Suami Ku Hasil Taruhan

Suami Ku Hasil Taruhan
Andry Frustasi (Part2)


__ADS_3

Andry masih dirundung rasa sedih dan kecewa. Sudah seharian


dia tidak keluar dari kamarnya, masih mengobrak abrik isi ponsel dan


internetnya. Mencoba mencari jalan agar dia bisa bertemu dengan Fani segera. Sudah


sangat lelah dan tidak bisa lagi menahan kantuknya, Andry hingga berbaring


tenggurap sembari ponselnya diletakkan dilantai. Matanya memerah dan sayu,


pandangannya sudah mulai kabur dan berkunang-kunang. Namun Andry tetap


memaksakan diri untuk segera mencari cara agar bisa mendapatkan alamat tempat


tinggal Fani saat ini. Tidak makan sejak pagi, belum mandi dan belum bergerak


dari ranjangnya sejak semalaman hingga sore hari begini.


“ Aku sangat lapar, tapi aku harus tetap bekerja keras dan


berusaha mencari kontakmu, bagaimanapun caranya dalam waktu dekat aku juga


harus segera menemuimu. Aku tidak sanggup lagi jika harus begini, aku bisa


menjadi lelaki tidak waras karena ditinggal cinta.” Gummanya sambil menahan


kantuknya. Sudah tidak tertahankan lagi, sesekali matanya terpejam. Namun tiba-tiba


suara dering ponsel membuatnya kaget dan langsung membelalakkan mata. Berharap itu


adalah panggilan dari Fani kekasihnya. Andry segera meraih ponselnya dan


kemudian melihat layar ponselnya, terpampang nama Alea. Lagi-lagi secar tidak


langsung dia kecewa, karena bukan panggilan dari kekasihnya.


“ Aku sangat berharap ini kau, tetapi ternyata bukan.” Gumamnya


memilih meletakkan kembali ponselnya dilantai dan memilih untuk mengabaikan


panggilan dari Alea. Sedang tidak ingin diganggu oleh orang lain selain Fani. Hanya


ingin ditelepon dan mengangkat telepon kekasihnya. Sudah bentukan laki-laki


ditinggal istinya kawin lagi, tidak terurus dan frustasi.


Drttt….. Drrrtttt…


Lagi-lagi ponselnya berdering. Masih sama, Alea yang


menghubunginya. Lagi-lagi Andry juga tidak ingin menjawab panggilan dari Alea. Mengabaikan


dan memilih untuk memejamkan matanya yang sudah sangat kelelahan itu. semakin


Andry mengabaikan, semakin gencar pula Alea menelepon, hingga saking muaknya


Andry terpaksa menjawab panggilan gadis itu.


“ Hallo.” Ucapnya singkat. Nada bicaranya terdengar sangat


datar, seperti tidak senang dengan telepon yang sangat mengganggunya ini.


“ Hallo Andry, kamu dimana. Aku sangat butuh bantuanmu.” Sahut


wanita itu dari telepon. Terdengar sangat cemas dan mengatakan jika dia sangat


membutuhkan bantuan Andry. Entah apa yang terjadi dengannya.


“ Ada apa Alea? Apa yang bisaku bantu?.” Ucapnya bertanya. Merasa


kasihan dengan Alea yang meminta bantuan. Namun dia tidak tahu bantuan apa yang

__ADS_1


diperlukan oleh Alea.


“ Aku butuh bantuanmu Andry. Kemarin aku sudah membantumu


menyelesaikan tantangan. Apakah kali ini aku bisa meminta bantuanmu untuk


menyelesaikan  misiku?.” Jawabnya berbalik


menanya kepas Andry. Menanyakan apakah Andry bersedia membantunya, sekaligus


dengan cara mengingatkan bahwa kemarin dia telah membantu Andry menyelesaikan


tantangannya secara Cuma-Cuma.


“ Bantuan apa yang butuhkan?.” Lanjutnya terdengar sangat


lemah. Matanya yang sudah tidak bisa lagi menahan kantuk itu terpaksa terpejam.


Hanya mulutnya dan telinganya yang bekerja sekarang. Sleebihnya sudah


mengistirahatkan diri.


“ Aku harus pergi keacara ulang tahun temanku besok malam.” Sambung


Alea menjelaskan inti dari permasalahannya.


“ Aku juga diminta untuk membawa pasanganku kepesta besok


malam, jika tidak mereka akan memberiku hukuman dan akan mengumumkan


ditengah-tengah keramaian. Mengatakan jika aku masih belum memiliki pasangan. Sebut


saja mereka mempromosikanku.” Lanjuntnya menjelaskan. Sudah bisa ditebak apa


maksudnya dan apa yang harus dilakukan oleh Andry untuknya.


