Suami Ku Hasil Taruhan

Suami Ku Hasil Taruhan
Pesta Ulang Tahun Irma


__ADS_3

Fani tampak cantik dengan gaun berwarna maroon yang melekat


ditubuhnya, wajahnya juga diberi sentuhan sederhana hingga membuatnya tetap


cantik namun masih dalam konsep natural. Rabutnya yang sebahu ditata sedemikian


rupa, dibuat gulungan manja pada bagian ujung-ujungnya. Senyumnya merekah saat


melihat dirinya didepan kaca, sangat anggun sekali. Malam ini Fani akan pergi


kepesta ulang tahun sahabatnya Irma. Meskipun sudah lewat beberapa hari, Irma


baru ingin menggelar pesta malam ini.


“ Perfecto.” Ucapnya dengan membuat gerakan sempurna didepan


kaca. Tersenyum manis menatap dirinya yang sudah lama tidak mengenakan gaun


pergi kepesta.


Drtttt…Drttttt..


Teleponnya berdering, sebuah panggilan dari Endrico


mengagetkan Fani yang tengah bergaya-gaya menatap dirinya didepan kaca. Hari ini


mereka akan pergi kepesta ulang tahun Irma bersama.


“ Aku sudah didepan rumah ni.” Sahut Endrico dari dalam


telepon menyebutkan jika dia sudah berada didepan rumah Fani.


“ Iya kak Endi, tunggu ya.” Jawabnya kemudian memutuskan


sambungan telepon. Bergegas keluar dengan membawa dompet dan sebelah tangannya


membawa bag berisi hadiah untuk diberikan kepada sahabatnya yang tengah


berulang tahun.


“ Bu, yah, aku pergi dulu ya.” Ucapnya tegesa-gesa ketika melewati


keluarganya yang tengah berkumpul diruang keluarga. Hanya melambaikan tangan


dan segera keluar mememui Endi.


“ Huff maaf ya kak jadi nunggu lama.” Ucapnya terengah-engah


ketika sudah duduk dikursi sebelah kemudi.


Endrico hanya ternganga melihat penampilan gadis yang ada


disebelahnya, sebelumnya dia tidak pernah melihat Fani secantik itu. Hanya bisa


diam tidak bergeming melihat orang yang disukainya malam ini berubah drastis


daripada biasanya, padahal Fani hanya memberi sentuhan sedikit saja diwajahnya.


Fani dan Endrico saling menatap, Fani menatap penuh kebingungan sementara


Endrico menatap penuh cinta.


“ Kak ayo jalan nanti kita telat.” Ucap Fani tiba-tiba


menyadarkan Endrico dari lamunannya.


“ Eh iya.” Jawabnya tersentak kaget. Mendadak jadi ling lung


dan tidak tau harus melakukan apa. Kemudian menarik nafas panjang dan segera


melajukan mobilnya menuju rumah Irma. Sepanjang jalan Endrico hanya mengatur


detak jantungnya yang tidak beraturan dan sesekali mencuri pandang melihat


betapa cantiknya gadis yang ada disebelahnya saat ini.

__ADS_1


Cantik banget sih Fan, bikin aku makin cinta tau gak sih.


“ Oh iya kak Endi, terimakasih ya. Aku suka banget buku yang


kak Endi kasih.” Ucapnya tiba-tiba membicarakan tentang buku yang diberikan


Endi beberapa hari lalu saat datang menjenguknya.


“ Hehehe sama-sama Fan. Bagus deh kalau kamu suka.” Jawabnya


cengengesan. Tidak menyangka jika dalam beberapa hari saja Fani sudah selesai


membaca buku yang diberikannya. Jika Fani sudah membacanya hingga selesai itu


artinya sedikit banyaknya Fani sudah mengerti dan bisa menyimpulkan isi dari


buku tersebut. Atau mungkin Fani juga sudah mengetahui maksud Endi memberikan


buku dengan judul itu. Tiba-tiba Endi cemas dan mendadak perasaannya tidak


karuan.


 Apa kamu memang sudah mengetahui maksud da nisi dari buku itu? Atau memang benar kamu juga udah tau maksud aku kasih buku itu? Kamu beneran tau kalau aku diam-diam suka kamu?


Endrico menghentikan mobilnya dipekarangan rumah Irma,


tampak sudah banyak tamu-tamu yang datang. Fani dan Endrico bergegas keluar dan


membawa hadiah mereka masing-masing. Fani tampak berjalan anggun dengan tubuh


dibalut gaun merah maroon, mengenakan heels hitam, rambut terurai dan diberi


gulungan diujung. Wajahnya diberi sedikit sentuhan hingga membuatnya sangat


anggun malam ini. Ditangannya juga ada dompet bling-bling yang menambah kesan


mewah dan elegan pada penampilannya malam ini. Sementara Endrico berjalan penuh


wibawa dengan dibalut jas hitam yang lebih terkesan santai, tampak sangat


dengan Fani malam ini. Terlebih lagi perkara buku yang sudah selesai dibaca


oleh Fani membuatnya semakin cemas dan tidak karuan. Sebelah tangannya juga


membawa bag  berisi hadiah yang dia beli


tadi siang untuk Irma.


