Suami Ku Hasil Taruhan

Suami Ku Hasil Taruhan
Andry Frustasi


__ADS_3

Sejak pergantian jam tadi malam hingga siang ini Andry terus


mencoba menghubungi Fani. Dia juga mencoba menghubungi Joo, namun tidak ada


satupun yang bisa dihubungi. Yang satunya sibuk dan yang satunya tidak aktif. Bahkan


semalaman Andry tidak tidur karena memikirkan tentang Fani yang tengah berulang


tahun, ingin sekali mengucapkan namun nomor Fani tidak bisa dihubungi sama


sekali. Sudah tidak bisa dihubungi sejak beberapa hari yang lalu.


“ Ah kemana kau! Aku tidak tidur semalaman karena ingin


menelepon dan megucapkan selamat atas bertambahnya usiamu. Aku ingin jadi yang


pertama sekali mengucapkan dihari spesialmu, namun kau menghilang, kau


menghilang tanpa jejak.” Gumamnya menggerutu kesal. Wajahnya tampak sangat


lelah, matanya yang sudah tidak sanggup menahan kantuk masih dipaksa untuk


terbelalak dan terjaga.


Andry terus mencoba menghubungi Fani dan Joo hingga sudah


hampir seratus kali. Namun tetap saja satupun dari mereka bisa dihubungi


olehnya. Andry terus mencoba dan menggerutu karena tidak bisa menghubungi


kekasihnya dan juga Joo abangnya Fani.


“ Arrrghhhhh sial ! kenapa kau menyiksaku seperti ini,


tolong jangan buat aku menjadi setengah gila begini.” Teriaknya sembari


menjambak rambutnya kesal. Wajahnya tampak sangat lelah dan tanpa sadar matanya


berkaca-kaca dan gugur buliran air dari sudut matanya. Andry tidak sanggup lagi


memikirkan bagaimana caranya agar bisa menghubungii Fani hingga tanpa sadar dia


menangis. Entah karena sangat lelah atau memang karena ulah Fani.


Andry meraih kembali ponselnya, kali ini dia mencoba


menanyakan kepada Sophia yang setaunya adalah sahabat dekat Fani, padahal itu


dulu sebelum dirinya dan Fani menyandang status sebagai sepasang kekasih. Mencoba


mencari tahu tentang Fani dari Sophia, mungkin saja ada sesuatu yang diketahui


Sophia. Misalnya nomor telepon baru Fani atau alamat rumahnya yang baru. Sehingga


jika memang Sophia mengetahui alamat tempat tinggal Fani yang baru, Andry akan


segera menyusul beso. Tidak peduli apapun pokoknya besok dia akan tetap pergi


menemui sang kekasih hati yang beberapa hari ini telah menghilang tnpa kabar


dan tanpa jejak.


“ Hallo Sophia.” Ucapnya saat Sophia mengangkat telepon.


“ Iya kak Andry ada apa? Kenapa taerdengar cemas begitu?.” Sahut


Sophia dari dalam telepon ketika mendengar suara Andry yang cemas. Ikut cemas


karena takut terjadi sesuatu dengan lelaki yang disukainya itu.

__ADS_1


“ Hallo Sophia,.” Ulangnya kembali. Kali ini terdengar lebih


cemas dan nafasnya terengah-engah. Dalam pikiran Sophia adalah Andry tengah


dirampok atau sebagainya karena suara Andry yang seperti orang kelelahan


berlari jauh.


“ Ada apa kak? Apa yang terjadi dengan kak Andry? Kak Andry


dimana? Aku akan ssegera menyusul? Kak Andry baik-baik saja kan?.” Ucap Sophia


melontarkan banyak sekali pertanyaan. Saking cemasnya sampai-sampai dia tidak


lagi memikirkan pakaian yang dikenakannya. Langsung bergegas keluar kamar dan


ingin menyusul Andry yang entah dimana. Sophia kalang kabut sendiri, tidak


jelas apa yang akan dilakukannya.


“ Aku dirumah kok Sophia. Ada sesuatu yang gawat dan harus


aku tanyakan padamu.” Ucapnya menghentikan kekhawatiran Sophia. Tidak ingin


lagi gadis itu  menghujaninya dengan


pertanyaan-pertanyaan yang membuat pusing kepalanya.


“ Ada apa kak? Apa yang bisa aku bantu?.” Jawabnya kali ini


tidak lagi banyak tanya. Mendengar jika Andry sudah dirumah, Sophia cukup lega


dan kembali berjalan menuju kamarnya. Jika dirumah saja, berarti tidak ada


terjadi sesuatu yang menakutkan dengan Andry.


