Suami Ku Hasil Taruhan

Suami Ku Hasil Taruhan
Dimabuk Cinta


__ADS_3

Fani mengganti pakaiannya dengan baju tidur berwarna pink. Mencuci muka dan menghapus riasannya. Tak henti-hentinya tersenyum bahagia membayangkan kejadian tadi. Fani merebahkan tubuhnya diranjang kesayangannya, meraih ponsel dan menghubungi Andry.


“ Hallo sayang, udah sampai?.” Sahut Andry dari dalam telepon.


“ Sudah sayang.” Jawab Fani tersenyum senang.


“ Aku udah rindu aja nih sama kamu.” Andry terdengar merayu.


“ Heleh baru berapa menit doang masa udah kangen.” Sahutnya tak percaya.


“ Yaudah deh aku tidur dulu ya.” Sambungnya mengakhiri telfon.


“ Iya, selamat malam kasihku.” Andry terkekeh kecil.


“ Oh iya besok aku jemput ya.” Sambung Andry.


“ Oke bye.” Fani memutuskan sambungan telfon dan tersenyum merekah.


Fani tersenyum bahagia sembari memeluk erat ponselnya. Tak menyangka jika Andry benar-benar mencintainya. Fani memejamkan mata dengan senyum yang masih terukir diwajahnya, seolah ingin membawa kebahagiaan itu ke alam mimpinya.


**********


Mobil kesayangan Andry sudah memasuki pekarangan sekolah. Membawa seorang penumpang cantik yang sejak tadi tak henti-henti dia pandangi. Berulangkali tersenyum hingga membuat Fani salah tingkah. Fani belum terbiasa dengan perlakuan manis kekasihnya ini.


“ Aku kekelas dulu ya.” Fani turun dari mobil dan melambaikan tangan pada Andry.


“ Nanti kekantin bareng ya sayang.” Andry setengah berteriak kepada Fani yang berjalan menjauhinya.


“ Oke.” Fani mengangkat jempol dan mengedipkan sebelah matanya.


Mereka berjalan menuju kelasnya masing-masing. Sesekali Andry melihat kearah Fani yang semakin menjauhinya. Fani bergegas masuk kedalam kelas dan duduk dikursi miliknya.


“ Woi senyum-senyum aja lo.” Salah satu teman kelas Fani mengagetkan.

__ADS_1


“ Ih apaan sih rin, ngagetin aja lo.” Protesnya sambil menatap sinis.


“ Habisnya lo senyum-senyum sendiri.” Rina terkekeh dan meninggalkan Fani yang kesal itu.


“ Ayok udah bel tu. Gak upacara lo?.” Sambungnya sambil meneruskan langkah menjauhi Fani.


Fani bergegas menuju lapangan, tak seperti biasanya Fani hari ini berbaris paling depan. Mungkin karena ada Sophia dibaris belakang. Fani mengikuti upacara dengan baik dan khidmat. Begitupun dengan siswa-siswi lainnya.  Sementar dari kejauhan, Andry sibuk mengedarkan pandangannya mencari sosok wanita yang dicintainya. Biasanya dengan mudah dia bisa menemukan dimana Fani berada, namun tidak dengan hari ini. Andry tampak gelisah dengan matanya yang masih berkeliaran mencari dimana keberadaan Fani.


" Fani kok gak kelihatan sih." Gumam Andry sambil matanya tetap mencari sosok Fani.


" Apa jangan-jangan dia gak ikut upacara ya." Menerka-nerka karena sosok Fani benar-benar tak terlihat oleh matanya. Andry menghentikan pencariannya, berasumsi jika kekasihnya tidak ikut upacara hari ini.


Setelah upacara semua siswa diminta untuk kembali ke kelasnya masing-masing karena proses belajar mengajar akan segera dimulai. Fani bergegas menuju kelas tanpa melirik kiri kanan.


“ Fan, kok tumben sendirian.” Ujar Rina menyelaraskan langkahnya dengan Fani.


“ Ini kan rame sih Rin.” Fani terkekeh sambil menunjuk siswa-siswi yang berkeliaran dilapangan.


Didalam kelas ternyata sudah ada Sophia yang sedang asyik bercanda tawa dengan beberapa teman lelakinya. Melihat Fani yang melewati kerumunan mereka, Ishak memanggilnya untuk bergabung bersama. Namun dengan cepat Fani menggeleng dan mengatakan ada sesuatu yang harus dia kerjakan. Fani duduk dikursinya dan mengeluarkan buku beserta alat tulis lainnya. Tangannya sibuk menurun naikkan ponsel sambil menunggu guru datang. Sebuah pesan dari Andry merekahkan senyuman diwajah yang mulanya murung itu.


“ Sayang? Lagi apa ? Kangen nih.” Sebuah pesan yang terkesan alay membuat Fani tersenyum terkulum.


