
Andry berjalan berdampingan dengan Alea, menemani Alea yang sibuk memilih-milih baju dan sandal. Sesekali Alea juga bertanya pendapat kepada Andry, udah seperti pacaran saja. Andry hanya bisa pasrah dan mengikuti kemana pergi Alea. Biasa, wanita jika sudah sampai ke mall lupa diri.
“ Ini bagus gak?.” Ucap Alea sembari mengangkat sebuah sepatu santai. Ya, Alea adalah tipe wanita yang bisa disebut tomboy. Hampir semua pakaiannya adalahh hoodie, jeans dan sepatu. Gayanya juga terkesan simple dan tidak banyak cincong seperti wanita-wanita pada umumnya.
“ Bagus kok.” Jawabnya sembari tersenyum. Padahal dalam hatinya sudah gerahh dan tidak sabar ingin segera pulang.
“ Ya udah aku kekasir dulu ya.” Ucap Alea mengambil sepatu yang baru saja dibilang bagus oleh Andry. Namun dengan cepat Andry beranjak dan melangkah mengikuti Alea yang berjalan menuju kasir.
“ Loh kenapa ikut, duduk disana aja nanti kamu capek.” Ucapnya ketika melihat Andry juga ikut mengantri
dibelakangnya. Kali ini gentian, Alea yang sangat perhatian dan peduli dengan Andry. Berulang kali dia meminta Andry untuk duduk saja dikursi yang ada, namun Andry menolak dan menggeleng-gelengkan kepala.
“ Kamu kenapa sih malah ngikutin aku antri disini.” Lanjutnya sudah mulai kasihan melihat Andry yang berdiri dibelakangnya.
“ Masa kamu pergi sama aku terus aku biarin kamu yang bayar sih. Harus cowok dong yang bayar, apalagi aku yang ajak kamu kencan. Udah ah jangan tanya atau suruh aku pergi lagi.” ucapnya menegaskan jika dia yang harus membayar. Prinsip yang sejak dulu dia terapkan, apalagi kali ini dia yang mengajak kencan, bisa-bisa hilang dong harga dirinya jika membiarkan wanita yang dibawanya membayar sendiri barang belanjaannya. Alea hanya menatap Andry dengan senyuman yang merekah, merasa sangat tersanjung dengan kencan kali ini. Biasanya lelaki baru akan mau membayar jika mereka sudah punya status dan hubungan yang jelas, tapi berbeda dengan lelaki tampan dan baik yang ada dihadapannya ini.
Aku sangat tersanjung dengan kata-katamu. Baru kali ini aku diperlakukan istimewa oleh teman kencanku. Padahal kencan ini semata-mata hanya untuk memenuhi tantangan dari teman-temanmu, tapi aku tersanjung aku suka. Memang hati tidak pernah salah, sejak awal aku menatapmu juga kau sudah tau jika kau lelaki yang baik dan penyayang.
Setelah selesai membayar, Andry dan Alea bergegas keluar dari pusat permbelanjaan. Menuju parkiran dan hendak meninggalkan mall. Namun saat berjalan berdampingan, seseorang memanggil nama Andry. Sontak dia langsung berbalik dan mencari sosok yang memanggil namanya barusan. Tampak dari belakang Sophia berlari mendekatinya dan Alea. Nafasnya terdengar terengah-engah.
“ Kak Andry.” Teriak Sophia hingga membuat langkah kaki Andry dan Alea terhenti. Kemudian Sophia berlari mendekati Andry.
__ADS_1
“ Kak Andry kok ada disini sih.” Lanjutnya bertanya. Emangnya salah jika Andry ada disini? Lagi pula ini kan tempat
umum.
“ Oh kita baru saja selesai menontnon.” Jawabnya sambil tersenyum.
Sophia menatap wanita yang ada disebelah Andry dengan tatapan yang tidak menyenangkan. Melihat dari ujung
rambut hingga ujung kaki. Mencoba mengenali sosok wanita yang pergi dengan lelaki yang dia sukai ini, namun sama sekali dia tidak kenal dengan wanita itu. Sorot matanya tajam menatap wanita yang berambut panjang dengan ujung digulung itu, tidak mau kalah Alea juga menatap Sophia dengan tatapan kebencian.
