Suami Ku Hasil Taruhan

Suami Ku Hasil Taruhan
Berlibur Ke Pantai


__ADS_3

Setelah pengumuman kenaikan kelas kemarin, semua siswa diliburkan hingga 2 minggu kedepan. Andry dan Fani berencan akan menghabiskan sore mereka dipantai yang tak jauh dari perkotaan. Andry mneraih ponselnya untuk menghubungi kekasih yang sudah dia rindukan sejak kemarin. Andry  menyalakan ponselnya, mencari kontak Fani dan menekan tombol panggil.


" Hallo sayang." Terdengar jelas suara Fani dari telepon.


" Aduh denger suaranya aja udah bikin rindunya berkurang." Langsung menyapa kekasihnya dengan rayuan.


" Ah bisa aja." Fani terkekeh geli mendengar rayuan maut itu.


" Sayang lagi apa?." Tanya Andry sambil beranjak menuju lemari pakaian.


" Lagi bantuin ibu masak untuk makan siang. Kamu makan siang dirumah aja ya, biar rame." Fani menawarkan dan tentu saja dengan cepat Andry mengiyakan. Apalagi dia sudah menahan rindu sejak kemarin, tak sanggup jika harus menunggu lagi hingga sore.


" Iya sayang. Aku mandi dulu ya, abis itu langsung kerumah kamu." Jawabnya sambil memilih-milih baju yang cocok untuk dibawa kepantai.


" Oke. Sampai ketemu." Fani mengakhiri pembicaraan dan segera memutuskan sambungan telepon.


Kembali membantu ibu menyiapkan makan siang didapur, meletakkan beberapa piring, sendok dan gelas diatas meja makan. Fani membantu memasak sup ayam yang disukainya, sedangkan ibu sibuk memasak ikan bakar.


" Bu, Andry juga makan siang disini ya." Fani mengatakan seolah meminta izin.


" Iya nak, kamu udah bilang dia?." Jawab ibu tanpa mengalihkan pandangan dari ikan bakarnya.


" Udah bu, palingan juga sebentar lagi datang." Ucapnya sambil terus mengaduk sup ayam yang ada didalam panci.


" Oh iya bu, nanti juga kita mau main kepantai. Ada pantai yang gak jauh dari sini kata Andry bu." Sambungnya meminta izin lagi.


" Iya, asal jangan macem-macem ya." Ibu mengangkat jari telunjuknya dihadapan Fani seolah mengingatkan agar Fani tidak berbuat yang aneh-aneh.


" Oke ibu." Fani tersenyum takut dan mengangkat jempolnya tinggi-tinggi.


*****


Setelah Fani mengakhiri telepon, Andry masih saja berdiri didepan lemari pakaiannya. Mencari pakaian yang sekiranya cocok untuk dipakainya kepantai. Kebanyakan semua baju Andry adalah berwarna hitam, sudah beberapa kali bertemu Fani pun Andry kerap memakai pakaian berwarna hitam. Hari ini dia memutuskan akan memakai pakaian berwarna cerah agar tak disebut suram oleh orang-orang. Mengeluarkan baju, mencobanya lalu melepaskan dan melempar keatas ranjang. Berulang kali hal itu dilakukan oleh Andry sampai dia menemukan pakaian yang menurutnya cocok dipakai hari ini.

__ADS_1


" Nah ini bagus ni. Sesekali hidup gue harus berwarna biar gak dibilang suram sama orang-orang." Gumamnya bahagia.


Andry segera mandi dan bersiap-siap untuk bertemu kekasih hatinya yang sudah menantinya. Hanya butuh waktu 10menit untuk Andry mandi dan mengenakan pakaian. Sekarang dia sudah terlihat rapi dan keren. Andry mengenakan kaos polos berwarna putih dan celana pendek berwarna cream. Dilengkapi dengan jaket levi's dan sepatu yang dia dapat dari kekasihnya Fani.


" Keren juga gue ternyata." Gumamnya sambil bergaya-gaya didepan kaca. Berkali-kali merapikan rambutnya yang klimis dengan jari tangannya. Benar-benar terlihat tampan.


Andry segera bergegas mengambil kunci mobil dan melaju menuju rumah Fani. Hanya butuh waktu lebih kurang 10 menit untuk sampai kerumah Fani. Mobilnya sudah terparkir dihalaman rumah yang cukup besar itu. Andry segera mengetuk pintu dan menekan bel. Tak lama kemudian terdengar suara sahutan dari dalam, seseorang sedang berjalan untuk membuka pintu. Andry yang yakin jika itu adalah kekasihnya pun terfikir untuk menjahili.


" Iya sebentar." Sahut seorang wanita dari dalam.


" Iya siapa?." Tanya wanita itu sambil membuka pintu.


