
Andry masih dirundung rasa sedih dan kecewa. Sudah seharian
dia tidak keluar dari kamarnya, masih mengobrak abrik isi ponsel dan
internetnya. Mencoba mencari jalan agar dia bisa bertemu dengan Fani segera. Sudah
sangat lelah dan tidak bisa lagi menahan kantuknya, Andry hingga berbaring
tenggurap sembari ponselnya diletakkan dilantai. Matanya memerah dan sayu,
pandangannya sudah mulai kabur dan berkunang-kunang. Namun Andry tetap
memaksakan diri untuk segera mencari cara agar bisa mendapatkan alamat tempat
tinggal Fani saat ini. Tidak makan sejak pagi, belum mandi dan belum bergerak
dari ranjangnya sejak semalaman hingga sore hari begini.
“ Aku sangat lapar, tapi aku harus tetap bekerja keras dan
berusaha mencari kontakmu, bagaimanapun caranya dalam waktu dekat aku juga
harus segera menemuimu. Aku tidak sanggup lagi jika harus begini, aku bisa
menjadi lelaki tidak waras karena ditinggal cinta.” Gummanya sambil menahan
kantuknya. Sudah tidak tertahankan lagi, sesekali matanya terpejam. Namun tiba-tiba
suara dering ponsel membuatnya kaget dan langsung membelalakkan mata. Berharap itu
adalah panggilan dari Fani kekasihnya. Andry segera meraih ponselnya dan
kemudian melihat layar ponselnya, terpampang nama Alea. Lagi-lagi secar tidak
langsung dia kecewa, karena bukan panggilan dari kekasihnya.
“ Aku sangat berharap ini kau, tetapi ternyata bukan.” Gumamnya
memilih meletakkan kembali ponselnya dilantai dan memilih untuk mengabaikan
panggilan dari Alea. Sedang tidak ingin diganggu oleh orang lain selain Fani. Hanya
ingin ditelepon dan mengangkat telepon kekasihnya. Sudah bentukan laki-laki
ditinggal istinya kawin lagi, tidak terurus dan frustasi.
Drttt….. Drrrtttt…
Lagi-lagi ponselnya berdering. Masih sama, Alea yang
menghubunginya. Lagi-lagi Andry juga tidak ingin menjawab panggilan dari Alea. Mengabaikan
dan memilih untuk memejamkan matanya yang sudah sangat kelelahan itu. semakin
Andry mengabaikan, semakin gencar pula Alea menelepon, hingga saking muaknya
Andry terpaksa menjawab panggilan gadis itu.
“ Hallo.” Ucapnya singkat. Nada bicaranya terdengar sangat
datar, seperti tidak senang dengan telepon yang sangat mengganggunya ini.
“ Hallo Andry, kamu dimana. Aku sangat butuh bantuanmu.” Sahut
wanita itu dari telepon. Terdengar sangat cemas dan mengatakan jika dia sangat
membutuhkan bantuan Andry. Entah apa yang terjadi dengannya.
“ Ada apa Alea? Apa yang bisaku bantu?.” Ucapnya bertanya. Merasa
kasihan dengan Alea yang meminta bantuan. Namun dia tidak tahu bantuan apa yang
__ADS_1
diperlukan oleh Alea.
“ Aku butuh bantuanmu Andry. Kemarin aku sudah membantumu
menyelesaikan tantangan. Apakah kali ini aku bisa meminta bantuanmu untuk
menyelesaikan misiku?.” Jawabnya berbalik
menanya kepas Andry. Menanyakan apakah Andry bersedia membantunya, sekaligus
dengan cara mengingatkan bahwa kemarin dia telah membantu Andry menyelesaikan
tantangannya secara Cuma-Cuma.
“ Bantuan apa yang butuhkan?.” Lanjutnya terdengar sangat
lemah. Matanya yang sudah tidak bisa lagi menahan kantuk itu terpaksa terpejam.
Hanya mulutnya dan telinganya yang bekerja sekarang. Sleebihnya sudah
mengistirahatkan diri.
“ Aku harus pergi keacara ulang tahun temanku besok malam.” Sambung
Alea menjelaskan inti dari permasalahannya.
“ Aku juga diminta untuk membawa pasanganku kepesta besok
malam, jika tidak mereka akan memberiku hukuman dan akan mengumumkan
ditengah-tengah keramaian. Mengatakan jika aku masih belum memiliki pasangan. Sebut
saja mereka mempromosikanku.” Lanjuntnya menjelaskan. Sudah bisa ditebak apa
maksudnya dan apa yang harus dilakukan oleh Andry untuknya.
