Suami Ku Hasil Taruhan

Suami Ku Hasil Taruhan
Kemarahan Sophia


__ADS_3

Beberapa hari belakangan ini Sophia sering melihat Fani membagikan moment mesranya bersama Andry melalui sosial media. Moment yang memperlihatkan indahnya liburan dan hubungan mereka. Sekali dua kali Sophia membiarkan, namun tak tahan lagi saat Fani berkali-kali membagikan moment yang mnyesakkan dadanya. Rasa dibakar api cemburu, menyeruak hingga ke ulu hati. Mengutuki Fani si gadis pengkhianat yang tidak tahu diri. Sophia menatap postingan terbaru Fani, mulutnya menggeram kesal dan menatap kesal. Penuh dengan kebencian, seolah Fani adalah musuh bebuyutan. Sophia semakin tak tahan dengan semua keadaan yang memuak kan ini, inginnya segera memberi tahu kebusukan dan sandiwara Fani. Membalik kan keadaan hingga lebih suram, lalu mengatakan kau adalah gadis yang malang wahai sang pengkhianat.


“ Cihh. Rupanya kau masih sanggup bersandiwara hingga sejauh ini.” Menganggap Fani masih bersandiwara dan mempermainkan Andry. Padahal sebenarnya Fani telah jatuh cinta dan saling mencintai dengan Andry.


“ Tunggu saja saatnya kau akan meronta-ronta menyesali sandiwara mu. Lalu dengan sombong akan aku katakan kasihan sekali kau Fani yang  malang.” Gumamnya lagi sambil tersenyum jahat.


“ Akan aku katakan pada Andry bahwa kau adalah ular yang berbisa. Sampai ketemu esok disekolah, mengakhiri sandiwara sampah yang kau tayangkan.” Gerutunya sambil melihat semua foto-foto yang diunggah Fani diakun sosmednya.


Sophia termenung dan memikirkan beberapa opsi dikepalanya. Memikirkan cara yang paling tepat untuk membalaskan dendamnya kepada Fani. Seolah dendam sampai mati, Sophia enggan melihat Fani bahagia. Rasanya ingin membuat gadis itu menderita semenderita mungkin. Memberi pelajaran agar tak lagi merebut milik orang lain, padahal kenyataannya Andry bukanlah siapa-siapanya.


“ Paling nanti lo juga bakalan dibuang kalau Andry udah tau semua kebusukan lo Fan. “ Terkekeh membayangkan Fani yang menangis saat Andry mengetahui semua kebohongan dan sandiwaranya.


Karena tak puas hati, Sophia kembali membuka sosmednya. Mencari akun Fani dan melihat kembali satu persatu foto yang diunggahnya. Makin lama makin mesra foto mereka, makin sakit hatinya. Foto yang mengambarkan betapa bahagianya hubungan mereka, bukan hanya Fani namun Andry juga. Mereka tampak seperti sudah menjalani hubungan selama bertahun-tahun, sangat menggemaskan. Hati Sophia bak teriris-iris saat melihat sebuah postingan Andry yang menandai Fani. Menuliskan sebuah pesan yang mengatakan betapa bahagianya dia saat bersama Fani, bersyukur pada tuhan atas nikmat dan kebahagiaan. Sebuah untaian kata berserta foto dirinya menggenggam erat tangan Fani.


“ Ih alay banget najis.” Gerutunya kesal. Tak terima dengan ungkapan alay Andry itu, terlebih tak menyangka jika seorang Andry akan melakukan itu.

__ADS_1


“ Ini gak mungkin Andry yang buat. Pasti Fani yang mengunggah di akunnya Andry.” Gumamnya mematahkan asumsi yang membuat sakit hatinya.


“ Bagaimana mungkin Andryku yang dingin dan gengsian jadi alay begini. Sudah pasti ini ulah Fani agar terlihat jika Andry begitu mencintainya.” Sambungnya menenangkan diri. Mencoba meredam emosi.


“ Aku biarkan kau bahagia dulu Fani kemudian nanti kau akan menderita hingga menangis setiap hari.” Ucapnya menyunggingkan bibir tipis.