" Selamat siang mbak sayang. Eh saya dari,," Belum sempat menyelesaikan dramanya, Andry sudah ditarik masuk oleh Fani.


" Aduh ampun mbak." Andry memohon agar Fani melepaskan tangannya yang bersarang didaun telinga Andry.


" Hmmm tiada ampun." Semakin menarik kuat daun telinga Andry dan menariknya masuk.


" Heheheh maaf mbak." Andry cengengesan dan mencubit kecil pipi Fani.


Setelah selesai makan siang, Andry segera meminta Fani untuk berganti pakaian. Mereka akan pergi pukul 2 siang, tepatnya 15 menit lagi. Fani bergegas menuju kamar dan berganti pakaian. Dia mengenakan jumpsuit pendek berwarna cream dan corak bunga. Tak lupa membawa kacamata dan topi pantai andalannya.


" Ayok pergi." Ucapnya saat keluar dari kamar dengan gaya yang sexy.


" Ayok." Andry mengangguk dan meminta izin kepada ibu Fani untuk membawa putrinya bermain  kepantai dan akan mengembalikannya nanti setelah makan malam.


Andry melajukan mobilnya menjauhi perkotaan, menuju jalanan yang sepi dari polusi. Hanya kurang lebih satu jam saja waktu yang mereka butuhkan untuk sampai ke pantai indah yang Andry katakan. Andry memarkirkan mobilnya dan kemudian mengajak Fani untuk segera turun dan menyapa pantai.


“ Udah sampai nih sayang.” Andry memarkirkan mobilnya.


“ Yuk turun.” Sambungnya dan diangguki oleh Fani.


“ Wawww cantik. Aku belum pernah kesini sayang.” Ucap Fani takjub. Karena belum pernah bermain  ke pantai ini, padahal jaraknya tak terlalu jauh dari rumah.

__ADS_1


“ Ayuk, disana lebih indah.” Andry tersenyum dan menggenggam tangan Fani erat.


Saat mereka datang langsung disambut dengan lambaian pohon kelapa yang ada sekitar pantai. Pasir putih yang menjadi lantai terasa halus saat dipijaki dua pasang kaki itu.


“ Kamu sering kesini sayang?.” Tanya Fani mengedarkan pandangannya kesekelilling.


“ Engga sih. Cuma beberapa kali aja.” Andry mengajak Fani duduk dibawah pohon besar dan akarnya yang menjalar indah.


“ Sepi ya, pantainya juga bersih dari sampah.” Fani merentangkan kedua tangannya sambil memejamkan mata. Menghirup udara segar yang jarang didapat diperkotaan.


“ Nyaman kan?.” Ucap Andry memegang kedua tangan Fani dari belakang.


“ Iya sih, tapi lebih nyaman kamu.” Fani terkekeh. Dirinya sudah pintar menggoda sekarang.


“ Wah udah pintar gombal ya pacarku.” Andry memeluk Fani dari belakang. Bersama menikmati udara dibawah pepohonan yang rindang.


Sore itu matahari cukup cerah. Angin berhembus kencang namun udara tetap terasa segara. Membuat pohon kelapa yang ada disekitar pantai melambai-lambai mengikuti hembusan angin. Dibawah pohon rindang dengan akar yang menjalar panjang, Andry dan Fani saling memadu kasih. Berpegang tangan dan bermesraan. Sesekali mereka tertawa kadang juga Andry membuat Fani menggerutu kesal. Andry tak mau melewatkan momen menggemaskan itu, dia meraiih ponselnya dan memotret Fani yang mengerutkan kening dan memonyongkan bibirnya.


“ Heheheh gemesin banget sih pacar aku.” Andry memeluk Fani dan mencubit pipi kekasihnya.


“ Gak mau. Aku marah.” Fani semakin memonyongkan bibirnya.


Kenapa kau menggemaskan sekali gadis tengilku. Bahkan kau bernafas pun menggemaskan.


“ Jangan marah dong, gemesin tau gak.” Andry memeluk Fani semakin erat. Fani tersenyum dan menggenggam kuat kedua tangan Andry.


“ Kita selfie yuk. Baju kita senada nih.” Andry mengangkat ponselnya dan memotret kebersamaan mereka.


“ Tunggu dong.” Ucap Fani sambil memasang topi pantai dan kacamata berwarna hitam untuk menambah kecantikannya.


“ Heheheh cantik banget sih.” Andry tersenyum dan mengangkat kembali ponselnya untuk memotret.


Mereka asyik berselfie dengan gaya yang lucu dan mennggemaskan. Mulai dari saling mencubit pipi, menjulurkan lidah dan mencubit hidung masing-masing. Andry juga menjadi photographer dadakan untuk Fani. Fani bergaya bak model, mulai dari gaya duduk santai dipasir yang berwarna putih sampai dengan berdiri ditepi pantai.

__ADS_1


__ADS_2