“ Apakah kau mau membantuku? Menjadi pasanganku dipesta
aku, hanya kamu yang bisa membantuku selamat dari hukuman dan promosi diri yang
memalukan itu.” Ucapnya memohon bantuan Andry. Seperti tidak ada lelaki lain
saja yang bisa membantunya selain dari Andry. Mengungkit kembali tentang
jasanya, tentang dia yang telah membantu Andry menyelesaikan tantangannya
beberapa hari yang lalu. Sekarang dia meminta imbalan dari kebaikannya yang
kemarin. Meminta bantuan yang sama, untuk menjadi pasangannya kepesta ulang
tahun sahabatnya.
“ Hmm baiklah. Akan aku temani kamu besok kepesta.” Jawabnya
mengiyakan. Karena tubuhnya yang sudah sangat lelah dan tidak sanggup lagi
berbicara apalagi menolak permintaan Alea. Tidak sanggup memberikan alasan
kenapa dia tidak mau menemani Alea besok malam. Hingga Andry mengambil
keputusan tanpa memikirkan.
“ Terimakasih Andry. Aku akan menghubungimu lagi besok.” Ucap
gadis itu terdengar senang karena Andry menyetujui permintaannya untuk menjadi
pasangannya kepesta ulang tahun besok.
Alea terlonjak senang, padahal sama sekali dia tidak
ditantang oleh teman-temannya. Hanya menjual nama teman-temannya demi dia bisa
__ADS_1
bersama Andry kepesta. Ingin terus mendekati Andry dengan cara-cara yang tidak
terlalu menjatuhkan harga dirinya. Alea memang menyukai Andry sejak pertama
kali dia bertemu dicafe. Ditambah lagi kencan mereka yang terkesan mesra
membuat Alea semakin jatuh hati kepada Andry dan ingin memilikinya.
“ Ternyata ampuh juga ya caraku yang menjual nama
teman-temanku. Siapa yang mau menantangku? Siapa juga yang berani
mempermalukanku didepan umum. Wanita secantik aku ingin dipromosikan ? emangnya
aku roma sari gandum.” Gumamnya sembari mengibaskan rambut. Menyombongkan dirinya
yang sebenarnya memang cantik. semua yang dikatakan tentang dirinya tidak ada
salah sama sekali.
“ Aku tidak sabar ingin pergi kepesta bersama pangeran
tampanku besok malam. Akan aku buat semua tamu dan semua anak disekolah heboh
dengan berita Alea yang datang ke pesta ulang tahun Jasmine dengan seorang
lelaki tampan hahahahah.” Lanjutnya tertawa. Tidak sabar menunggu besok malam,
ingin mendengar kabar tentang dirinya yang selalu menjadi sorotan para
gadis-gadis julid disekolahan.
Sementara itu Andry sudah terlelap dan tenggelam dalam mimpinya.
Sudah sangat lelah dan tidak bisa lagi menahan kantuknya, bagaimana tidak sudah
seharian dia tidak tidur, ditambah lagi belum makan, semakin membuat tubuhnya
lemah tidak berdaya. Andry tidur dalam keadaan tengkurap dengan setengah kepala
melewati tepi ranjang dan tangannya yang menjuntai-juntai kelantai. Persis
seperti orang yang mabuk minuman.
Tok.. tokk. Tokkk
Suara pintu Andry digedor kuat, berulang kali. Ada bunda
disebalik pintu yang mengkhawatirkan Andry sejak tadi, sebab seharian dia tidak
melihat Andry keluar rumah atau hanya sekedar turun untuk makan.
“ Andry,..” sahut bunda sambil terus menggedor pintu kamar
Andry. Namun tidak ada jawaban dari dalam.
“ Andry.. nakk.. kamu ada didalam kan?.” Sahut ibu terus
memanggil Andry dan menggedor-gedor pintu kamar anaknya yang tidak terlihat
sejak tadi itu.
“ Andry bangun, apa kau sedang didalam?.” Lagi-lagi mencoba
memanggil Andry. Namun pemilik kamar itu tidak menyahut sama sekali. Cukup cemas
dengan keadaan Andry yang sejak tadi tidak keluar kamar. Apalagi kamarnya
dikunci dan tidak bisa dibuka dari luar. Takut jika Andry demam dan tidak bisa
membuka kamarnya, itulah yang membuat sang bunda menjadi cemas dan terus
__ADS_1
berusaha memanggil Andry hingga terdengar suara dari dalam.