sekitar 157cm berjalan mendekati mobilnya. Gadis cantik itu adalah Alea, gadis yang akan dikencani Andry hari ini. Tampak senyum mekar diwajah Alea sembari masuk dan duduk disebelah kursi kemudi. Menyapa Andry dengan senyuman dan lambaian tangan. Lesung pipinya yang dalam menambah manisnya senyuman Alea.
__ADS_1
“ Hei apa kabar?.” Tanya Andry basa-basi. Kemudian menjalankan pelan mobilnya meninggalkan pekarangan rumah Alea. Melaju dijalanan kembali menuju pusat kota.
“ Hei. Baik kok.” Jawabnya sambil terus tersenyum. Sesekali tangannya merapikan rambutnya yang terjuntai panjang dan digulung dibagian bawahnya.
“ Kita mau kemana?.” Tanya Andry lagi memastikan kemana arah tujuan mereka. Karena sebelumnyan dia tidak pernah kencan dengan wanita lain selain bersama kekasihnya Fani. Itupun mereka lebih sering bermain dipantai dan tempat-tempat yang bernuansa alam terbuka.
“ Hem, gak tau sih.” Jawabnya tampak ikut bingung karena tidak tau mau kemana. Kan yang ngajak kencan Andry.
“ Gimana kalau nonton aja, ada film baru dibioskop.” Lanjutnya memeberi ide. Memberi tawaran untuk menonton saja, terlebih lagi sejak kemarin pun dia ingin sekali pergi menonton namun belum sempat dan tidak ada teman.
“ Hm nonton ya?.” Jawabnya tampak menimbang-nimbang. Andry adalah bukan tipe orang yang suka menonton dibioskop, sangat jarang dan bisa dihitung beberapa kali. Itupun tergantung film.
“ Ya kalau kamu mau sih.” Sambung Alea merasa jika Andry tidak ingin pergi menonton. Sembari memikirkan kemana mereka harus pergi selain menonton.
“ Tapi yaudah deh kalau emang mau nonton. Aku sih ngikut aja.” Ucapnya mengiyakan tawaran Alea. Kemudian menambah kecepatan mobilnya dijalanan yang cukup lengang, karena mungkin sudah bukan dipusat kota. Melaju menuju sebuah mall yang mana bioskopnya lebih sering dikunjungi daripada bioskop-bioskop lain dikota itu.
Andry memarkirkan mobilnya. Kemudian mengajak Alea untuk turun dan segera masuk bersamanya. Alea hanya mengangguk dan berjalan beriringan dengan Andry. Seperti sepasang kekasih, hanya saja mereka tidak saling bergandengan tangan. Alea tampak senang dengan kencan ini, dilihat dari intensitasnya tersenyum. Senyumnya selalu mekar kala menatap Andry yang berada disebelahnya.
“ Baiklah tunggu disini, biar aku saja yang mengantri. Lihatlah antriannya sangat panjang, nanti kamu lelah jika
berdiri terlalu lama.” Ucapnya kepada Alea ketika mereka sudah memasuki area bioskop. Melihat antriannya sangat panjang hingga dia minta Alea untuk tetap duduk dan tidak ikut mengantri.
“ Baiklah.” Jawabnya singkat. Padahal dalam hatinya sudah melonjak-lonjak kesenangan karena mendengar ucapan Andry yang baginya sangat manis dan penuh perhatian.
__ADS_1
Alea duduk dikursi, menatap lelaki tampan yang sedang mengantri disana. Lelaki yang mengenakan kaos hitam dan celana jeans panjang. Benar-benar tampan. Senyumnya berkali-kali mekar, apalagi membayangkan Andry yang memintanya untuk tetap diam dan jangan ikut mengatri karena nanti akan kelelahan jika berdiri terlalu lama. Hanya kata-kata itu saja sudah cukup meluluhkan hati Alea. Tidak rugi rasanya dia menerima tawaran lelaki tampan ini, apalagi sekarang statusnya dia masih sendiri.
Hehehehe betapa beruntungnya aku. Sama sekali tidak rugi menerima tawaran kencanmu. Kau tampan, baik hati, perhatian. Kalau begini, terus-terusan kencan pun aku mau.