Suami Ku Hasil Taruhan

Suami Ku Hasil Taruhan
Pembunuh Rasa Bosan


__ADS_3

Fani menggeliat diatas sofa yang tak terlalu besar itu, bersenam tangan dan meraung kecil khas orang baru bangun tidur. Al yang melihat tingkah laku Fani itu pun hanya bisa tertawa dalam hati. Fani perlahan membuka mata dan mendorong tubuh untuk duduk. Dengan wajah yang lemah Fani terperanjak kaget saat mendapati Al yang duduk disebelahnya. Matanya membulat sempurna, benar-benar kaget.


" Aaaa kenapa ngagetin sih." Mengucek-ngucek kedua matanya.


" Akhirnya bangun juga ya. Kirain sampai besok deh tidurnya." Ketus Al.


" Sejak kapan kak Al disini? " Sophia memperbaiki rambutnya yang berantakan.


" Sejak tadi. Sejak lo ngences, ngorok dan menggeliat sana sini hahahaha." Al tertawa terbahak-bahak melihat reaksi Fani yang langsung menekuk wajahnya.


" Ah bohong lo. Gue aja gak pernah ngorok." Protesnya.


" Ye kan lo tidur, jadi mana sadar lo ngorok." Al kembali tertawa.


" Ngapain kesini.?" Tanya Fani ketus.


" Enak aja tanya ngapain disini ya. Tadi lo yang nelfon gue berkali-kali, pas gue telfon lo gak angkat. Makanya gue kesini." Al menoyor pelan dahi Fani.


" Buru-buru kesini, pas sampai sini malah harus liatin lo tidur doang. Buang waktu deh." Gerutu Al.


" Lagian siapa suruh pas ditelfon gak angkat. Gue tu bosan sendirian dirumah, makanya gue tadi nelfon kak Al. Minimal kalau ada teman berantem kan bisa ngurangi rasa bosan hehehe." Fani tersenyum sumringah dan menggaruk tengguknya yang tidak gatal.


" Wah parah lo ya. Gue buru-buru kesini karena khawatir sampai-sampai gak sempat ganti baju nih. Eh lo nya cuma mau ngajak berantem doang." Protes Al sambil mengibas-ngibaskan Bajunya yang masih terlihat basah.

__ADS_1


"Aahahahaah sorry kak. Kirain lo gak sibuk tadi." Fani terkekeh.


" Lo mau temen berantem kan biar gak bosan? Terus baku hantam gitu? Aku akan menangkapmu hai anak domba." Al mengangkat kedua tangan kedepan seolah ingin menangkap Fani.


" Aaa tidak serigala, aku masih kurus. Belum makan hari ini, jadi dagingku pahit heheheh." Fani terkekeh diikuti dengan tawa Al.


 


Suara Joo yang lantang memecahkan tawa antara Fani dan Al. Seketika kedua manusia ini diam saling  mentatap satu sama lain. Joo setengah berlari menuju Fani dan Al yang saling diam memandangi dirinya.


" Kalian ngetawain apasih? " Menghempaskan badan keatas sofa. Terdengar nafas nya tersengal-sengal seperti habis berlari  puluhan kilometer.


" Ngapain lo ngos-ngosan kayak abis dikejar setan " Sahut Al terkekeh.


" Wah tau aja kalau adik cantiknya ini belum makan seharian." Fani menyeringai.


" Akhirnya perut ku makan enak hari ini. Kasihan tadi aku mombardir cacingnya pakai mie instan hahaha." Fani mengelus-elus perutnya yang datar itu.


" Pas nih habis bakar kalori terus nimbun kalori lagi deh." Al mengintai apa yang dibawa Joo dari luar plastik.


ketiga manusia itu tengah sibuk menyantap makanannya masing-masing. Fani ternyata memang sangat lapar, terlihat dari durasi makannya. Fani yang paling duluan menghabiskan makanan, tanpa sisa sedikit pun.


" Augghhh. Alhamdulillah akhirnya kenyang juga nih perut. Gk jadi malang deh heheheh." Fani menyeruput juice jeruk miliknya.

__ADS_1


" Ahahaha saraf lu." Ejek Joo pada adiknya.


" Buruan lo makan Joo. Berhubung adik kita lagi bosan mari kita hilangkan rasa bosan nya." Al mengedipkan matanya pada Joo.


" Oh iya bener juga ya. Soalnya adik gue resek kalau lagi bosan." Joo terkekeh diikuti Al.


" Hem." Fani hanya berdehem melihat kedua lelaki itu.


Setelah selesai makan Fani bergegas membereskan semua sampah yang ada. Al dan Joo sudah menunggu didepan tv. Entah apa yang akan mereka lakukan untuk menghilangkan rasa bosan Fani. Tapi Fani sudah mencium aroma-aroma yang tidak menyenangkan. Fani segera mendekati kedua lelaki tersebut dan duduk diatas sofa.


Joo dengan cepat mengeluarkan sehelai kain dan menangkap Fani. Dibantu Al, Joo mengikat tangan Fani kebelakang dan menutup mulutnya dengan kain. Sudah seperti penculik handal, Joo segera mengambil beberapa peralatan make up dari pouch Fani.


" Ayo kita mulai Al." Joo terkekeh. Kemudian mulai mencoret muka Fani dengan Lipstik dan lain sebagainya.


" Hahahaha apa hari mu menyenangkan? " Al terkekeh melihat wajah Fani yang penuh dengan coretan berawara merah dan hitam.


Sementara Fani hanya meronta-ronta ingin melepaskan diri dari dua manusia jahil ini.


Ini yang kalian sebut menghilangkan rasa bosan. Aaaa tunggu saja pembalasanku.


 


 

__ADS_1


__ADS_2