Suami Ku Hasil Taruhan

Suami Ku Hasil Taruhan
Pesta ulang tahun (part3)


__ADS_3

Fani termenung cukup lama didalam toilet rumah Andry. Tangannya berulang kali mengelus dadanya. Menyeka pelan keringat didahinya. Perlakuan Andry benar-benar membuatnya gugup dan salah tingkah. Meskipun demikian Fani juga merasa bahagia dengan keberanian Andry mengatakan hubungan mereka.


“ Ya tuhan kenapa aku segugup ini? Aku bahkan mati kutu kalau dia mengatakan sayang, aku kekasihnya dan itu semua tanpa ragu. Dia tampak tulus, aku nyesal udah punya niat jahat sama dia.” Fani memejamkan matanya menyesali. Menyesal telah membenci Andry tanpa alasan dulu, menyesal telah menjadikan Andry pelarian.


“ Sekarang aku bahkan nyaman dan mulai mencintainya. Harus aku hentikan atau aku teruskan?.” Batinnya bertanya.


Setelah memastikan rasa gugupnya sudah hilang, Fani kembali bergabung dengan yang lainnya. Sebentar lagi acara pesta akan dimulai. Fani berhenti dan mengambil dua gelas minuman untuk diberikan pada Andry. Dari kejauhan terlihat Andry sedang berbicara dengan Sophia, seseorang yang menatapnya bak musuh sekarang. Fani


sempat mengurungkan niatnya untuk mendekat, namun Andry sudah terlanjur melihat Fani dan memintanya untuk segera mendekat.


“ Sayang sini.” Andry berteriak dan melambaikan tangannya. Fani hanya tersenyum dan melangkah pelan mendekati Andry dan Sophia.


“ Hai Sop,” Fani tersenyum gugup dan memberikan segelas minuman kepada Andry.


“ Kamu dari mana aja sayang? Kok lama banget sih.” Andry meneguk minum yang dibawa kekasihnya.


“ Aku habis dari toilet.” Jawab Fani lirih. Semakin cemas ketika Andry berulang kali memanggilnya dengan kata sayang dihadapan Sophia. Takut Sophia akan semakin membencinya karena hal ini.


“ Kamu jangan jauh-jauh dong aku rindu.” Andry mendekatkan wajahnya ketelinga Fani dan berbisik. Tapi suara bisikannya masih bisa didengar oleh manusia yang ada dihadapan mereka, Sophia.


“ Aku Cuma sebentar kok.” Fani menjarak dari Andry. Merasa tidak enak jika harus bermesraan didepan Sophia, orang yang jelas-jelas memusuhinya karena dituding merebut pria yang dia sukai.


Sophia hanya tersenyum paksa melihat ulah Andry yang sangat manja mala mini. Sebenarnya didalam hatinya membara dan ingin berteriak memaki Fani sekencang-kencangnya. Tak terima dengan apa yang dilihatnya, menjijikkan. Berkali-kali dia mencaci Fani didalam hatinya, andai tak ada Andry mungkin Sophia akan menjambak rambut bergelombang Fani.


“ Najis lihat lo Fan. Cewe munafik gak tau malu lo. Cihhh!.” Gumam Sophia dalam hati. Karena kesal melihat pasangan yang ada dihadapannya, Sophia meneguk habis minuman yang ada ditangannya. Berharap hatinya yang panas dapat didinginkan dengan segelas air itu.

__ADS_1


“ Eh Sop, jangan malu-malu ya. Makan dan minum sepuasnya.” Ucap Andry saat melihat gelas yang ada ditangan Sophia sudah kosong.


“ Iya kak,” Jawabnya tersenyum paksa.


Andry tersenyum dan meneguk lagi air yang ada digelas miliknya, kemudian mengambil gelas Fani dan meletakkan dimeja yang tak jauh dari tempat mereka berdiri.


“ Sayang, sapa yang lain yuk.” Andry menggenggam tangan Fani.


“ Kamu aja ya sayang. Aku disini aja.” Jawab Fani menolak.


“ Aku maunya sama kamu sayang, bentar lagi acaranya mau dimulai.” Andry memonyongkan bibirnya dan bergelayut manja dibahu Fani. Seolah sengaja menambah kayu bakar agar api dihati Sophia semakin membara.Benar-benar memuakkan bagi Sophia. Fani semakin merasa tersudutkan dengan perlakuan Andry ini, menambah ketakukan dan menambah rasa bersalahnya pada Sophia. Fani mencoba mendorong Andry pelan namun Andry enggan menegakkan kepalanya. Menumpu kepalanya dibahu Fani yang mulus itu, tangan mereka masih saling menggenggam. Muka Fani pucat pasi saat Sophia menatapnya dengan sinis dan penuh kemarahan, seolah ingin menerkam Fani sekarang juga.


