Suami Ku Hasil Taruhan

Suami Ku Hasil Taruhan
Truth or Dare


__ADS_3

Perjalanan yang biasanya hanya membutuhkan waktu setengah jam kali ini menjadi hampir 3 kali lipat, Disebabkan


macetnya jalanan. Andry sudah memarkirkan mobilnya didepan cafe yang suda mereka janjikan, bergegas melangkah mengikuti Ardi yang sudah jauh didepannya. Menemui teman-teman yang sudah menunggu mereka sejak beberapa menit yang lalu.


“ Hei sorry telat bro, biasa macet.” Ucap Andry ketika mendekati meja dimana semua teman-temannya sudah duduk dan menunggu.


“ Ah sans bro, lagian kita juga baru datang kok.” Sahut salah satu dari mereka. Meminta Andry untuk duduk dan bergabung bersama.


Andry dan teman-temannya mengobrol santai dan sesekali terdengar tawa mereka. Mereka sengaja mengambil meja diluar ruangan, tepatnya dirooftop. Untuk memudahkan teman-temannya yang merokok, terlebih lagi menghindari riuhnya orang-orang yang ada ditempat tersebut. Ardi beranjak menjauhi teman-temannya, menuju meja kasir. Kemudian kembali lagi membawa tumpukan kartu persegi panjang ditangannya, ternyata mengajak teman-temannya untuk bermain truth or dare. Cara sederhana untuk membongkar rahasia dari semua teman-temannya yang selama ini tidak dia ketahui.


“ Ayok kita main biar gak bosan.” Ucap Ardi saat mendekat, melemparkan tumpukan kartu yang ada ditangannya itu keatas meja tepat dihadapan teman-temannya.


“ Main apaan tuh bro, gak pernah main deh gue hehehehe.” Sahut salah satu dari mereka. Baru pertama melihat kartu yang dilemparkan oleh temannya itu.


“ Ini namanya permainan Trut or Dare. Truth itu untuk kebenaran dan dare itu untuk tantangan. Jika kalian dapat


truth dan aka nada pertanyaannya nanti. Kalian harus jawab dengan jujur, tidak boleh bohong. Terus jika kalian dapat Dare maka kalian akan mendapatkan tantangan, misalnya ‘ Tirukan suara kucing sebanyak 10 kali’ dan sebagainya.” Ucap Ardi menjelaskan panjang lebar dari permainan yang dipilihnya ini. Semua tampak mengangguk dan mengerti dengan apa yang sudah dia jelaskan.


“ Udah paham belum nih?.” Sambungnya lagi. Memastikan jika semua temannya sudah mengerti dengan penjelasannya tadi.


“ Sudah.” Jawab mereka serentak, seperti jawaban anak SD.

__ADS_1


Setelah menjelaskan panjang lebar bagaimana tata cara dan aturan permainan, sekarang Ardi akan memulai permainan. Sebelum itu dia juga sudah memastikan jika semua temna-temannya paham dengan permainan yang dipilihnya ini. Mereka bermain layaknya anak kecil, ada yang menerima tantangan dan ada juga yang harus membongkar rahasia yang entah sejak kapan dia tutup rapat-rapat. Hanya ada gelak tawa dan saling ejek mengejek diantara mereka. Satu persatu rahasia antara mereka sudah terbongkar, mulai dari gebetan, berapa banyak manta, hingga hal memalukan apa yang pernah dilakukan. Hampir semua sudah mendapatkan bagiannya masing-masing. Ada juga yang mendapat tantangan berjalan kodok, menirukan suara anjing hingga berjalan merangkak.


“ Wah kalau diterusin habis ni kebongkar aib yang udah gue tutup rapat-rapat.” Ujar salah satu dari mereka. Kemudian diikuti tawa oleh yang lainnya. Merasa permainan ini benar-benar menjebak mereka dalam ketidakberdayaan menutup rahasia.


“ Oke kita lanjut?.” Tanya Ardi memastikan jika teman-temannya masih sanggup mengikuti permainan pembongkar rahasia ini.


“ Siap.” Jawab mereka dengan serentak dan lantang. Ternyata mereka masih tertarik dan merasa tertantang dengan permainan yang terkesan biasa saja itu.


Sekarang giliran Andry, mengambil pilihan Dare. Kemudian Ardi mengambil sebuah kartu yang berisi sebuah tantangan untuk Andry. Perlahan-lahan Ardi membuka dan membacakan tantangan yang harus diselesaikan oleh Andry. Betapa mengejutkan, kali ini Andry ditantang untuk mengajak kencan salah seorang gadis yang ada dicafe itu.