“ Lagi nungguin guru masuk nih sayang. Kamu belajar yang baik ya, sampai ketemu 3 jam lagi sayangku.” Balas Fani tak kalah alay. Tak henti tersenyum menatap layar ponselnya. Merasa alay dengan hubungan mereka yang baru tumbuh ini. Mungkin karena sama-sama pacaran untuk pertama kalinya.


Seorang wanita parubaya memecahkan keributan siswa dikelas itu, suasana berubah menjadi hening. Siapa lagi jika bukan guru killer yang akan menemani mereka 90 menit kedepannya. Semua siswa dikelas mengikuti pelajaran dengan baik, tidak ada yang bersuara satupun. Hanya ada suara wanita parubaya itu yang memenuhi seisi ruangan.


*****


Bel istirahat sudah berbunyi, Andry bergegas keluar kelas untuk menemui kekasih hatinya. Mempercepat langkah dan menjemput Fani dikelasnya.


“ Fan?.” Andry setengah berlari dan melambaikan tangan pada Fani yang masih sibuk berkemas.


“ Hai.” Jawabnya tersenyum dan membalas dengan lambaian.

__ADS_1


“ Akhirnya ketemu pacar. Jadi gak kangen lagi deh, gak tau deh kalau nanti.” Andry terkekeh sembari membantu Fani memasukkan barang kedalam tas.


“ Bisa aja. Yuk kekantin.” Ajak Fani. Andry hanya mengangguk dan mengikuti langkahgadis itu. Sementara  penghuni kelas yang lain hanya tersenyum geli saat melihat pasangan yang tengah dimabuk cinta itu. Ada juga yang mencie cie kan Andry dan Fani. Tapi mereka tetap melanjutkan langkahnya dan hanya membalas dengan senyuman.


“ Buaruan dong. Lapar nih.” Pinta Fani agar Andry mempercepat langkahnya.


“ Iya sayang.” Andry menyamakan langkahnya dengan Fani.


Andry memesan semangkuk mie ayam dan sepiring nasi goreng. Tak lupa juga memesan dua gelas minuman untuk mereka. Sementara Fani duduk disudut kantin sambil menunggu sang pangeran datang. Matanya fokus menatap layar ponselnya, membuka Facebook dan menemukan sesuatu yang membuatnya kesal. Al baru saja mengupdate status yang panjang bak novel, menceritakan kekesalannya kepada seorang wanita. Fani membaca dengan dahi yang berkerut, merasa jika tulisan itu adalah untuk dirinya. Al mengatakan jika dia menyesal telah menyukai wanita pembohong yang mengorbankan orang lain hanya untuk menyelamatkan kebohongannya.


“ Eh sayang kenapa mukanya ditekuk gitu?.” Andry datang dan meletak kan nampan diatas meja.


“ Gapapakok sayang.” Jawab Fani tanpa mengalihkan pandangannya. Andry hanya menatap  Fani heran sambil menyodorkan nasi goreng pesanan kekasihnya itu.


“ Makan sayang, katanya lapar.” Ujar Andry masih menatap Fani yang sibuk dengan ponselnya. Fani tak menjawab apapun, tetap sibuk menatap layar ponselnya.


“ Sayang.” Panggil Andry lagi. Karena Fani tak juga menjawab, Andry merampas ponsel itu dari tangan Fani. Fani kaget dan langsung membelalakkan matanya.


“ Lagi liatin apasih? Katanya lapar.” Andry memasukkan ponsel Fani kedalam saku jaketnya dan menyuapi Fani yang tampak kebingungan.


“ Sini aku suapin, buka mulutnya.” Andry menyodorkan sesendok nasi goreng kemulut Fani. Ternyata banyak pasang mata yang melihat kejadian ini. Ada yang berbisik dengan teman sebelahnya, ada yang mencuit-cuitkan juga. Fani malu dan menutup muka dengan kedua tangannya, sedangkan Andry hanya tersenyum melihat reaksi orang disekitarnya.


" Udah sayang gapapa aku suap sendiri aja deh." Fani yang malu langsung merampas sendok dari tangan Andry.


" Malu dilihatin orang-orang." Sambungnya menunduk malu.


" Kenapa malu. Kan kamu pacar aku. Sini aku suapin kamu sampai kenyang." Andry merampas kembali sendok dari tangan Fani dan menyuapi sesendok nasi ke dalam mulut Fani.


Ejekan dan cemoohan penghuni kantin yang lain pun semakin menjadi-jadi saat melihat Andry menyuapi Fani lagi. Seolah Andry sengaja memamerkan kemesraannya dihadapan teman-teman sekolahnya. Andry tak memberi reaksi apapun, dia terus menyuapi kekasih hatinya itu hingga makanan dipiring itu tak bersisa lagi.


“ Makin mesra aja ya.” Sahut Ardi yang entah dari mana datangnya.


“ Dimabuk cinta boleh-boleh aja. Tapi jangan lupa ini sekolah, kasihan yang jomblo kalau liat adegan beginian.” Sambung Ardi terkekeh diikuti oleh Andry.

__ADS_1


__ADS_2