“ Hei Fani, kak Endrico.” Sahut Irma dari kejauhan sambil melambaikan


tangan dan meminta mereka untuk segera mendekatinya.


“ Hai.” Sahut Fani yang juga ikut melambaikan tangan dan


tersenyum kepada Irma. Kemudian berjalan mendekati Irma dan teman-teman lainnya.


“ Hai selamat ulang tahun ya.” Lanjutnya ketika telah


mendekati Irma. Merentangkan tangan kemudian berpelukan, cipika cipiki seperti


sudah tidak bertemu selama bertahun-tahun.


“ Selamat ulang tahun ya Irma.” Sahut Endrico dari belakang.


Kemudian mengulurkan tangan dan bersalaman. Menyerahkan bag yang dibawanya


kepada Irma.


“ Wah makasih ya kak Endri.” Sambungnya tersenyum senang


sambil menerima hadiah dari lelaki tampan yang ada dihadapannya.


“ Ini hadiah dari gue, sekali lagi selamat ulang tahun ya


sahabatku. Berkah umurnya.” Tak mau kalah, Fani juga menyerahkan hadiah yang

__ADS_1


dibawanya untuk Irma. Sambil terus berpelukan dan termenye-menye, tampak


pertemanan mereka penuh dengan drama.


“ Cantik banget sih sahabat gue malam ini. Pertama kali loh


gue lihat lo pakai gaun begini.” Ucap Irma memuji penampilan Fani. Memang Irma


belum pernah melihat Fani mengenakan gaun apalagi berdandan secantik ini.


“ Bisa aja sih.” Jawabnya malu karena dipuji oleh Irma,


meskipun begitu senyumnya tetap merekah.


“ Iyakan kak Endri? Fani cantik banget kan malam ini?.” Lanjutnya


kali ini bertanya pendpaat Endrico.


“ Iya cantik pakai banget malahan.” Jawabnya sambil tertawa,


terkesan seperti cemoohan. Padahal dalam hatinya dengan tulus memuji penampilan


Fani yang sejak tadi membuat perasaannya tidak karuan.


“ Tu kan. Kak Endri aja bilang cantik, pokoknya gue mau kita


banyak-banyak mengabadikan foto malam ini. Apalagi lo belum pernah dandan


secantik ini sebelumnya.” Sambungnya mengambil ponsel dan mengangkat


kehadapannya. Mengajak Fani berselfie dan mengabadikan moment mereka malam ini.


Berkali-kali memotret dan berkali-kali menggani gaya wajahnya. Tampak cantik


kedua-duanya.


“ Kak Endri juga tampan banget malam ini, perfect.” Ucapnya lagi.


kali ini beralih memuji penampilan Endri yang memang sangat tampan. Berhasil menarik


perhatian tamu-tamu yang lainnya sejak awal dia datang hingga saat ini.


“ Hehehehe bisa aja sih, jadi malu dipuji begini.” Jawabnya cengengesan.


Menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal sama sekali. Malu karena mendadak


dipuji, terlebih lagi didepan Fani.


“ Iya kan Fan. Kak Endri ganteng banget gak sih?.” Seperti menjebak


dua manusia ini. Irma malah bertanya kepada Fani.


“ Iya kak ganteng banget, rapi pula.” Jawab Fani dengan tulus


dan tersenyum manis. Kemudian Mengangkat jempolnya dan mengedipkan mata. Seolah


mengatakan jika Endrico benar-benar keren dan tampan malam ini.


Endrico semakin gugup setelah mendengar jawaban Fani


barusan. Perasaannya semakin tidak karuan, detak jantungnya semakin tidak


beraturan. Sangat senang ketika dipuji oleh wanita yang disukainya. Namun juga


kesal melihat Irma yang seolah-olah sengaja menjebaknya pada suasana yang


canggung. Seolah Irma mengetahui jika dirinya diam-diam menyukai Fani. Endrico


bingung harus marah, kesal atau berterimakasih kepada Irma. Perasaannya campur


aduk, senang dan malu. Hanya bisa cengengesan sambil menunduk malu dan


menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.


Ini Irma kenapa sih? Sengaja banget jerumusin gue kedalam suasana canggung. Gue kesal tapi juga senang. Gue malu tapi gue suka. Ah bingung harus berterimakasih atau marah.

__ADS_1


__ADS_2