“ Siapa sih nih cewe? Kok nempel banget sih sama kesayangan gue.” Batin Sophia sambil menerka-nerka siapa sosok wanita yang ada bersama lelaki yang disukainya itu.
“ Atau jangan-jangan ini selingkuhannya Andry?.” Sambungnya membatin. Merasa tidak terima jika wanita
“ Oh iya kenalin ini Alea teman aku.” Ucap Andry tiba-tiba menghentikan konflik batin antara kedua wanita yang ada didekatnya itu.
“ Alea kenalin ini Sophia adik kelas aku.” Sambungnya mengenalkan Sophia kepada Alea.
Tidak ada satupun yang memulai perkenalan, hanya ada saling pandang dan tatapan yang tajam. Entah apa yang tengah mereka perdebatkan melalui batinnya. Terus saling menatap dengan tatapan ketidaksenangan. Namun tiba-tiba suara Andry lagi-lagi menghentikan konflik batin antar mereka.
“ Ini kenapa pada diam-diam sih.” Ucapnya heran menatap kedua wanita yang sejak tadi hanya saling menatap diam ini.
__ADS_1
“ Eh iya kak.” Ucap Sophia kaget dan tersenyum penuh paksa.
“ Hai aku Sophia.” Lanjutnya mulai memperkenalkan diri. Tangannya mengulur minta disambut.
“ Hai aku Alea temannya Andry.” Beralih Alea yang memperkenalkan diri, kemudian menyambut tangan Sophia dan saling bersalaman.
“ Yaudah kita duluan ya Sophia.” Ucap Andry mengakhiri pembicaraan antara mereka. Kemudian kembali melangkah dan melambaikan tangan kepada Sophia yang masih berdiri diam menatap kepergian Andry dan seorang wanita yang sejak oertama dia lihat sudah dia benci.
Eh cewek centil. Lo siapa sih? Berani-beraninya lo jalan sama cowo kesayangan gue. Atau lo selingkuhannya? Eh jangan mimpi deh lo, gue yang duluan daftar. Gue nomor 2 list setelah Fani, jadi kalau dia mau selingkuh ya harus sama gue dong.
Andry sudah duduk dibelakang kemudi, begitu pula dengan Alea yang sudah duduk disebelahnya. Mobilnya dibawa pelan keluar dari mall, kemudian melaju dijalanan. Sudah cukup lama mereka berkencan, sudah lebih dari 3 jam.
“ Kita langsung pulang aja ya? Atau kamu mau makan dulu.” Ucap Andry bertanya. Sebenarnya dia sudah sangat ingin sekali pulang dan menyentuh kasurnya.
“ Kita pulang aja deh Andry, aku masih belum lapar kok.” Jawabnya memilih pulang. Perutnya sejak tadi terasa
tidak enak, tapi harus tetap stay cantik.
“ Oh iya, boleh aku minta foro selfie kita berdua.” Lanjutnya sambil menurunkan kecepatan mobilnya gara Alea dengan mudah bisa mengambil gambar mereka berdua.
“ Boleh kok.” Jawabnya bersemangat. Kemudian mengeluarkan ponsel dari tas mininya dan mulai mengambil beberapa gambar.
__ADS_1
Andry mennghentikan mobilnya didepan rumah Alea, mengucapkan banyak terimakasih karena sudah mau berkencan dan membantunya dalam menyelesaikan tantangan dari teman-temannya. Begitupun dengan Alea yang juga mengucapkan banyak terimakasih karena sudah bersedia mengajaknya berkencan, apalagi Andry juga membayarkan belanjaannya. Andry segera kembali dan berulang kali melambaikan tangan kepada Alea. Mungkin ini akan menjadi pertemuan pertama dan terakhir mereka. Kemudian Andry segera melaju meninggalkan rumah Fani dan kembali menuju rumahnya yang berada dipusat kota. Merasa sudah tenang karena tantangan ini sudah berhasil dia selesaikan.