
Andry merebahkan tubuhnya disofa ruang keluarga. Tatapannya focus pada ponsel yang ada dihadapannya. Mencari diinternet game apa saja yang menyenangkan saat pesta ulang tahun. Andry hanya mengundang beberapa teman dan orang terdekatnya. Semua keperluan lain sudah disiapkan oleh bunda dan kakaknya. Mulai dari dekorasi, kue dan beberapa hal lainnya. Andry hanya perlu membuat rundown acara agar sesuai dengan keinginannya. Namun hal yang paling penting sekarang adalah dia harus menghubungi teman-teman yang akan diundangnya dipesta ulang tahun besok malam. Andry mulai mencari kontak dan menghubungi satu persatu teman-teman yang masuk dalam daftar undangannya.
“ Oh iya hampir lupa. Gue belum kasih tau Ardi ni.” Meraih kembali ponsel yang dimasukkan kesaku celana saat selesai menghubungi teman-temannya barusan.
“ Hahaha sorry Di. Gue sampai lupa sama lo.” Andry terkekeh dan mulai mencari kontak Ardi, kemudian segera menghubungi.
“ Lah kenapa diluar jangkauan sih?.” Gumamnya. Lalu mencoba menghubungi Ardi sekali lagi. Kali ini telepon terhubung.
“ Hallo.” Sahut Ardi dari kejauhan.
“ Eh bre. Sibuk lo?.” Tanya Andry.
“ Enggak kok. Ada apaan?.” Sahut Ardi lagi.
“ Gue mau ngundang lo buat datang diacara ulang tahun gue besok malam. Jam 8 malam ya. Jangan lupa datang.” Ucap Andry.
“ Oke. Gue bawain lo kado paling special.” Suara tawa Ardi terdengar dari dalam telepon.
__ADS_1
“ Wajib sih kalau itu hahaha.” Andry ikut tertawa. “ Yaudah gue tutup dulu ya. Bye.” Sambungnya kemudian memutuskan panggilan.
Andry berulang tahun tepat dihari minggu. Beberapa faktor menyebabkan dia harus mengundang lewat telepon. Ada beberapa yang diundang secara langsung dengan kartu undangan saat bertemu disekolah tadi. Ini adalah kali pertamanya Andry membuat pesta ulang tahun. Ini pun dia lakukan terpaksa atas rengekan bunda dan kakaknya. Katanya 17 adalah tandanya sudah dewasa, jadi harus dirayakan bersama-sama. Berbagi kebahagiaan dengan teman dan orang terdekat.
“ Bang. Kamu udah ambil sepatu kakak yang ditoko Deria kan?.” Seorang wanita berkulit putih melangkah mendekati Andry yang masih terbaring diatas sofa.
“ Udah. Itu ada dikamarku. “ Andry menjawab tanpa mengalihkan pandangannya dari layar ponsel.
“ Semua udah siap kak?.” Sambung Andry bertanya.
“ Udah sih Cuma tinggal beli beberapa barang buat tambahan dekorasi.” Wanita itu mengangkat kaki Andry, duduk diatas sofa dan meletakan kembali kaki Andry diatas pahanya.
“ Udah dong. Sesuai keinginan kamu.” Wanita yang merupakan kakaknya itu tersenyum dan membuat gerakan oke.
“ Oh iya bang. Besok dipesta kamu mau dansa sendirian ya?.” Wanita itu tertawa dan dengan cepat menutup mulutnya dengan tangan.
“ Upsss keceplosan.” Kakak Andry kembali tertawa terbahak-bahak. Andry hanya menatap dengan sinis kakaknya yang usil itu. Duduk dan mencubit wanita itu.
__ADS_1
“ Makanya kamu tu harus berani dekatin cewe bang. Biar kamu punya pacar. Kalau gini kan susah jadinya, kamu harus dansa sendiri deh sama baying-bayang.” Kembali tertawa terbahak-bahak. Berkali-kali dia mengelus perutnya yang sakit karena terlalu banyak ketawa.
“ Ah diem deh.” Jawabnya ketus.
“ Aha kasian. Selamat berdansa dengan baying-bayang Andry.” Wanita itu beranjak dan berlari menjauhi Andry yang tampak sudah sangat kesal. Mukanya ditekuk dan giginya menggeram kesal.
“ Aaaa lihat saja besok ya. Aku buktiin kalau aku ini bukan lelaki kaleng-kaleng.” Andry berteriak pada kakanya yang sudah berlari menjauh itu.
Kembali merebahkan tubuhnya diatas sofa, meski rasa kesal menyelimuti hatinya. Andry melempar bantal dan boneka-boneka yang ada diatas sofa ketika melihat kakanya mendekat dan menjulurkan lidah mengejek Andry. Berulang kali meneriaki kakaknya yang usil itu.
“ Ahahaha lelaki kesepian. Besok dansa sama baying-bayang doang.” Kakak Andry kembali menjulurkan lidah mengejek.
“ Ah bodoamat. Mending gue mandi biar adem. Ngeliat lo bikin gue darah tinggi aja.” Andry beranjak dan memalingkan muka. Merasa kesal dengan tingkah kakaknya itu.
“ Aahahaha anak bunda kesepian. Berdansalah bersama bayanganmu sendiri.” Duduk diatas sofa yang tadi ditempati Andry dan sesekali terkekeh. Andry tak menjawab apapun, hanya menggerutu sepanjang jalan menuju kamar. Mengukuti keusilan kakaknya itu. Entah disengaja atau tidak, hari ini kakaknya benar-benar sangat usil.
“ Kakaaaaaaaaak.” Suara teriakan Andry memenuhi seisi rumah. Sementara wanita yang dipanggil kakak itu hanya tertawa terbahak-bahak sambil rebahan diatas sofa.
__ADS_1
“ Kenapa kamarku banyak benda yang warna pink?.” Andry berteriak histeris saat menemukan banyak sekali balon dan tali-tali yang berwarna pink dikamarnya. Sudah persis dengan kamar wanita. Lagi-lagi wanita yang menjadi dalang dari semua warna pink dikamar Andry hanya tertawa terbahak-bahak.
" Itu kado ulang tahun dari kakak." Wanita itu tah henti-hentinya tertawa mendengar Andry yang mengutuk dari sebalik pintu kamar.