“ Apa kau tau kontak baru Fani? Atau kau tau informasi


tujuannya menghubungi Sophia, yaitu menanyakan informasi tentang Fani


kekasihnya.


“ Apa? Fani?.” Jawabnya tercengang. Ternyata Andry tidak


apa-apa, hanya saja sedang cemas memeikirkan Fani yang sudah jauh darinya. Padahal


Sophia dirumahnya mencemaskan Andry yang terlihat sedang dalam masalah. Eh ternyata


masalahnya adalah Fani.


Gila. Aku kira dia


sedang dirampok atau akan dibunuh. Hingga aku menjadi cemas dan kalang kabut. Eh


tau-taunya dia malah menanyakan tentang Fani padaku. Ternyata masalahnya adalah


Fani. Cih!.


“ Sophia? Apa kau tau sesuatu tentang Fani? Nomor telepon


barunya atau alamat rumahnya disana?.” Lanjutnya bertanya ketika Sophia cukup


lama terdiam dan tidak menjawab pertanyaan darinya.


“ Eh iya kak, aku gak tau. Soalnya beberapa hari ini aku


tidak ada menghubunginya. Apalagi masalah alamat rumahnya yang baru, aku sama


sekali tidak tahu kak. Aku belum pernah kesana, bahkan berniat pergi kerumahnya

__ADS_1


saja aku belum pernah.” Jawabnya menjelaskan jika dia tidak mengetahui apapun


tentang Fani saat ini. Bukan beberapa hari tidak pernah menghubungi Fani, tapi


sudah beberapa bulan semenjak Andry dan Fani resmi memiliki hubungan, sejak itu


pula dia resmi memutuskan pertemanan dengan Fani. Tidak mengambil pusing


tentang kehidupan Fani lagi.


“ Serius Sophia? Kau tidak menyembunyikan apapun dari ku


kan? Aku sangat butuh informasih tentang Fani dan keluarganya saat inii. Jika kau


tahu tolong bantulah aku yang sedang bingung ini.” Ucapnya kali ini terdengar


memohon dan meminta tolong. Sebelumnya Sophia tidak pernah mendengar Andry


meminta tolong apalagi hingga memohon-mohon seperti ini.


“ Sumpah kak, aku tidak tahu apa pun tentang Fani saat ini. Beberapa


hari ini aku sangat sibuk dan tidak pernah lagi menghubunginya. Bahkan sedekar


menanyakan kabar saja aku tidak sempat saking sibuknya.” Jawabnya berkilah,


mencoba mencari alasan agar Andry mempercayai kata-katanya. Entah apa yang


disibukkan, padahal beberapa hari ini dia hanya sibuk menonton dan bermain


bersama teman-temannya yang lain.


“ Baiklah kalau begitu Sophia. Maaf sudah mengganggu


waktumu.” Ucapnya mengakhiri pembicaraan dan akan segera mematikan telepon.


“ Oh iya jika kau punya informasi apapun tentang Fani,


tolong beri tahu aku segera. Aku minta tolong sekali padamu, kali ini saja. Tolong


beri tahu aku nanti jika kau punya informasi sesuatu tentangnya.” Sambungnya lagi.


kemudian langsung mematikan telepon.


Sophia yang masih kesal terus menggerutu dan menekan-nekan


layar ponselnya kesal. Mengingat betapa kalang kabutnya dia ketika mendengar


suara Andry yang terengah-engah hseperti dalam suatu malasah. Sudah hampir


pergi menyusul ketempat Andry dengan hanya mengenakan daster pendek saja, eh


ternyata bukan dalam masalah yang serius, hanya dalam masalah hubungannya saja.


Dan biang masalahnya ada musuhnya sendiri. Sophia menekuk wajahnya kesal, ingin


menggerutu dan mencaci maki Andry yang membuatnya jadi cemas tidak menentu,


namun dia sayang. Akhirnya dia menggerutu dan mencaci maki Fani saja. Karena kecemasan


Andry juga bersal dari Fani.


“ Bisa-bisanya kau menanyakan tentang Fani kepadaku. Kau yang


pacarnya saja tidak tahu, apalagi aku musuhnya. Sejak kapan aku menguntit


kekasihmu hingga aku harus tau dia dimana, apa yang dilakukannya, dimana dia


tinggal dan sebagainya. Gila aja. Harusnya kau yang paling tau tentang kehidupan

__ADS_1


kekasihmu.” Batinnya terus menggerutu.


__ADS_2