“ Tantangannya adalah…” ucap Ardi terputus. Membuka pelan kartu tersebut dan membacakannya.


“ ‘ Ajak kencan salah satu gadis yang ada didekatmu’.” Ucap Ardi sambil terbelalak dan menganga kaget. Tantangan yang paling sulit didapatkan oleh Andry. Padahal sebelumya hanya ada tantangan menirukan suara hewan atau paling berat hanya menggelinding dilantai. Namun kali ini benar-benar digolongkan kategori yang berat. Mungkin untuk orang yang belum punya pasangan pasti ini akan sangat menyenangkan, mengajak gadis untuk


“ Wahh sial banget lo bro, jadi gimana? Lanjut atau skip aja nih?.” Tanya Ardi pada temannya yang lain. Semua saling menatap dan saling mengangkat alis sepakat.


“ Lanjut.” Ucap mereka serentak.


“ Mau gak mau harus lanjut.” Sambungnya. Tidak menghiraukan status Andry yang sudah memiliki kekasih, mereka tetap ingin tantangan ini dilanjutkan.


“ Gimana bro? Lo bersedia atau nyerah aja?.” Kali ini Ardi bertanya kepada Andry yang hanya diam tidak bergeming. Mungkin memikirkan tantangan yang sangat berat ini.

__ADS_1


“ Lanjut dong.” Tiba-tiba yang lain menyela, tidak ingin mendengar keputusan dari Andry dan tetap ingin Andry meneruskan tantangan ini.


“ Oke kalau gitu kita lanjut ya.” Sambung Ardi terpaksa melanjutkan permainan ini.


“ Jadi lo mau cari sendiri ceweknya atau kita yang tunjuk?.” Lanjut Ardi kembali bertanya kepada Andry yang masih diam tak bergeming.


“ Kita aja dong yang tentuin hahahaha.” Tawa mereka senang dengan tantangan yang amat berat ini. Andry hanya mengangguk mengiyakan semua yang dikatakan teman-temannya, tidak mungkin menolak. Itu hanya akan merusak harga dirinya dan menjatuhkan eksistensinya. Mau tidak mau dia harus menyetujui tantangan yang berat ini.


Keempat teman Andry yang lainnya sibuk merundingkan dan menatap gadis-gadis yang ada disekitar mereka. Memilih salah satu dari sekian banyak gadis yang ada disana. Memilih yang baik diantara yang terbaik, tentu saja mereka tidak ingin jika Andry berkencang dengan wanita yang tidak cocok dengannya, minimal dari fisik dan rupa. Setelah cukup lama berunding akhirnya mereka mendapatkan keputusan untuk tantangan Andry kali ini. Mereka memilih salah satu wanita yang juga satu lantai dengan mereka, salah satu dari tiga wanita yang duduk disudut sana, arah yang berlawanan dengan mereka.


“ Lo udah siap belum?.” Ucap Ardi memastikan lagi.


“ Udah dong.” Jawabnya santai. Tidak ingin terlihat pengecut dihadapan teman-temannya.


“ Hah akhirnya lelaki yang antiwanita berani juga ditantang beginian.” Lanjut Ardi mengejek. Sekarang lelaki yang ada dihadapannya sudah bukan antiwanita lagi, tapi sudah menyukai banyak wanita.


“ Oke kalau begitu, kita tantang lo untuk ngajak cewek yang ada disudut sana untuk kencan.” Sambung Ardi sambil telunjuknya menunjuk wanita yang sudah mereka sepakati.


“ Yang mana? Ketiga-tiganya?.” Ucap Andry polos namun membuat yang lainnya ingin menoyor kepalanya geram.


“ Satu aja ba*gsat, kenapa lo jadi serakah cewe gini sih sekarang.” Ucap Ardi menggeram dan ingin memukul Andry.

__ADS_1


“ Terus yang mana satu?.” Lanjutnya terus menatap kearah yang ditunjuk oleh Ardi.


“ Itu yang ditengah, yang baju merah maroon.” Tunjuk Ardi lagi. Andry hanya mengangguk mengerti, kemudian mengumpulkan keberanian untuk menemui gadis itu. Entah seperti apa wujud gadis yang duduk membelakanginya itu, pasalnya hanya keempat dedengkotnya yang tau sebab mereka sudah berkeliling melihat-lihat wanita yang ada dicafe itu. Andry hanya bisa pasrah dan mencoba menghilangkan rasa gugupnya untuk kemudian segera menghadap kepada gadis pilihan teman-temannya.


__ADS_2