“ Aaa enyahlah kau wanita sialan. Pengkhianat laknat.” Gumamnya kesal, seolah tak bisa lagi menahan amarahnya yang kian membesar.


****


mulusnya. Berdiri didepan meja rias, melihat wajahnya yang terkena luka bakar. Wajahnya memang rentan, apalagi panas sangat menyengat hari ini. Fani mengenakan pakaian santai dan mengoleskan salap dibagian wajahnya yang terbakar sinar matahari. Kemudian merebahkan tubuhnya di ranjang dan bersiap untuk terjun kealam bawah sadar. Baru akan memejamkan matanya, ponselnya bordering. Dilihatnya ternyata dari Andry yang belum lama mengantarnya. Tak mungkin rindu.


“ Hallo sayang.” Sahut Fani saat panggilan tersambung.


“ Hai sayang, tempat bekalmu tertinggal dimobil. Nanti malam akan aku antar ya. Sekarang istirahatlah kau pasti lelah.” Ucapnya dari dalam telepon.

__ADS_1


“ Oh iya sayang. Kamu juga ya bye.” Fani mengakhiri obrolan dan memutuskan sambungan. Meletakkan kembali ponsel diatas meja sebelah ranjangnya.


Ah paling itu alasan kau saja. Bilang aja kalau kau ingin terus-terusan ketemu aku.


Fani memejamkan kembali matanya, kali ini dia benar-benar bersiap terjun kealam bawah sadar. Ingin bermimpi yang indah-indah dan menyenangkan. Rasa lelah membawanya lebih cepat sampai ke pintu alam bawah sadar, terjun dan tenggelam. Mulai menjelajah alam mimpi yang dia inginkan.


Andry merebahkan tubuhnya yang lelah, mengingat kembali moment-moment mesranya bersama Fani.  Meraih kamera dan melihat-lihat foto Fani yang diambilnya secara diam-diam. Bahagia tanpa kepura-puraan, semakin cantik. Senyumnya menyungging lebar saat melihat-lihat Fani yang berbahagia bermain dipantai. Semakin lebar senyum Fani difoto maka semakin lebar pula senyum yang terukir diwajah Andry. Dengan segera menyalin foto kedalam ponselnya. Kemudian Andry memilih beberapa foto untuk diposting diakun sosial medianya. Sebelum berpacaran dengan Fani sosmednya hanya digunakan untuk membagi postingan tentang game dan sebagainya. Namun sekarang berandanya dipenuhi foto Fani dan dirinya. Menunggah moment-moment yang bahagia dan mesra, ditambah dengan untaian kata yang sederhana namun penuh makna. Membuat setiap wanita gigit jari saat melihat kirimannya itu. tak disangka ternyata dibalik dingin dan cueknya Andry tersimpan sifat romantis.


“ Bahkan semenjak mencintaimu aku menjadi lelaki alay disosial media.” Gumamnya melihat beranda yang dipenuhi foto-foto mesra mereka berdua.


“ Semoga kau tetap setia sampai kapanpun ya.” Sambungnya sambil meletak asa.


Andry beranjak dan berjalan menuju meja yang tak jauh darinya. Mengambil sebuah kotak yang berisikan foto polaroid mereka. Menatap sekeliling sambil menimbang-nimbang dimana tempat yang bagus untuk menggantungkan foto-foto mereka. Andry melupakan lelahnya, mulai membentuk tali untuk gantungan foto-foto percintaannya. Memilih tempat yang cocok dan kemudian mulai memasangnya. Kamarnya hampir seperti kamar wanita, banyak sekali foto-foto bucin yang terpampang dikamarnya. Namun dia senang, ketika berada diatas ranjang pandangannya langsung tertuju pada foto-foto kemesraannya. Andry merasa senang dengan semua yang dia lakukan, ini petama kalinya dia pacaran.


Ternyata punya pacar seru juga ya. Cinta memang bisa buat manusia jadi bodoh ya, contohnya aku. Rela menggantung banyak foto-foto tentang kisah perjalanan cinta kita.

__ADS_1


__ADS_2