Tolonglah Andry. Apalagi yang kau lakukan sekarang? Apa kau sengaja ingin melihatku mati diterkam singa Malam ini? Apa kau tak bisa melihat tatapan menakutkan Sophia. Lihatlah tatapan kebencian dari Sophia itu, aku takut. Tolong berhentilah menyiram bensin pada api yang sudah menyala.


“ Yadah ayuk aku temani.” Fani memilih mengiyakan saja permintaan Andry daripada harus menghadapi tatapan kebencian gadis yang ada dihadapannya.


“ Kita tinggal dulu ya Sop.” Ucap Andry dan segera melangkah menjauh. Menggenggam tangan kekasihnya dan meninggalkan Sophia dengan kekesalan dan penuh amarah.


Sophia mengatup mulutnya kesal, melihat tingkah sepasang kekasih itu. Seolah-olah sengaja membuatnya cemburu dan iri dengan hubungan mereka. Serasa ingin membanting gelas yang ada ditangannya dan berteriak kesal. Melihat jika Andry dengan tulus mencintai Fani, namun yang dia tau Fani hanya main-main dengan Andry. Sophia tersenyum jahat membayangkan bagaimana jika Andry tahu tentang semuanya. Mungkin Andry akan memaki Fani dihadapan semua tamu malam ini. Memberi kebenaran bahwa Fani hanya menjadikan Andry sebagai umpan untuk mencapai kemenangan dalam pertaruhan.


“ Habis lah kau Fani kalau Andry tau yang sebenarnya.” Sophia menyunggingkan bibirnya tipis, Tersenyum membayangkan Fani yang menderita karena dibenci oleh Andry.


“ Puas-puas lah bermain dengan sandiwaramu. Main-mainlah sambil menunggu giliran karma mu.” Sambung Sophia bergumam.


5 menit berselang, Andry memulai acara pesta ulang tahunnya. Sebuah kata sambutan darinya sebagai pemilik acara dan orang yang berulang tahun malam ini. Selanjutnya adalah acara puncak yaitu potong kue yang didiringi dengan lagu selamat ulang tahun. Andry berdiri didepan kue coklat dengan lilin angka 17 diatasnya. Disebelahnya ada orang tua dan kakaknya. Semua tamu menyanyikan lagu selamat ulang tahun dan Andry meniup lilin. Kemudian memotong kue, menyuapi kedua orang tua dan kakaknya. Semua orang memberikan tepuk tangan yang meriah. Andry memotong lagi kuenya dan melangkah mendekati Fani yang cukup jauh darinya. Memberikan suapan spesial kepada tamu undangannya itu.

__ADS_1


“ Buka mulut mu.” Andry menyodorkan sendok kemulut Fani. Fani hanya mengikuti apa yang diminta Andry. Matanya tak berani melihat sekeliling, rasa malu memaksanya untuk terus menunduk menatap bumi.


“ Ciee, cieee,” Terdengar ribut suara tamu yang lain. Mengejek Andry yang menyuapi Fani, terkecuali Sophia. Hanya ada rasa kesal dan kebencian didalam hatinya, benci melihat hubungan Andry dan Fani.


“ Hehehe.” Andry hanya tertawa malu menanggapi ejekan dari tamu yang lain.


“ Gimana enak?.” Bisik Andry kepada Fani. Fani hanya mengangguk dan mengunyah kue yang ada dimulutnya.


“ Aku ambilin minum ya.” Andry beranjak dan melangkah mengambil segelas air untuk kekasihnya.


“ Nih, minum dulu biar gak seret.” Andry menyodorkan segelas air kepada Fani.


“ Makasih sayang.” Fani tersenyum dan mengambil gelas itu dari tangan Andry.


“ Oh jadi ini pacar nya adek kakak yang ganteng.” Seorang wanita mendekati Andry dan Fani.


“ Eh iya dong.” Jawab Andry menyombong.


“ Kenalin nih pacar aku namanya Fani.” Andry mengangkat alisnya dan tersenyum sombong.


“ Hallo kak, aku Fani.” Fani mengulurkan tangan untuk bersalaman.


“ Hai aku Devi kakaknya Andry.” Wanita itu menyambut tangan Fani.


“ Pinter juga ya adek gue cari pacar. Cantik banget.” Sambungnya dengan tawa kecil diujung.

__ADS_1


“ Ah diem. Sana gak usah ganggu orang pacaran.” Gerutu Andry kesal.


“ Iyadeh iya. Cabut nih” Wanita itu melangkah menjauh meninggalkan sepasang manusia yang tengah dimabuk cinta itu. Berjalan sambil menyapa tamu-tamu yang hadir malam ini.


__ADS_2