“ Apakah kau mau membantuku? Menjadi pasanganku dipesta


aku, hanya kamu yang bisa membantuku selamat dari hukuman dan promosi diri yang


memalukan itu.” Ucapnya memohon bantuan Andry. Seperti tidak ada lelaki lain


saja yang bisa membantunya selain dari Andry. Mengungkit kembali tentang


jasanya, tentang dia yang telah membantu Andry menyelesaikan tantangannya


beberapa hari yang lalu. Sekarang dia meminta imbalan dari kebaikannya yang


kemarin. Meminta bantuan yang sama, untuk menjadi pasangannya kepesta ulang


tahun sahabatnya.


“ Hmm baiklah. Akan aku temani kamu besok kepesta.” Jawabnya


mengiyakan. Karena tubuhnya yang sudah sangat lelah dan tidak sanggup lagi


berbicara apalagi menolak permintaan Alea. Tidak sanggup memberikan alasan


kenapa dia tidak mau menemani Alea besok malam. Hingga Andry mengambil


keputusan tanpa memikirkan.


“ Terimakasih Andry. Aku akan menghubungimu lagi besok.” Ucap


gadis itu terdengar senang karena Andry menyetujui permintaannya untuk menjadi


pasangannya kepesta ulang tahun besok.


Alea terlonjak senang, padahal sama sekali dia tidak


ditantang oleh teman-temannya. Hanya menjual nama teman-temannya demi dia bisa

__ADS_1


bersama Andry kepesta. Ingin terus mendekati Andry dengan cara-cara yang tidak


terlalu menjatuhkan harga dirinya. Alea memang menyukai Andry sejak pertama


kali dia bertemu dicafe. Ditambah lagi kencan mereka yang terkesan mesra


membuat Alea semakin jatuh hati kepada Andry dan ingin memilikinya.


“ Ternyata ampuh juga ya caraku yang menjual nama


teman-temanku. Siapa yang mau menantangku? Siapa juga yang berani


mempermalukanku didepan umum. Wanita secantik aku ingin dipromosikan ? emangnya


aku roma sari gandum.” Gumamnya sembari mengibaskan rambut. Menyombongkan dirinya


yang sebenarnya memang cantik. semua yang dikatakan tentang dirinya tidak ada


salah sama sekali.


“ Aku tidak sabar ingin pergi kepesta bersama pangeran


tampanku besok malam. Akan aku buat semua tamu dan semua anak disekolah heboh


dengan berita Alea yang datang ke pesta ulang tahun Jasmine dengan seorang


lelaki tampan hahahahah.” Lanjutnya tertawa. Tidak sabar menunggu besok malam,


ingin mendengar kabar tentang dirinya yang selalu menjadi sorotan para


gadis-gadis julid disekolahan.


Sementara itu Andry sudah terlelap dan tenggelam dalam mimpinya.


Sudah sangat lelah dan tidak bisa lagi menahan kantuknya, bagaimana tidak sudah


seharian dia tidak tidur, ditambah lagi belum makan, semakin membuat tubuhnya


lemah tidak berdaya. Andry tidur dalam keadaan tengkurap dengan setengah kepala


melewati tepi ranjang dan tangannya yang menjuntai-juntai kelantai. Persis


seperti orang yang mabuk minuman.


Tok.. tokk. Tokkk


Suara pintu Andry digedor kuat, berulang kali. Ada bunda


disebalik pintu yang mengkhawatirkan Andry sejak tadi, sebab seharian dia tidak


melihat Andry keluar rumah atau hanya sekedar turun untuk makan.


“ Andry,..” sahut bunda sambil terus menggedor pintu kamar


Andry. Namun tidak ada jawaban dari dalam.


“ Andry.. nakk.. kamu ada didalam kan?.” Sahut ibu terus


memanggil Andry dan menggedor-gedor pintu kamar anaknya yang tidak terlihat


sejak tadi itu.


“ Andry bangun, apa kau sedang didalam?.” Lagi-lagi mencoba


memanggil Andry. Namun pemilik kamar itu tidak menyahut sama sekali. Cukup cemas


dengan keadaan Andry yang sejak tadi tidak keluar kamar. Apalagi kamarnya


dikunci dan tidak bisa dibuka dari luar. Takut jika Andry demam dan tidak bisa


membuka kamarnya, itulah yang membuat sang bunda menjadi cemas dan terus

__ADS_1


berusaha memanggil Andry hingga terdengar suara dari dalam.


__ADS_2